Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

PROGRAM PEMBESARAN IKAN LELE SISTEM BUDIDAYA BOSTER














Sebelum benih ditebar, lakukan sterilisasi air kolam dengan BOSTER AQUASEPTIK
atau BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 1 ppm atau 1 tutup dilarutkan dalam air 1
timba dan ditebar merata pada kolam ukuran 10 m3 kemudian diamkan selama 2 - 3
hari. Pada kolam tanah , lakukan pengolahan lahan dengan cara pengeringan dan
penebaran BOSTER MANSTAP untuk meningkatkan pH tanah dan mengembalikan unsur
hara tanah yang baik untuk memacu tumbuhnya pakan alami pada awal budidaya.


 














UMUR : 1 - 5


  • SUPPLEMENT : BOSTER VITALIQUID + BOSTER
    FISH IMUNOVIT

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 5 ml BOSTER
    VITALIQUID / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan ; >> 2 - 3 ml BOSTER
    FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan.

  • FUNGSI : *BOSTER VITALIQUID : >>
    Menambah nutrisi pakan, memacu pertumbuhan benih; *BOSTER FISH IMUNOVIT :
    >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan, mengurangi stress
    karena perubahan lingkungan.

  • TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1 tutup
    untuk kolam untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam air 1 timba dan
    ditebar merata ke seluruh bagian kolam sehari sebelum ikan di tebar.

  • TUJUAN : >> Pemupukan perairan
    kolam; >> Merangsang tumbuhnya plankton sebagai pakan alami benih
    dan menjaga kestabilan perairan; >> Menambah pasokan oksigen pada
    siang hari; >> Menguraikan gas-gas beracun







UMUR : 6 - 10


  • SUPPLEMENT : BOSTER VITALIQUID + BOSTER
    FISH IMUNOVIT

  • DOSIS DAN CARA PAKAI :  sda ( sama
    dengan atas )

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYM

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam 2 m3 ( tebar
    pada hari ke-6 )

  • TUJUAN : >> Menguraikan sisa
    pakan, kotoran ikan dan lumut yang kerap muncul diawal budidaya; >>
    Memacu pertumbuhan plankton







UMUR : 11 - 15


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3
    gr BOSTER PREMIX AQUAVITA / kg pakan atau 1 sendok kecil dicampur dengan
    pakan 1 kg; >> 2 - 3 gr BOSTER GROTOP / kg pakan atau 1 sendok kecil
    dicampur dengan pakan 1 kg

  • FUNGSI : *BOSTER PREMIX AQUAVITA :
    >> Multivitamin lengkap untuk menambah asupan gizi pada pakan,
    >> Meningkatkan nafsu makan dan mempercepat pertumbuhan; *BOSTER GROTOP
    : >> Vitamin dan Enzym yang membantu pencernaan dan penyerapan
    sari-sari pakan secara optimal.

  • TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan angkat ikan yang sakit lalu di
    celup-celupkan sebentar 2 - 3 kali kedalam larutan. JANGAN
    DIRENDAM.                                    
    UNTUK TREATMENT AIR : gunakan dosis 1ppm  ( 1 ml/ton air) 1cc untuk
    kolam 1 m3

  • TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya
    koloni bakteri patogen ( pembawa penyakit ); >> Mengurangi kepadatan
    plankton; >> Mestabilkan kualitas air budidaya; >> Memberantas
    jamur dan parasit yang menempel pada tubuh ikan.







UMUR : 16 - 20


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 2 ppm atau 1
    tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam seluas 5
    m3 ( tebar pada hari ke-16)

  • TUJUAN : >> Menstabilkan pH (
    keasaman ) air kolam; >> Regenerasi plankton baru sehingga air
    nampak segar kembali.







UMUR : 21 - 25


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYM

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam 2 m3 ( tebar
    pada hari ke-21 )

  • TUJUAN : >> Menguraikan sisa
    pakan, kotoran ikan, dan lumut yang kerap muncul diawal budidaya; >>
    Memacu pertumbuhan plankton; >> Menstabilkan kualitas air







UMUR : 26 - 30


  • SUPPLEMENT : BOSTER FISH IMUNOVIT + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3
    ml BOSTER FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan ;
    >> 2 - 3 gr BOSTER GROTOP / kg pakan atau 1 sendok kecil di campur
    dengan pakan 1 kg.

  • FUNGSI : *BOSTER FISH IMUNOVIT :
    >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan terhadap serangan
    penyakit dan perubahan cuaca; *BOSTER GROTOP : >> Vitamin dan Enzym
    yang membantu pencernaan dan penyerapan sari-sari pakan secara optimal

  • TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam 10 m3 ( tebar
    pada hari ke-28 )

  • TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya
    koloni bakteri pathogen ( pembawa penyakit ); >> Mengurangi
    kepadatan plankton; >> Menstabilkan dan sterilisasi air budidaya.







UMUR : 31 - 35


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER SEL MULTI

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1
    tutup untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar
    merata ke seluruh bagian kolam ( tebar pada hari ke-31 )

  • TUJUAN : >> Menumbuhkan koloni
    bakteri strain positif ( bakteri menguntungkan ) guna merombak perairan
    dasar kolam yang telah dipenuhi timbunan sisa pakan dan kotoran; >>
    Mengurangi bau dan kepekatan air kolam; >> Mengembalikan kesuburan
    dan kesegaran perairan.







UMUR : 36 - 40


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 2 ppm atau 1
    tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam seluas 5
    m3 ( tebar pada hari ke-36 )

  • TUJUAN : >> Menstabilkan pH ( keasaman
    ) air kolam; >> Regenerasi plankton baru sehingga air nampak segar
    kembali







UMUR : 41 - 45


  • SUPPLEMENT : BOSTER FISH IMUNOVIT + BOSTER
    AMINO LIQUID

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3
    ml BOSTER FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan ;
    >> 2 - 3 ml BOSTER AMINO LIQUID / kg pakan atau 1 tutup / 5 kg pakan

  • FUNGSI : *BOSTER FISH IMUNOVIT :
    >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan terhadap serangan
    penyakit dan perubahan cuaca; *BOSTER AMINO LIQUID : >> Merangsng
    nafsu makan melalui aroma atractan; >> Menambah kandungan protein
    pada pakan; >> Mempercepat pertumbuhan dan daging menjadi padat (
    tidak gembos )

  • TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam seluas 10 m3 (
    tebar pada hari ke-42 )

  • TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya
    koloni bakteri pathogen ( pembawa penyakit ); >> Mengurangi
    kepadatan plankton; >> Menstabilkan dan sterilisasi air budidaya







UMUR : 46 - 55


  • SUPPLEMENT : BOSTER AMINO LIQUID + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER SEL MULTI

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1
    tutup untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar
    merata keseluruh bagian kolam ( tebar pada hari ke-46 )

  • TUJUAN : >> Menumbuhkan koloni
    bakteri menguntungkan guna merombak perairan dasar kolam yang telah
    dipenuhi timbunan sisa pakan dan kotoran; >> Mengurangi bau dan
    kepekatan air kolam 













Rabu, 04 Juli 2012

CARA PENGGUNAAN Ovaprim Syndel 10 ml

Ovaprim Syndel 
# Cara mudah dan cepat untuk membantu pematangan dan pengeluaran telur pada pembenihan ikan 
# Kemasan : 10 ml (tidak termasuk alat suntik dan aquades), Aquades dan alat suntik dapat Anda beli di Apotik. 
 
Ovaprim Syndel berfungsi merangsang pelepasan telur dan anti stress pada ikan. Disuntikan pada ikan betina dan jantan. Efektif untuk menstimulasi pelepasan telur pada induk ikan betina dan menambah jumlah sperma pada induk ikan jantan. Biasa digunakan dalam pembibitan ikan Lele, Bawal, Patin, Mas, Gurame, Koi dan ikan-ikan lainnya. 
 
Berikut adalah sekedar gambaran aplikasi Ovaprim pada budidaya pembenihan lele sangkuriang :

1. Siapkan kolam perkawinan, air sudah di endapkan/diaerasi minimal 24 jam. Ketinggian air 30-40cm. Ijuk sudah di siapkan

2. Persiapkan induk betina yang sudah sangat gendut perutnya. Persiapkan juga 2-3 ekor jantan yang sehat

3. Proses penyuntikan dilakukan jam 4 sore Dosis yang digunakan adalah sebagai berikut : Betina : 0.5ml per 1 kg berat ikan, Jantan : 0.25ml per 1 kg berat ikan Ikan dilepas ke kolam 0.5-1jam setelah proses penyuntikan

4. Pagi hari sekitar jam 06:00 telur terlihat sudah dikeluarkan dan menempel pada ijuk. Induk lele sudah bisa diangkat dan ijuk sudah bisa dipindahkan ketempat yang lebih bersih airnya dan lebih luas dengan tujuan agar telur yang tidak terbuahi dan busuk tidak meracuni benih2 yang berhasil menetas

5. Dua hari kemudian burayak lele sudah terlihat berenang


Dengan menggunakan Ovaprim jumlah telur yang dikeluarkan menjadi lebih banyak sehingga jumlah burayak menjadi lebih banyak juga. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan perkawinan secara alami. Selain itu proses perkawinan dapat dikontrol waktunya sehingga petani menjadi lebih leluasa dalam membuat perhitungan produksi. Untuk aplikasi penyuntikan pada jenis2 ikan lainnya gunakan dosis 0.5ml untuk tiap 1kg berat induk ikan Info : Penyuntikan pada jantan tidak diharuskan tapi akan lebih baik jika dilakukan dimana tujuannya adalah untuk membantu agar induk jantan menjadi lebih terangsang dan juga menambah jumlah spermanya. Untuk pemakaian dosis pada praktek dilapangan ternyata tidak harus seusai dengan aturan dosis. Contoh untuk ikan betina yang perutnya sudah sangat gendut dan matang telur, penggunaan dosis ovaprim dapat dikurangi sedikit dari jumlah aturan pakainya. 
sumber : 




Selasa, 28 Februari 2012

Peluang Usaha Pembesaran Ikan Bawal Air Tawar

Anda tahu Ikan Bawal, ada yang menarik dari jenis ikan ini. Ikan bawal ternyata tidak hanya terdapat di laut namun ada juga ikan bawal air tawar. Ikan yang rasanya gurih dan lezat ini hampir disukai oleh semua orang. Peluang usaha yang menarik untuk di kembangkan. Banyak peluang usaha yang dapat di gali dari ikan bawal air tawar ini, dari mulai pembenihan / pembibitan, pembesaran, perdagangan sampai pengolahan lanjutan dari ikan segar. Namun untuk kali ini kita akan lebih fokus pada pembesaran ikan bawal air tawar.
Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain :
  • Pertumbuhannya cukup cepat

  • Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (OMNIVORA) yang condong lebih banyak makan dedaunan

  • Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik

  • Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami

PERSIAPAN KOLAM
  1. Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Mula-mula kolam dikeringkan sehingga tanah dasarnya benar-benar kering.

    Tujuan pengeringan tanah dasar antara lain :

    • Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor (penyaing makanan).

    • Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.

    • Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) dipelataran kolam, dalam proses ini gas-gas oksigen (02) mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.


  2. Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.

  3. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.

  4. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.

  5. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedidit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7-10 hari setelah pemupukan).

PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.
  1. Pemilihan benih.

    • Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik.

    • Adapun ciri-ciri benih yang baik antara lain Sehat, Anggota tubuh lengkap, Aktif bergerak, Ukuran seragam, tidak cacat, Tidak membawa penyakit, jenis unggul.


  2. Penebaran benih

    1. Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.


KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dergan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.


PANEN IKAN BAWAL
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan

airnya selalu mengalir.


SUMBER


ikan bawal air tawar (168), makanan ikan bawal (63), budidaya bawal air tawar (60), pembesaran ikan bawal (43), bisnis ikan air tawar (42), kolam ikan bawal air tawar (29), pembesaran ikan bawal air tawar (27), pakan bawal (23), budidaya ikan bawal air tawar (21), pakan ikan bawal air tawar (20), pembesaran bawal air tawar (18), pembesaran bawal (14), bibit ikan bawal air tawar (13), budidaya ikan bawal (13), peternakan bawal (12), ternak bawal air tawar (12), usaha perikanan air tawar (11), usaha pembesaran ikan bawal (10), pakan bawal air tawar (10), cara memelihara ikan bawal (9), ikan bawal (9), kolam ikan air tawar (9), bisnis ikan bawal (8), peluang bisnis ikan air tawar (8), cara budidaya bawal (7), cara pembesaran bawal (7), jenis bawal air tawar (7), peluang usaha ikan air tawar (7), usaha ikan tawar (6), usaha ikan air tawar (6), budidaya bawal tawar (6), cara makan ikan bawal (5), usaha ikan bawal (5), ternak bawal (5), cara memelihara bawal (5), usaha bawal (5), pakan alami bawal (5), bibit bawal air tawar (4), Bisnis ikan bawal air tawar (4), cara memberi makan ikaqn bawal (4), makanan ikan bawal tawar (4), bawal (4), cara merawat ikan bawal (4), makanan ikan bawal air tawar (4), makan ikan bawal (3), analisa budidaya bawal (3), cara pemberian pakan ikan gurami (3), analisa usaha ikan bawal air tawar (3), cara pemberian makan ikan bawal (3), analisis usaha bawal (3), usaha pembesaran bawal air tawar (3), ternak ikan bawal air tawar (3), analisa pembesaran bawal air tawar (3), bibit bawal tawar (3), budidaya ikan bawal air tawar pdf (3), pangan ikan bawal (3), analisis usaha budidaya bawal (3), cara cepat membesarkan ikan bawal air tawar (2), manajemen pakan ikan air tawar pada tambak polykultur (2), cara membuat kolam permanen ikan bawal air tawar (2), prospek perusahaan ikan air tawar (2), cara memberi pakan pada ikan air tawar dengan baik (2), kebiasaan makan ikan bawal air tawar (2), jenis pupuk untuk kolam ikan tawar (2), cara membuat pakan ikan bawal (2), cara membudidayakan bawal (2), jenis bawal merah (2), jam makan ikan bawal (2), pemberian pakan bawal (2), panen ikan bawal (2), kebiasaan makan colossoma macropomum (2), pakan ikan terbaik (2), pembesaran efektif bawal air tawar (2), ciri pakan ikan yang baik (2), cara ternak pembesaran ikan bawal (2), cara pembesaran ikan bandeng air tawar (2), pengusaha ikan air tawar (2), makanan alami ikan bawal (2), jenis kolam air tawar (2), analisa usaha bawal (2), analisa ikan bawal (2), prospek usaha budidaya ikan air tawar (2), teknik pembesaran bawal air tawar (2), waktu makan ikan bawal (2), usaha ikan bawal air tawar (2), prospek usaha ikan air tawar (2), budidaya ikan air tawar gurame dan bawal (2), cara budidaya ikan tawar dilahan sempit (2), car bina kolam ikan sendiri (2), analisa budidaya ikan bawal air tawar (2), tips beternak bawal air tawar (2), ternak bawal kolam tanah (2), bawal air tawar (2), teknik pembesaran ikan bawal (2), analisis usaha bawal air tawar (2), tips pembesaran ikan bawal (1), peluang usaha kolam ikan bawal (1), peluang usaha di air tawar (1), tips budidaya bibit bawal (1), peluang usaha pembesaran gurameh (1), peluang bisnis ikan bawal (1), peluang ikan air tawar (1), tip pembuatan kolam ikan tambak (1), ternakan ikan bawal air tawar (1), pembesaran bawal bintang (1), ternak bawal tawar pdf (1), pembesaran bandeng air tawar bukan dikolam tanah (1), pembesaran akan bawal (1), pemberian pakan pada ikan bawal (1), pemberian pakan ikan bawal air tawar (1), TERNAK IKAN AIRTAWAR DILAHAN SEMPIT (1), pembenihan bawal alami (1), peluang usaha ternak ikan bawal (1), peluang usaha ternak bawal tawar (1), pembesaran bawal darat (1), ternak ikan bawal merah (1), trik dan tips memelihara bawal (1), Pelihara bawal (1), usaha ternak ikan air tawar (1), www arti mimpi membuat usaha kolam ikan (1), pakan alami ikan bawal air tawar (1), www cara memberi makan ikan air tawar com (1), pakah bisa pembesaran ikan bawal d kolam beton (1), paka bawal alami (1), nutrisi untuk pakan bawal (1), mimpi menjaga ikan di kolam (1), www pembesaran ikan bawal (1), mimpi dikasih ikan 1 kolam (1), merawat gurami di kolam pembesaran (1), pakan bawal tawar (1), USAHA PEMBESARAN IKAN LELE DAN BAWAL (1), pakan buatan ikan bawel (1), pdf cara berternak ikan bawal tawar (1), pasca panen ikan bawal air tawar (1), ukuran kolam ikan bawal air tawar (1), usaha bawal air tawar (1), pakan ikan bawal tawar (1), pakan yang baik untuk benih ikan lele (1), pakan pembesaran ikan bawal air tawar (1), usaha ikan air tawar yang terbaik (1), usaha pelihara ikan air tawar (1), pakan ikan bawal kolam air tawar (1), cara pembudidayaan ikan air tawar dengan mengunakan kolam air tenang (1), membuat pakan ikan bawal air tawar (1), prospek budidaya pembesaran ikan bawal tawar (1), pola makan ikan bawal (1), peternakan ikan bawal air tawar (1), pupuk untuk kolam ikan air tawar (1), sabah ikan air tawar kering (1), peternakan bawal air tawar (1), syarat air untuk ternak bawal (1), syarat budidaya pembesaran bawal (1), syarat tempat pembesaran ikan bawal (1), persyaratan kolam untuk ikan bawal air tawar (air tidak mengalir) (1), tabir mimpi ikan bawal (1), persyaratan budidaya bawal air tawar (1), persiapan lahan untuk pakan alami di kolam air tawar doc (1), polikultur bawal dan lele (1), populasi ikan bawal air tawar (1), proposal budidaya ikan lele kolam tanah (1), prospek bisnis bawal tawar (1), proses pembesaran ikan bawal (1), prospek dari bawal (1), proses budidaya ikan bawal pdf (1), prosedur pemberian pakan ikan bawal (1), proposal usaha pembesaran ikan mas di kolam tanah (1), proposal usaha pembesaran ikan bawal air tawar (1), proposal usaha ikan mas fileype:pdf (1), proposal usaha bawal (1), proposal usaha alat berat filetype doc: (1), proposal pengajuan bawal (1), proposal pembesaran ikan bawal air tawar (1), persiapan kolam untuk bawal (1), tehnik pemeliharaan dan pembesaran ikan bawal air tawar (1), persiapan kolam untuk air diam (1), pembuatan kolam budidaya ikan bawal di kolam tanah (1), pembesaran ikan bawal di kolam beton (1), pembesaran ikan bawal di kolam (1), teknik usaha ikan bawal (1), tempat usaha budidaya ikan air tawar (1), pembesaran ikan bawal bintang (1), usaha budidaya bawal air tawar di kolam tanah (1), tentang ikan bawal air tawar (1), pembesaran ikan air tawar (1), tentang usaha ikan bawal (1), pembesaran dan penyakit bawal tawar (1), pembesaran budidaya bawal bintang (1), teknik pemijahan ikan air laut (1), pemilihan bibit ikan bawal air tawar (1), pendahuluan manajemen pemberian pakan pada ikan patin (1), perkiraan usaha ikan lele dalam 3 tahun doc (1), perkiraan panen ikan (1), perikanan air tawar pdf (1), teknik Budiaya Bawal air Tawar (1), PENJUALAN ikan bawal air tawar (1), penjualan ikan bawal (1), pengusaha pembesaran gurami konsumsi (1), teknik budidaya ikan air tawar pdf (1), teknik budidaya ikan gurame dan bawal (1), pengertian ikan bawal air tawar (1), pengelolaan peternakan ikan bawal (1), peternakan bawal tawar (1), ternak bawal atau gurame (1), cara memberi pakan pada bawal (1), budidaya ikan pembersaran bandeng polikultur (1), budidaya ikan lele pada kolam tanah (1), budidaya ikan bawal dikolam tanah (1), budidaya ikan bawal air tawar dikolam beton (1), budidaya ikan bawal air laut (1), budidaya bawal dan pakan (1), budidaya bawal analisa usaha (1), budidaya bawal air tenang (1), budidaya bawal air tawar tenang (1), budid ikan bawal air tawar (1), bissnis yang paling prospek (1), bissnis ikan air tawar (1), bisnis perikanan air tawar (1), bisnis pembesaran ikan bawal (1), bisnis kolam air tawar (1), budidaya pembesaran ikan bawal di kolam tanah (1), Cara berternak dan tips ikan bawal dan lele (1), cara beternak bawal tawar di kolam (1), cara memberi makan pada ikan bawal (1), CARA MEMBERI MAKAN BAWAL (1), cara membasmi ikan hama di kolam ikan (1), cara membari makan ikan bawal (1), cara manajemen kalitas air d kolam pembesaran (1), cara cepat pembesaran ikan bawal (1), cara cepat membesarkan ikan bawal (1), cara cepat budidaya bawal (1), cara bududaya bawal air tawar (1), analisa bisnis bawal (1), cara budidaya ikan air tawar pdf (1), cara budidaya bawal yang baik (1), cara budidaya bawal air tawar (1), cara bikin ternak ikan lele atau bawal (1), cara bibit bawal (1), bisnis iksn air tawar (1), bisnis ikan tawar (1), bina kolam ikan (1), analisis usaha ikan air tawar (1), analisis keuntungan budidaya pembesaran ikan bawal tawar (1), Analisis keuntungan budidaya bawal air tawar (1), analisis budidaya ikan bawal air tawar (1), analisis budidaya bawal (1), analisis budi daya ikan bawal (1), analisis bisnis usaha bawal (1), analisis bisnis pembesaran bawal (1), analisis bisnis budidaya bawal (1), analisa usaha pendederan dan pembesaran ikan bawal air tawar (1), analisa usaha budidaya ikan patin dan bawal (1), analisa pembesaran bawal (1), analisa keuntungan budidaya ikan bawal tawar (1), analisa keuntungan budidaya bawal (1), analisa budidaya ikan air tawar (1), analisis usaha pendederan bawal bintang (1), analisis usaha perikanan air tawar (1), analisis usaha perikanan bawal (1), bibit ikan bawal darat (1), beternak bawal (1), berternak ikan bawal (1), bawal ikan ruca pembesaran analisis (1), bawal ikan laut atau ikan air tawar (1), barang untuk kolam iksn (1), bagaimana cara ikan air tawar makan (1), arti mimpi panen ikan (1), arti mimpi membuat kolam ikan (1), arti mimpi dapat ikan bawal (1), apakah ikan gurame bisa dipelihara bersamaan dengan ikan lele (1), apa makanan untuk bibit ikan bawal air tawar (1), Apa makanan ikan bawal (1), apa makan ikan bawal (1), analisis usaha ternak ikan bawal tawar (1), analisa bisnis ternak bawal (1), Cara Membesarkan Ikan Bawal air tawar (1), membuat makan ikan bawal (1), kebiasaan makan ikan bawal bintang (1), kebiasaan makan ikan air tawar (1), karakteristik pakan ikan bawal (1), jurnal warna air kolam yang baik bagi ikan (1), jurnal pendederan bawal bintang (1), jurnal ikan bawal tawar (1), jurnal ikan bawal air tawar (1), jurnal cara pembesaran ikan di kolam air tenang (1), jenis makanan bawal (1), jenis ikan bawal air tawar (1), Jenis dedaunan makanan bawal (1), jenis daun yang mau untuk bawal (1), ikan kolam air tawar (1), ikan dawal tawar (1), ikan dalam kolam air tawar (1), kebiasaani makanikan bawal tawar (1), keuntungan budidaya pembesaran ikan bawal tawar (1), kiat usaha ikan bawal (1), membuat kolam ikan bawal (1), manajemen pemberian pakan pada ikan bawal bintang (1), manajemen pakan ikan air tawar (1), makanan untuk ikan patin dalam pemebesaran (1), makanan untuk ikan bawal tawar (1), Makanan selingan ikan bawal (1), makanan panjin ikan bawel (1), Makanan lkan bawal air tawar (1), makanan buat ikan bawal (1), makanan bibit bawal (1), makanan bawal (1), makan bibit ikan bawal (1), makalah jenis kolam air tawar (1), langkah untuk bina kolam air tawar (1), kolam ikanair tawar (1), ikan bwal air tawar (1), ikan bawal yang efektif (1), ikan bawal merah (1), cara pemberian pakan pada ikan bawal (1), cara pemberian pakan ikan bawal air tawar (1), cara pelihara bawal terbaik (1), cara pelihara bawal (1), cara panen bawal darat tercepat (1), cara pakan bawal (1), cara menternak ikan bawal air tawar (1), cara mengembangkan ikan bawal air tawar (1), cara menberi pakan ikan bawal (1), cara memilahar ikan air tawar di bak (1), cara memelihara ikan air tawar konsumsi (1), cara memelihara bibit bawal (1), cara memelihara bawal dan gurame (1), cara membudidayakan bawel (1), cara membuat bibit bawal cepat panen (1), cara pembesaran bawal agar cepat (1), cara pembesaran ikan bawal di kolam beton (1), cara pengelolaan usaha pembenihan ikan air tawar (1), ikan bawal makan ikan (1), ikan bawal darat (1), ikan bawal air tawar pdf (1), ikan bawal air tawar makan secara (1), ikan bawal air tawar adalah (1), ikan bawal air laut (1), habitat ikan bawal air tawar (1), gambar kolam pembesaran ikan bawal air tawar (1), flickr bawal air tawar (1), filetype pdf budidaya ikan tambak (1), eksportir ikan bawal air tawar (1), depok ikan bawal air tawar (1), data kualitas air untuk tambak typefile;doc (1), cara pmebesaran bawal yang cepat (1), cara piara ikan bawal (1), cara membikin kolam ikan air tawar (1)

Kamis, 26 Januari 2012

CARA MEMBUAT DAN MERAMU PAKAN IKAN LELE






Klik untuk Pemesanan
Sejak krisis ekonomi tahun 1998, kebutuhan ikan lele meningkat dengan cukup pesat. Sebab konsumen daging sapi banyak yang baralih ke daging ayam, sementara konsumen daging ayam banyak yang pindah ke ikan. Dan ikan yang paling banyak diminta konsumen adalah lele. Sebab dibanding dengan ikan mas, nila dan patin, maka harga lele termasuk paling rendah. Lebih-lebih dengan gurami. Harga per kg. ikan mas saat ini Rp 15.000,- ditingkat konsumen. Sementara hargalele hanya Rp 9.000,- dan gurami mencapai Rp 25.000,- per kg. Produksi ikan lele, sebagimana halnya ikan mas, sudah merupakan agroindustri. Pola spesifikasi hulu tengah hilir sudah berjalan cukup baik. Pada bagian hulu ada industri pakan dan pembenihan. Di bagian tengah pembesaran ikan konsumsi dan pemeliharaan calon induk, serta di bagian hilir hanyalah sebatas distribusi dan perdagangan. Sebab daging ikan lele tidak lazim diolah dan diawetkan. Konsumsi ikan lele hanyalah sebatas segar (hidup) untuk digoreng (termasuk pecel lele) atau dimasak basah (mangut). 


Industri hulu pembenihan lele, dibagi menjadi tiga spesifikasi. Pertama produsen burayak, yakni anak ikan ukuran di bawah 1 cm. Pada bagian ini, peternak akan melakukan pemijahan induk secara buatan, menetaskan telur di akuarium, kemudian membesarkan anak ikan dalam bak-bak pembesaran sampai mencapai ukuran sekitar 1 cm. Burayak ini selanjutnya akan dibesarkan dalam bak-bak berukuran lebih besar sampai mencapai ukuran kebul, yakni benih ikan berukuran antara 1 sd. 3 cm. Selanjutnya kebul akan dibesarkan lagi dalam kolam atau bak yang berukuran lebih besar lagi, hingga mencapai ukuran antara 3 sd 5 cm. yang disebut sebagai putihan. Saat ini putihan lele banyak yang berukuran 7,5 sd. 10 cm. Hingga pembesaran lele konsumsi bisa dipersingkat antara 1 sd. 3 bulan saja. Yang dimaksud sebagai bak pembesaran, bukanlah bak permanen dari batu bata dan semen atau beton. Bak tersebut hanya berupa batu bata yang ditata membujur sebagai dinding setinggi 50 cm, hingga membentuk segi empat dengan ukuran sesuai volume benih yang akan dibesarkan. Kadang-kadang dinding bak tersebut hanya berupa papan yang diperkuat kaso. Sebagai dasar bak, dihamparkan pasir yang kemudian diratakan serta dipadatkan. Bak darurat itu lalu dilapis plastik.


Air yang digunakan hanyalah air sumur biasa, air dari kali atau sumber air lainnya. Peralatan yang sangat penting adalah pompa sedot yang dihubungkan dengan filter. Air dalam bak darurat itu harus bersirkulasi dengan bantuan pompa, masuk ke dalam filter untuk menyaring kotoran lalu dikembalikan ke dalam bak. Teknologi ini sudah biasa dipergunakan oleh penangkar benih ikan dalam menangani air akuarium. Juga digunakan dalam kolam-kolam taman di perumahan. Praktis, investasi bak demikian sangat murah. Nilai paling tinggi hanyalah pada plastik dan pompa. Satu petak bak ukuran 3 X 5 m. misalnya, hanya akan menghabiskan biaya  sekitar Rp 50.000,- apabila kita membangun minimal 5 petakan. Pompa berikut filternya sekitar Rp 250.000,- yang bisa digunakan untuk sirkulasi bagi 5 petak kolam tersebut. Hingga investasi tiap petaknya hanya sekitar Rp 100.000,- Komponen biaya paling tinggi dalam industri peternakan dan perikanan adalah pakan. Apabila peternak menggunakan pakan buatan dari toko, nilainya bisa mencapai 70% dari seluruh komponen biaya. Saat ini harga pakan buatan sudah sekitar Rp 2.500,- per kg. Karenanya, para peternak lele biasanya memilih menggunakan pakan ramuan sendiri hingga marjin yang diperoleh bisa lebih besar dibanding penggunaan pakan buatan pabrik. 


Biasanya, para peternak akan meramu pakan yang terdiri dari dedak halus (bekatul) 20%, ampas tahu 20%, menir atau jagung giling 20%, dan ayam broiller mati yang dibeli borongan di peternakan ayam atau ikan rucah yang dibeli di TempatPelelangan Ikan (TPI) sebanyak 35%, tepung tapioka 5% dan vitamin C serta B Complex. Ayam broiller atau ikan tadi dibersihkan dan hanya diambil dagingnya. Tulang, jeroan serta kulit dibuang. Selanjutnya bahan-bahan itu digiling menggunakan gilingan daging manual. Hasilnya berupa adonan yang liat. Adonan dibentuk lempengan seperti pempek Palembang lalu dikukus sampai benar-benar masak. Tanda kemasakan adalah,apabila ditusuk, sudah tidak ada bagian yang berwarna keputih-putihan. Pakan ramuan sendiri inilah yang dijadikan menu sehari-hari lele tersebut. Baik yang masih berupa burayak, kebul, putihan maupun lele konsumsi. Bedanya, pada pakan burayak, komposisi protein hewaninya diperbesar menjadi 50% dengan ditambah kuning telur. Telur-telur ini pun merupakan telur afkir yang kondisinya masih bagus, yang dibeli di pengusaha penetasan telur ayam maupun itik. Dedak halus, ampas tahu dan menir atau jagungnya dikurangi hingga masing-masing tinggal 15%. 


Pakan berupa "kue kukus" tersebut bisa tahan disimpan di kulkas sampai dengan 1 minggu. Hingga produksi pakan yang sangat merepotkan ini bisa dilakukan selang 1 minggu sekali, 3 hari sekali atau sesuai dengan kesempatan dan kebutuhan. Cara pemberian pakan cukup dengan ditaruh dalam tampah, nyiru atau nampan kayu dan dimasukkan ke dalam bak atau kolam. Tampah,  nyiru atau kotak kayu ini dibuat tiga susun. Tampah paling bawah berukuran paling besar, yang ditengah tanggung dan yang di atas paling kecil. Tiga tampah ini diikat kawat dengan jarak sekitar 15 cm. dan diberi gantungan untuk mengikatkannya di tiang pancang, hingga tampah paling atas hanya masuk ke dalam air sebatas 10 sd. 20 cm. Pakan hanya ditaruh pada tampah bagian atas. Tetapi karena lele itu akan makan secara berebutan, maka pakan akan berhamburan dan jatuh pada tampah kedua. Di sini pun pakan diperebutkan dan kembali berhamburan. Tetapi karena pakan di tampah kedua hanya merupakan ceceran dari tampah diatasnya, maka yang jatuh ke tampah ketiga pun volumenya terbatas.


Dengan cara tersebut, pakan yang jatuh dan masuk ke dalam kolam bisa diminimalkan.  Burayak, kebul, putihan atau lele di kolam pembesaran itu akan langsung berebutan setiapkali pakan disajikan. Porsi pemberiannya harus pas. Cara untuk mengukur kebutuhan pakan adalah dengan menaruh pakan sedikit demi sedikit. Kalau pakan yang ditaruh habis, berarti perlu ditaruh sedikit lagi. Demikian seterusnya sampai anak lele atau lele konsumsi di kolam pembesaran itu tidak mau makan lagi. Setelah lele kenyang, maka tempat pakan itu diangkat agar pakan yang tersisa tidak mencemari kolam. Pemberian pakan harus dilakukan sesering mungkin. Dalam sehari, pemberian pakan bisa berlangsung empat sampai lima kali. Keterlambatan pemberian pakan, juga pemberian pakan dengan frekuansi hanya dua sampai tiga kali, akan mengakibatkan sebagian lele mengalami kelambatan pertumbuhan, sementara sebagian lain akan tumbuh dengan sangat pesat. Akibatnya akan terjadi kanibalisme. Lele yang kontet menjadi mangsa lele yang pertumbuhannya sangat pesat. Individu lele yang sering melakukan kanibal, akan tumbuh lebih pesat lagi hingga potensial untuk memangsa teman-temannya lebih banyak lagi.  


Harga dedak halus, saat ini Rp 800,- per kg. (kering). Harga ampas tahu sekitar Rp 150,- (basah). Harga ayam mati Rp 1.000,- per ekor bobot 1,5 kg. kotor atau 0,75 kg.daging.  Menir atau jagung giling Rp 1.500,- per kg. Tepung tapioka Rp 2.000,- per kg. Vitamin-vitamin senilai Rp 50,- per kg. ramuan. Dengan komposisi dedak halus, ampas tahu dan menir 20%, ayam 35% dan tepung tapioka 5%, maka nilai pakan dengan bobot 10 kg adalah Rp 10.900,- atau per kg. basah Rp 1.140,- Biaya produksi (tenaga kerja + bahan bakar) sekitar Rp 200,- per kg. Hingga total nilai pakan Rp 1.340,- bobot basah atau bobot kering Rp 2 000,- Dengan asumsi harga pakan pabrik Rp 2.500,- per kg, maka harga pakan ramuan sendiri ini lebih murah Rp 500,- per kg. Harga lele di tingkat peternak, saat ini Rp 5.500,- dari harga tersebut, peternak mengambil marjin sekitar 20%, hingga harga pokoknya Rp 4.400,- Dari harga pokok tersebut, sekitar 70% atau Rp 3.080,- merupakan nilai pakan.  Harga ini menggunakan patokan perhitungan pakan pabrik dengan bobot 1,232 kg. Apabila menggunakan pakan ramuan sendiri dengan nilai Rp 2.000,-per kg, maka nilai pakan itu hanya Rp 2.464,- Berarti, dari tiap kg. ikan lele yang diproduksi menggunakan pakan ramuan sendiri, peternak memperloleh tambahan marjin Rp 616,- Dengan volume pembesaran lele 10 ton dalam jangka waktu 3 bulan, maka marjin tambahan yang bisa diperoleh peternak dari penggunaan pakan tambahan adalah Rp 6.160.000,- 


Perhitungan ramuan pkan dengan konversinya pasti akan sangat bervariasi, tergantung lokasi peternakan dan kejelian peternak untuk memperolehbahan pakan yang berkualitas sama baik tetapi dengan harga yang jauh lebih murah. Kelebihan penggunaan pakan buatan sendiri adalah, peternak bisa mengatur komposisi protein hewani maupun nabatinya, sesuai dengan ketersediaan bahan yang ada. Peternak juga bisa mempertinggi prosentase protein hewaninya agar pertumbuhan lele bisa dipercepat, namun tanpa terlalu besar menambah beban biaya pakan akibat pembengkakan nilai protein hewani terebut. Ini semua memerlukan kejelian yang luarbiasa, hingga keong sawah atau darat, kepompong ulat sutera dan cacing tanah misalnya, akan mampu memperbesar marjin. Pemeliharaan cacing tanah, paling tinggi hanya boleh menghabiskan biaya produksi Rp 2.000 per kg. Ini dimungkinkan sebab komponen pakan cacing adalah limbah organik. Meskipun nilai gizi cacing tanah terlalu tinggi untuk dimanfaatkan bagi pembesaran lele. Cacing tanah lebih cocok untuk pakan pembesaran ikan yang nilai ekonomisnya juga lebih tinggi dari lele. (R) * * *


sumber : http://foragri.blogsome.com/meramu-pakan-untuk-pembesaran-lele/

Selasa, 22 November 2011

TEKNOLOGI TEPAT GUNA BUDIDAYA IKAN MAS










Sumber | PPEMP-BAPPENAS | IPTEKnet



1. SEJARAH SINGKAT



Ikan
mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih
kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum
masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun
1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia
merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan
Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di
Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat
diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.

2. SENTRA PERIKANAN

Budidaya
ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai
air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum.
Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya,
Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta

3. JENIS

Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:
Kelas : Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : Cyprinidae
Marga : Cyprinus
Jenis : Cyprinus carpio L.

Saat
ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri
dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan
kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk
fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain
ikan mas adalah sebagai berikut:

1. Ikan mas punten: sisik
berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung
tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan
antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1.
2. Ikan mas
majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih
gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila
diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang
badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.
3. Ikan mas si nyonya: sisik
berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak
menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih
suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi
badan antara 3,6:1.
4. Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau
kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat;
mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang
badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.
5. Ikan mas koi: bentuk badan
bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti
putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.
Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm
nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi
nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku
nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak
strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena
diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif
panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak
dibudidayakan.

4. MANFAAT

1. Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
2. Sebagai ikan hias.

5. PERSYARATAN LOKASI

1.
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah
liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa
air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding
kolam.
2. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
3. Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
4.
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu
keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah
pabrik.
5. Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban,
dan sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir
sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air
untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran
di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m³.
6. Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.
7. Suhu air yang baik berkisar antara 20-25°C.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Kolam

Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas
banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5%
sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
1. Kolam pemeliharaan induk

Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas
pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam
seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak.
Sedangkan bila
diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg
induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya
persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan
dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan
paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya
berbentuk monik.
2. Kolam pemijahan

Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas
kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk
kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk
dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m² dengan 18 buah
ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk
menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan
pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam
kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama
dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan
kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk
dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.
3. Kolam pendederan

Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk
kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan
pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per
petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan
dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran
dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir
adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk
memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah
pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air
sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.
2. Peralatan

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mas
diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu
untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember,
baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg),
cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur
kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk
memanen/menangkap ikan mas antara lain adalah warring / scoopnet yang
halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5
cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus
(untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan
telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan
telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih,
ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut
benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco
(untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan
konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu
keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar),
jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan
konsumsi).
3. Persiapan Media
Yang dimaksud dengan
persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan,
terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media
pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama
beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan
ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan
berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis
50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang
berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter
persegi.
2. Pembibitan
1. Pemilihan Bibit dan Induk

Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu
secara tradisional, semi intensif dan secara intensif. Dengan semakin
meningkatnya teknologi budidaya ikan, khususnya teknologi pembenihan
maka telah dilaksanakan penggunaan induk-induk yang berkualitas baik.
Keberhasilan usaha pembenihan tidak lagi banyak bergantung pada kondisi
alam namun manusia telah banyak menemukan kemajuan diantaranya pemijahan
dengan hipofisisasi, peningkatan derajat pembuahan telur dengan teknik
pembunuhan buatan, penetasan telur secara terkontrol, pengendalian
kuantitas dan kualitas air, teknik kultur makanan alami dan pemurnian
kualitas induk ikan. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan
penyeleksian terhadap induk ikan mas.
* Adapun ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:

1. Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat
berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar
0,5 kg/ekor.
2. Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.

3. Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak
terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan;
lensa mata tampak jernih.
4. Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
5. Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.
* Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
1. Betina
o Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.
o Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
o Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
2. Jantan
o Badan tampak langsing.
o Gerakan lincah dan gesit.
o Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
2. Sistim Pembenihan/Pemijahan
Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu
1. Sistim pemijahan tradisional
Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional, yaitu:
* Cara sunda:

1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi,
dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada
pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
2. disediakan injuk untuk menepelkan telur;
3. setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.
* Cara cimindi:

1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi,
dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada
pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan
kolam penetasan;
2. disediakan injuk untuk
menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan
dibatasi pematang antara dari tanah;
3. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;

4. tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka
kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.
* Cara rancapaku:

1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi,
dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada
pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan
kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;

2. disediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput
disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang
antara dari tanah;
3. setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;

4. setelah benih ikan kuat maka akan berpindah
tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.
* Cara sumatera:

1. luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar
kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi
hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam
penetasan;
2. disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
3. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
4. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
* Cara dubish:

1. luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi,
dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan
lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam
pemijahan merupakan kolam penetasan;
2. sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
3. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
4. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
* Cara hofer:

1. sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit
dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
2. Sistim kawin suntik

Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yang
matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak
kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh
dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak
besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk
akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang
tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.
3. Pembenihan/Pemijahan
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemijahan ikan mas:
1. Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
2. Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
3. Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.

4. Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam,
sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter
persegi.
5. Pemberian makanan dengan kandungan protein
25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore
hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.
4. Pemeliharaan Bibit/Pendederan

Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah
telur-telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam
pendederan (luas 200-500 meter persegi) yang sudah siap menerima anak
ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan
dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan.
Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit diseuaikan dengan
ketentuan. Pendederan ikan mas dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu:

1. Tahap I: umur benih yang disebar sekitar 5-7
hari(ukuran1-1,5 cm); jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter
persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 2-3 cm.

2. Tahap II: umur benih setelah tahap I selesai; jumlah benih
yang disebar=50-75 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran
benih menjadi 3-5 cm.
3. Tahap III: umur benih setelah
tahap II selesai; jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter persegi;
lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 5-8 cm; perlu penambahan
makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

4. Tahap IV: umur benih setelah tahap III selesai; jumlah benih yang
disebar=3-5 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih
menjadi 8-12 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari
jumlah bobot benih.
5. Perlakuan dan Perawatan Bibit

Apabila benih belum mencapai ukuran 100 gram, maka benih diberi pakan
pelet 2 mm sebanyak 3 kali bobot total benih yang diberikan 4 kali
sehari selama 3 minggu.
3. Pemeliharaan Pembesaran
Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.
1. Polikultur
1. ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau
2. ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.
2. Monokultur

Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik
dibandingkan dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan
antara induk jantan dan betina.
1. Pemupukan

Pemupukan dengan kotoran kandang (ayam) sebanyak 250-500 gram/m 2 ,
TSP 10 gram/m 2 , Urea 10 gram/m 2 , kapur 25-100 gram/m 2 . Setelah itu
kolam diisi air 39\0-40 cm. Biarkan 5-7 hari. Dua hari setelah
pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat seperti
Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC dengan dosis 2-4 ppm. Tujuannya untuk
memberantas serangga dan udang-udangan yang memangsa rotifera. Setelah 7
hari kemudian, air ditinggikan sekitar 60 cm. Padat penebaran ikan
tergantung pemeliharaannya. Jika hanya mengandalkan pakan alami dan
dedak, maka padat penebaran adalah 100-200 ekor/m 2 , sedangkan bila
diberi pakan pellet, maka penebaran adalah 300-400 ekor/m 2 (benih lepas
hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari saat suhu rendah.
2. Pemberian Pakan

Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan
pemberian pakan buatan. Pakan yang berkualitas baik mengandung zat-zat
makanan yang cukup, yaitu protein yang mengandung asam amino esensial,
karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Perawatan larva dalam hapa
sekitar 4-5 hari. Setelah larva tidak menempel pada kakaban (3-4 hari
kemudian) kakaban diangkat dan dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva,
1 butir kuning telur rebus untuk 100.000 ekor/hari. Caranya kuning
telur dibuat suspensi (1/4 liter air untuk 1 butir), kuning telur
diremas dalam kain kemudian diberikan pada benih, perawatan 5-7 hari.
3. Pemeliharaan Kolam/Tambak

Dalam hal pemeliharaan ikan mas yang tidak boleh
terabaikan adalah menjaga kondisi perairan agar kualitas air cukup
stabil dan bersih serta tidak tercemari/teracuni oleh zat beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama
1. Bebeasan (Notonecta)

Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian:
menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
2. Ucrit (Larva cybister)

Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian:
sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
3. Kodok
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.
4. Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
5. Lingsang
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
6. Burung

Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.
Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi
rumbai-rumbai atau tali penghalang.
7. Ikan gabus
Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
8. Belut dan kepiting
Pengendalian: lakukan penangkapan.
2. Penyakit
1. Bintik merah (White spot)

Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak
bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih,
menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan
berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.

Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100
cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam
dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100
cc air.
2. Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)
Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.
Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.
3. Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)

Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang
rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya,
terjadi pendarahan dan menebal pada insang.
Pengendalian:

1. direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15
menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;
2. hindari penebaran ikan yang berlebihan.
4. Kutu ikan (argulosis)

Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya.
Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah
(hemorrtage).
Pengendalian:
1. ikan yang
terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit
dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;
2. dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
5. Jamur (Saprolegniasis)
Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.
Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.

Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat
(MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam
dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.
6. Gatal (Trichodiniasis)
Menyerang benih ikan.
Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.
Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.
7. Bakteri psedomonas flurescens
Penyakit yang sangat ganas.
Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.

Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline
25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari
berturut-turut.
8. Bakteri aeromonas punctata
Penyakit yang sangat ganas.

Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh;
cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam
organ hati dan ginjal.
Pengendalian: penyuntikan
chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan;
pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mas:

1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
7.
Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus
peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal
perkolaman.

8. PANEN

1. Pemanenan Benih

Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan
alat-alat tangkap dan sarana perlengkapannya. Beberapa alat tangkap dan
sarana yang disiapkan diantaranya keramba, ember biasa, ember lebar,
seser halus sebagai alat tangkap benih, jaring atau hapa sebagai
penyimpanan benih sementara, saringan yang digunakan untuk mengeluarkan
air dari kolam agar benih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak
penampungan yang berisi air bersih untuk penyimpanan benih hasil panen.
Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi
dan sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini
dimaksudkan untuk menghindari terik matahari yang dapat mengganggu benih
ikan kesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula dengan
menyurutkan air kolam pendederan sekitar pkul 04.00 atau 05.00 pagi
secara perlahan-lahan agar ikan tidak stres akibat tekanan air yang
berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai ditangkap dengan
seser halus atau jaring dan ditampung dalam ember atau keramba. Benih
dapat dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat
diperoleh dapat mencapai 70-80% dengan ukuran benih antara 8-12 cm.
2. Cara Perhitungan

Benih Untuk mengetahui benih ikan hasil panenan yang disimpan dalam
bak penyimpanan maka sebelum dijual, terlebih dahulu dihitung jumlahnya.
Cara menghitung benih umumnya dengan memakai takaran, yaitu dengan
menggunakan sendok untuk larva dan kebul, cawan untuk menghitung
putihan, dan dihitung per ekor untuk benih ukuran glondongan.
Penghitungan benih biasanya dengan cara:
1. Penghitungan dengan sendok.
2. Penghitungan dengan mangkok.
3. Pembersihan

Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring dan ada
saluran di tengah kolam, selain itu pada dasar kolam tersebut ada bagian
yang lebih dalam dengan ukuran 1-2 meter persegi sehingga ketika air
menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang dalam
tersebut. Benih ikan lalu ditangkap sampai habis dan tidak ada yang
ketinggalan dalam kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan dalam
bak-bak penampungan yang
telah disiapkan.
4. Pemanenan Hasil Pembesaran

Untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen
total. Umur ikan mas yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat
berkisar antara 400-600 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara
mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak
pemanenan / petak penangkapan dibuat seluas 2 meter persegi di depan
pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan.
Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan
menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan
secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.

9. PASCAPANEN

Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

1. Penanganan ikan hidup

Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual
dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut
sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
2. Penanganan ikan segar

Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang
perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.

3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan
jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi
dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan
kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan
tinggi kotak maksimum 50 cm.
4. Ikan diletakkan di dalam wadah
yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan
kecil-kecil (es curai) dengan erbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar
kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan
es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya.
Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan
dengan penutup kotak.
3. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:

1. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit,
parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke
dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).

2. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas
hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat
digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
3. Sebelum
diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan
tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi
yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x
0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih
ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih
dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
4. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
* Sistem terbuka

Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau
tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap
keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut
sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
* Sistem tertutup

Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang
memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume
media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer
Na2(hpo)4.H2O sebanyak 9 gram.
Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
1. masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;

3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong
plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
4. kantong plastik lalu diikat.

5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan
posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m,
lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:

1. Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
2.
Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam
setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong
plastik terjadi perlahan-lahan.
3. Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 menit.
4.
Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih
ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan
tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat
juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin
sebanyak 4% selama 3-5 menit.
5. Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

1. Analisis Usaha Budidaya

Analisis budidaya ikan mas koki dengan luas lahan 70 m 2 (kapasitas
1000 ekor) selama 7 bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.
1. Biaya produksi
1. Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,-
2. Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp. 100.000,-
3. Pakan
* Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 225.000,-
* Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,- Rp. 95.000,-
* Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 75.000,-
* Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. 5.000,- Rp. 140.000,-
* Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp. 280.000,-
* Obat-oabatan Rp. 10.000,-
4. Peralatan Rp. 50.000,-
5. Lain-lain Rp. 150.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 2.625.000,-
2. Pendapatan
1. Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,- Rp. 400.000,-
2. Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. 3.000,- Rp. 750.000,-
3. Panen III ( 2 bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 2.500.000,-
Jumlah pendapatan Rp. 3.650.000,-
3. Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,- --> Keuntungan per bulan Rp. 146.425,-
4. Parameter kelayakan usaha : B/C ratio 1,39
2. Gambaran Peluang Agribisnis

Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari
sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha
merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha
perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya
yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan,
program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama
dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan
dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran
lokal akan ikan mas dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang
surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mas
mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual
baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain
itu penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak ada masalah,
prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor
permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan
merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

11. DAFTAR PUSTAKA

1. DAMANA, Rahman. 1990. Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif dalam Sinar Tani. 2 ,Juni 1990 hal. 2
2. GUNAWAN. Mengenal Cara Pemijahan Ikan Mas dalam Sinar Tani. 27 Agustus 1988 hal. 5
3. RUKMANA, Rahmat. 1991. Budidaya Ikan Mas, Untungnya Bagai Menabung Emas dalam Sinar Tani. 13 Februari 1991 hal. 5
4. RUKMANA, Rahmat. 1992. Prospek Usaha Ikan Mas Menggiurkan Dan Menguntungkan dalam Suara Karya. 18 Februari 1992 hal. 7
5. SANTOSO, Budi. 1993. Petunjuk praktis : Budidaya ikan mas. Yogyakarta : Kanisius.
6. SUMANTADINATA, Komar. 1981. Pengembangbiakan ikan-ikan peliharaan di Indonesia. Jakarta : Sastra Hudaya.
7. SUSENO, Djoko. 1999. Pengelolaan usaha pembenihan ikan mas, cet. :7. Jakarta : Penebar Swadaya.

12. KONTAK HUBUNGAN

Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS;
Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829 



GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :



Loading



Logitech Keyboards