Tampilkan postingan dengan label Ternak Lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ternak Lele. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

PROGRAM PEMBESARAN IKAN LELE SISTEM BUDIDAYA BOSTER














Sebelum benih ditebar, lakukan sterilisasi air kolam dengan BOSTER AQUASEPTIK
atau BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 1 ppm atau 1 tutup dilarutkan dalam air 1
timba dan ditebar merata pada kolam ukuran 10 m3 kemudian diamkan selama 2 - 3
hari. Pada kolam tanah , lakukan pengolahan lahan dengan cara pengeringan dan
penebaran BOSTER MANSTAP untuk meningkatkan pH tanah dan mengembalikan unsur
hara tanah yang baik untuk memacu tumbuhnya pakan alami pada awal budidaya.


 














UMUR : 1 - 5


  • SUPPLEMENT : BOSTER VITALIQUID + BOSTER
    FISH IMUNOVIT

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 5 ml BOSTER
    VITALIQUID / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan ; >> 2 - 3 ml BOSTER
    FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan.

  • FUNGSI : *BOSTER VITALIQUID : >>
    Menambah nutrisi pakan, memacu pertumbuhan benih; *BOSTER FISH IMUNOVIT :
    >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan, mengurangi stress
    karena perubahan lingkungan.

  • TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1 tutup
    untuk kolam untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam air 1 timba dan
    ditebar merata ke seluruh bagian kolam sehari sebelum ikan di tebar.

  • TUJUAN : >> Pemupukan perairan
    kolam; >> Merangsang tumbuhnya plankton sebagai pakan alami benih
    dan menjaga kestabilan perairan; >> Menambah pasokan oksigen pada
    siang hari; >> Menguraikan gas-gas beracun







UMUR : 6 - 10


  • SUPPLEMENT : BOSTER VITALIQUID + BOSTER
    FISH IMUNOVIT

  • DOSIS DAN CARA PAKAI :  sda ( sama
    dengan atas )

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYM

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam 2 m3 ( tebar
    pada hari ke-6 )

  • TUJUAN : >> Menguraikan sisa
    pakan, kotoran ikan dan lumut yang kerap muncul diawal budidaya; >>
    Memacu pertumbuhan plankton







UMUR : 11 - 15


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3
    gr BOSTER PREMIX AQUAVITA / kg pakan atau 1 sendok kecil dicampur dengan
    pakan 1 kg; >> 2 - 3 gr BOSTER GROTOP / kg pakan atau 1 sendok kecil
    dicampur dengan pakan 1 kg

  • FUNGSI : *BOSTER PREMIX AQUAVITA :
    >> Multivitamin lengkap untuk menambah asupan gizi pada pakan,
    >> Meningkatkan nafsu makan dan mempercepat pertumbuhan; *BOSTER GROTOP
    : >> Vitamin dan Enzym yang membantu pencernaan dan penyerapan
    sari-sari pakan secara optimal.

  • TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan angkat ikan yang sakit lalu di
    celup-celupkan sebentar 2 - 3 kali kedalam larutan. JANGAN
    DIRENDAM.                                    
    UNTUK TREATMENT AIR : gunakan dosis 1ppm  ( 1 ml/ton air) 1cc untuk
    kolam 1 m3

  • TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya
    koloni bakteri patogen ( pembawa penyakit ); >> Mengurangi kepadatan
    plankton; >> Mestabilkan kualitas air budidaya; >> Memberantas
    jamur dan parasit yang menempel pada tubuh ikan.







UMUR : 16 - 20


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 2 ppm atau 1
    tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam seluas 5
    m3 ( tebar pada hari ke-16)

  • TUJUAN : >> Menstabilkan pH (
    keasaman ) air kolam; >> Regenerasi plankton baru sehingga air
    nampak segar kembali.







UMUR : 21 - 25


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYM

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam 2 m3 ( tebar
    pada hari ke-21 )

  • TUJUAN : >> Menguraikan sisa
    pakan, kotoran ikan, dan lumut yang kerap muncul diawal budidaya; >>
    Memacu pertumbuhan plankton; >> Menstabilkan kualitas air







UMUR : 26 - 30


  • SUPPLEMENT : BOSTER FISH IMUNOVIT + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3
    ml BOSTER FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan ;
    >> 2 - 3 gr BOSTER GROTOP / kg pakan atau 1 sendok kecil di campur
    dengan pakan 1 kg.

  • FUNGSI : *BOSTER FISH IMUNOVIT :
    >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan terhadap serangan
    penyakit dan perubahan cuaca; *BOSTER GROTOP : >> Vitamin dan Enzym
    yang membantu pencernaan dan penyerapan sari-sari pakan secara optimal

  • TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam 10 m3 ( tebar
    pada hari ke-28 )

  • TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya
    koloni bakteri pathogen ( pembawa penyakit ); >> Mengurangi
    kepadatan plankton; >> Menstabilkan dan sterilisasi air budidaya.







UMUR : 31 - 35


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER SEL MULTI

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1
    tutup untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar
    merata ke seluruh bagian kolam ( tebar pada hari ke-31 )

  • TUJUAN : >> Menumbuhkan koloni
    bakteri strain positif ( bakteri menguntungkan ) guna merombak perairan
    dasar kolam yang telah dipenuhi timbunan sisa pakan dan kotoran; >>
    Mengurangi bau dan kepekatan air kolam; >> Mengembalikan kesuburan
    dan kesegaran perairan.







UMUR : 36 - 40


  • SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 2 ppm atau 1
    tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam seluas 5
    m3 ( tebar pada hari ke-36 )

  • TUJUAN : >> Menstabilkan pH ( keasaman
    ) air kolam; >> Regenerasi plankton baru sehingga air nampak segar
    kembali







UMUR : 41 - 45


  • SUPPLEMENT : BOSTER FISH IMUNOVIT + BOSTER
    AMINO LIQUID

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3
    ml BOSTER FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan ;
    >> 2 - 3 ml BOSTER AMINO LIQUID / kg pakan atau 1 tutup / 5 kg pakan

  • FUNGSI : *BOSTER FISH IMUNOVIT :
    >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan terhadap serangan
    penyakit dan perubahan cuaca; *BOSTER AMINO LIQUID : >> Merangsng
    nafsu makan melalui aroma atractan; >> Menambah kandungan protein
    pada pakan; >> Mempercepat pertumbuhan dan daging menjadi padat (
    tidak gembos )

  • TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok
    dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam seluas 10 m3 (
    tebar pada hari ke-42 )

  • TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya
    koloni bakteri pathogen ( pembawa penyakit ); >> Mengurangi
    kepadatan plankton; >> Menstabilkan dan sterilisasi air budidaya







UMUR : 46 - 55


  • SUPPLEMENT : BOSTER AMINO LIQUID + BOSTER
    GROTOP

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : sda

  • FUNGSI : sda

  • TREATMENT AIR : BOSTER SEL MULTI

  • DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1
    tutup untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar
    merata keseluruh bagian kolam ( tebar pada hari ke-46 )

  • TUJUAN : >> Menumbuhkan koloni
    bakteri menguntungkan guna merombak perairan dasar kolam yang telah
    dipenuhi timbunan sisa pakan dan kotoran; >> Mengurangi bau dan
    kepekatan air kolam 













Jumat, 02 Maret 2012

Budidaya Ikan Lele Makin Menguntungkan

by Cahayaputrifarm


I. Pendahuluan

Semakin hari kebutuhan ikan lele meningkat dengan cukup pesat. Sebab konsumen daging sapi banyak yang baralih ke daging ayam, sementara konsumen daging ayam banyak yang pindah ke ikan. Dan ikan yang paling banyak diminta konsumen adalah lele. Sebab dibanding dengan ikan mas, nila dan patin, maka harga lele termasuk paling rendah. Lebih-lebih dengan gurami.



Harga per kg. ikan mas saat ini Rp 20.000,-/Kg di tingkat konsumen, harga ikan patin Rp 16.000,-/Kg. Sementara hargalele hanya Rp 15.000,- dan gurami mencapai Rp 40.000,- per kg. Produksi ikan lele, sebagimana halnya ikan mas, sudah merupakan agroindustri. Pola spesifikasi hulu tengah hilir sudah berjalan cukup baik. Pada bagian hulu ada industri pakan dan pembenihan. Di bagian tengah pembesaran ikan konsumsi dan pemeliharaan calon induk, serta di bagian hilir hanyalah sebatas distribusi dan perdagangan. Sebab daging ikan lele tidak lazim diolah dan diawetkan. Konsumsi ikan lele hanyalah sebatas segar (hidup) untuk digoreng (termasuk pecel lele) atau dimasak basah (mangut).



Sampai saat ini Budidaya ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, hal ini dikarenakan kebutuhan konsumen yang kian banyak, dan juga dari segi budidaya, usaha budidaya ikan lele lebih mudah untuk dilaksanakan dan lebih cepat menghasilkan dibandingkan dengan budidaya ikan jenis lain yang memerlukan waktu relatif lebih panjang. Budidaya ikan lele cukup dengan waktu 2-3 bulan sudah bisa panen, sedangkan budidaya ikan patin, nila, dan emas setidaknya memerlukan waktu 6-8 bulan, terlebih lagi budidaya ikan gurame yang memerlukan waktu lebih dari satu tahun.



Namun demikian tidak sedikit pembudidaya ikan lele yang gulung tikar dikarenakan harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.

Berikut ini diberikan gambaran tentang perhitungan jumlah kebutuhan pakan 1.000 ekor lele dengan masa pemeliharaan sampai dengan 2 bulan.



Untuk 1000 ekor lele akan menghasilkan daging konsumsi seberat 100 Kg, dengan kebutuhan pakan sesuai FCR 1:1 adalah 100 Kg pelet pabrik.

Jadi pengeluaran biaya untuk kebutuhan pakan lele adalah 100 kg x Rp 7.500,00 = Rp 750.000,00. Sementara biaya untuk pembelian bibit, yaitu 1.000 ekor x Rp 200,00 = Rp 200.000,00. Dengan demikian, modal untuk pengadaan sarana produksi adalah Rp 750.000,00 + Rp 200.000,00 = Rp 950.000,00



Berdasarkan perhitungan analisis usaha, target hasil usaha (penjualan lele) adalah 100 Kg x Rp. 11.000,00 = Rp 1.100.000,00. Jadi, hasil usaha yang akan diperoleh adalah Rp 1.100.000,00 - Rp 950.000,00 = Rp 150.000,00. Hasil usaha tersebut masih sangat sedikit bahkan cenderung merugi jika faktor-faktor produksi yang lain yang sifatnya kecil dimasukkan.



Dari uraian di atas diketahui bahwa pakan merupakan faktor produksi terbesar dalam budidaya ikan lele, dalam hal ini pakan menyerap 80 % dari biaya produksi.



II. Perumusan Masalah

a. KEBUTUHAN PAKAN LELE TINGGI

b. HARGA PAKAN LELE PRODUKSI PABRIK MAHAL

c. PAKAN ALTERNATIF (SIPUT, KEONG, AYAM MATI) KEBERADAANNYA TIDAK MENJAMIN DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN PAKAN LELE DALAM SKALA BESAR.



III. Pemecahan Masalah

UNTUK MENSIKAPI MASALAH TERSEBUT upaya yang harus dilakukan yaitu menekan pengeluaran biaya pembelian pakan untuk memaksimalkan perolehan hasil usaha.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan lele, sebaiknya pakan pelet tersebut dibuat sendiri.



IV. MEMBUAT PAKAN IKAN SENDIRI

Kebanyakan petani masih ragu dengan Pakan ikan (pelet) buatan sendiri. Padahal kualitas pakan buatan sendiri belum tentu kalah dari pakan buatan pabrik. Bahkan tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar, jika bahan-bahan pembuatan pakan tersebut cukup tersedia dan kandungan mineral dan vitamin yang baik untuk pertumbuhan ikan dapat kita atur sesuai kebutuhannya.



Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila berbeda dengan ikan lele.



Pakan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama.



Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan.



ikan lele yang berumur 1-2 bulan memerlukan pakan pelet dengan nilai protein antara 30%-35%.



Ikan lele yang berumur 2-3 bulan keatas (lele konsumsi) memerlukan pakan pelet dengan nilai protein 25%-30% .



Setelah mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan.



Jika tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas kita masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan dua atau tiga macam jenis bahan. Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Lebih baik dengan bahan dua atau tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stres oleh karena perubahan bahan pembuatan pelet.



PROSES PEMBUATAN PELET

 Bahan baku dihaluskan sampai berbentuk tepung (halus)

 Semua bahan dicampur dan diaduk sampai merata

 Dicetak dengan mesin cetak atau dengan sistem manual

 Dijemur atau diopen

 Dikemas



PROFIT MARGIN YANG DIPEROLEH DARI BUDIDAYA LELE DENGAN PAKAN PRODUKSI SENDIRI



Berikut ini diberikan gambaran tentang perhitungan keuntungan yang diperoleh dari budidaya lele dengan menggunakan pakan produksi sendiri.

Dari hasil pengalaman kami kebutuhan pakan untuk 1000 ekor apabila dengan menggunakan pakan buatan sendiri dengan bahan bekatul, ikan rucah, ditambah vitamin dan mineral pemacu pertumbuhan adalah sebanyak 120 kg.



Pakan yang kami gunakan adalah seperti berikut :





Analisa perhitungan usaha budidaya lele yang kami lakukan adalah sebagai berikut :



Untuk 1000 ekor lele akan menghasilkan daging konsumsi seberat 100 Kg, dengan kebutuhan pakan adalah 120 Kg pelet buatan sendiri. Biaya untuk pengadaan pakan adalah Rp 370.000,00. Sementara biaya untuk pembelian bibit, yaitu 1.000 ekor x Rp 200,00 = Rp 200.000,00. Dengan demikian, modal untuk pengadaan sarana produksi adalah Rp 370.000,00 + Rp 200.000,00 = Rp 570.000,00



Berdasarkan perhitungan analisis usaha, target hasil usaha (penjualan lele) adalah 100 Kg x Rp. 11.000,00 = Rp 1.100.000,00. Jadi, hasil usaha yang akan diperoleh adalah Rp 1.100.000,00 - Rp 570.000,00 = Rp 530.000,00.



Dengan demikian usaha budidaya ikan lele dengan pakan buatan sendiri lebih menguntungkan daripada apabila kita mengunakan pakan buatan pabrik. Yang terpenting dalam kita melakukan usaha ini adalah berani mencoba, dan pantang menyerah. Sukses!
 
sumber : http://rencanakerjausaha.blogspot.com/2011/07/budidaya-ikan-lele-makin-menguntungkan.html

Minggu, 23 Oktober 2011

PANDUAN DAN CARA BUDIDAYA IKAN LELE ORGANIK



DAPATKAN BUKU CARA BUDIDAYA LELE. 
KLIK GAMBAR UNTUK PEMESANAN via FB atau SMS 0852.57090.372


Ikan lele organik mempunyai beberpa kelebihan dari lele non organic. Terutama dari segi penghematan biaya pakan, rasa ,  dan manfaatnya untuk kesehatan.
Budidaya ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.
Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri dari kotoran sapi. Oleh karena itu banyak sekali yang bertanya tentang Cara budidaya lele organik.
Budidaya lele dengan pakan organik dari kotoran sapi banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah :
  1. Kandang sapi menjadi lebih bersih.

  2. Hemat biaya perawatan.

  3. Air kolam tidak berbau busuk.

  4. Tidak perlu mengganti air kolam.

  5. Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih.

  6. Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi disekitar.

  7. Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi.

  8. Lebih aman untuk kesehatan.

  9. Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah.

  10. Air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.

  11. Dan masih banyak lagi.

Budidaya ikan lele organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pellet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.8.000 . Sedangkan harga pakan lele organik Cuma Rp.2.000 perliter.
Perbandingan
Untuk 1 ton ikan lele siap konsumsi, pakan yang dibutuhkan jika menggunakan pellet bisa mencapai 1 ton. Sedangkan jika menggunakan pakan organik Cuma membutuhkan 2.300 liter.
Bobot ikan lele organik juga lebih berat dari non organik. Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor. Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor.
Cara budidaya lele organik ada beberapa tahap :
Tahap kesatu :
Penebaran benih kedalam koalam yang telah berisi air yang sudah dicampur dengan kotoran sapi yang sudah di komposing selama sebulan, kemudidan kotoran yang sudah di komposing tadi dimasukkan dalam karung goni yang tertutup rapat sebanyak tiga karung.
Kemudian tiga karung berisi kotoran sapi komposing tadi dimasukkan dalam air.


Tahap kedua :
Ketika benih lele berumur 2 minggu, lakukan penyeleksian untuk benih yang berumur 4-5 milimeter. Benih dipisahkan dalam kolam lain selama dua minggu hingga mencapai panjang 10 milimeter. Setelah dua minggu berikutnya dilakukan seleksi lele untuk ukuran 20 milimeter.
Tahap selanjutnya yaitu pencampuran pupuk organik dari kotoran sapi tersebut secara langsung artunya tidak memakai karuyng namun pakan organik yang berupa cairan langsung disiramkan kedalam air di kolam hingga tingginya bertambah 20 centimeter. Pemberian kotoran sapi ini dalam proses budidaya lele organik adalah untuk mneghasilkan pakan organik berupa plankton dari kotoran sapi tersebut.
Tahap budidaya lele yang terakhir adalah masa pemanenan lele organik. Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.
Cara membuat pakan lele organik
Saya tahu, poin yang terahir ini yang paling anda tunggu bukan…he…he…he..Baiklah, cara membuat pakan lele organik sangat mudah sekali.
Kumpulkan limbah kotoran sapi ke dalam bak yang dicampur air beserta enzim bakteri silanace (sejenis obat untuk penguraian kotoran sapi bisa anda dapatkan di toko pertanian terdekat)untuk mempercepat proses penguraian kotoran sapi. Selang lima hari kemudian, dengan proses aerasi, kotoran sapi yang telah berbentuk cairan siap diberikan ke ikan lele dengan cara di siramkan.
Nah sangat mudah bukan..? Intinya anda harus punya kolam atau bak khusus untuk pembuatan pakan organik seperti keteranga diatas.Di coba saja dulu…anda pasti akan menemukan teori sendiri dari pengalaman anda. Jika anda tak punya sapi, anda bisa mendapatkannya dari para peternak sapi yang ada di sekitar anda. Untuk lebih jelasnya tentang pembuatan pakan lele organik bisa anda download videonya di link berikut :
http://humpussintermoda.co.id/video-pakan-lele-organik-kediri?id=20100001976
Demikian semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Incoming search terms:

  • harga pakan lele (69)

  • lele organik kediri (67)

  • cara budidaya lele download (52)

  • enzim bakteri silanace (38)

  • cara pembesaran ikan lele organik (35)

  • cara ternak ikan lele download (34)

  • kotoran sapi untuk pakan lele (31)

  • Teknik Budidaya Lele Organik (25)

  • pembesaran lele organik (23)

  • cara bikin pakan lele organik (22)





GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading
Logitech Keyboards

Jumat, 07 Oktober 2011

PANDUAN DAN TIPS BETERNAK LELE DI KOLAM TERPAL



selamat datang pada kawasan minapolitan PPI BULU. kawasan percontohan program kementeria kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan agar tidak hanya mengandalkan dari hasil tangkapan di laut.
sehingga nelayan dapat mendapatkan penghasilan tambahan ketika “paceklik” dalam istilah orang pesisir bulu.
“ra ono koyo” ujar nelayan. sehingga pemanfaatan daerah kosong di perumahan PPI Bulu. para nelayan dengan bantuan pihak PPI bekerjasama melakukan budidaya ikan lele dan berbagai jenis ikan lain.
budidaya lele di lakukan dengan cara diatas tanah melalui media kolam terpal uk.jadi 2,5×2,5×1 meter kubik. sekarang sudah hampir lebih 20 kolam,dan 4 kolam milik karyawan. warga sekitar pun mulai berbondong-bondong mengikuti kegiatan minapolitan PPI bulu. masyrakat nelayan yang memiliki lahan kosong di rumah semua tertarik dengan budidaya ini. kami pun kan memberi teknik budidaya lele,sebagai berikut:
Ikan lele dumbo dapat hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai dengan ketinggian lebih dari 700 meter di bawah permukaan laut. Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumur (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yang sudah dikondisikan terlebih dahulu.
Untuk parameter kualitas air yang baik untuk pemeliharaan Ikan lele dumbo dapat dilihat dalam Tabel 1. berikut ini :
Tabel 1. Parameter kualitas air pemeliharaan lele dumbo.









NoPaerameterNilaiSatuan
1Suhu26 – 300C
2pH6,5 – 8,5

3CO2< 12,8mg/l
4Kesadahan50 – 100mg/l
5Oksigen terlarut> 2mg/l
6Amoniak (NH3)< 0,01mg/l
7Turbidity (kekeruhan)30-60cm
Untuk pembesaran di kolam terpal sebaiknya lokasi pembuatan kolam di tempat yang teduh tetapi tidak berada dibawah pohon yang daunnya mudah rontok, dapat memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan marginal lainnya. Namun bila budidaya dikembangkan dengan skala massa, harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya. Artinya, kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah setempat.
Kolam Terpal


Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi pada kolam tanah maupun kolam beton. Terpal yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran.
Ukuran terpal yang di sediakan oleh pabrik bermacam ukuran sesuai dengan besar kolam yang kita inginkan. Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. Lahan yang digunakan untuk kegiatan ini dapat berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi kurang produktif.
Keuntungan dari kolam terpal adalah :
a. Terhindar dari pemangsaan ikan liar.
b. Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk memudahkan pergantian air maupun panen. Selain itu untuk mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai dengan usia ikan.
c. Dapat dijadikan peluang usaha skala mikro dan makro.
d. Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan tidak berbau dibandingkan pemeliharaan di wadah lainnya.
Langkah-langkah pembuatan kolam terpal adalah sebagai berikut :
1. Usahakan lahan yang sedikit rindang, tapi jangan langsung di bawah pohon.
2. Terpal,  ukuran 4×3 meter (terpal jenis A3 lebih tebal), saat pemasangan sebaiknya ukuran terpal agak dilebihkan agar dapat dibentuk sesuai rangka/patok.
3. Bambu,  diperlukan bambu yang dibelah besar, dengan ukuran 2,2 meter sebanyak kurang lebih 10 belahan, dan ukuran 3,2 meter sebanyak kurang lebih 10 belahan.
4. Tiang patok, diperlukan kayu yang nantinya bakal tumbuh agar bisa bertahan lama, seperti tanaman hanjuangatau apa saja yang kuat. Jangan menggunakan bambu karena masa pakainya terbatas.
5. Paku, digunakan untuk memaku belahan bambu ke patoknya.
6. Kawat, digunakan untuk mengikat terpal ke patok/bambu.
Setelah semua bahan tersedia, terlebih dulu ratakan tanah yang akan di pakai untuk mendirikan kolam terpal, jangan sampai ada benda tajam di atasnya. Lalu dirikanlah patok di empat sudut berbeda dengan ukuran panjang 4 meter dan lebar 3 meter. Kemudian pasang belahan bambu 4,2 meter untuk panjangnya dengan menggunakan paku, dan belahan bambu 3,2 meter untuk lebarnya. Pasang agak merapat agar rangka kolam kuat. Setelah semua terpasang, maka terpal dapat dipasang membentuk segi empat di dalam rangka tersebut. Ujung terpal di ikat kuat-kuat dengan kawat ke patok. Karena nantinya terpal akan diisi air, maka pastikan rangka kolam terpasang dengan kuat.
Peralatan Penunjang
Beberapa jenis alat yang diperlukan diantaranya adalah timbangan, alat tangkap (serok/lambit), ember dan lain-lain. Alat-alat tersebut biasanya dipakai untuk memanen ikan atau pada saat kegiatan sampling pertumbuhan bobot tubuh ikan.


Persiapan Kolam
Sebelum digunakan, sebaiknya kolam dipupuk terlebih dahulu. Pemupukan bermaksud untukmenumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih lele. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambahkan urea 15 gram/m2, TSP 20 gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Tahapan pemupukannya adalah mula-mula kolam diisi air setinggi 30-50 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi cokelat atau kehijauan, yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele. Kemudian secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.
Pertumbuhan pakan alami pada media pemeliharaan (fitoplankton dan zooplankton) juga dapat dibantu dengan penggunaan probiotik/bakteri organik yang telah banyak tersedia. Penggunaan probiotik yang berlebihan (baik yang dicampur dalam pakan maupun ditebar langsung pada badan air/kolam) bukanlah tindakan yang bijak. Idealnya jenis dan takaran probiotik untuk setiap kolam berbeda-beda, tergantung dari kondisi masing-masing kolam berdasarkan hasil pemantauan berkala terhadap nilai pH (derajat keasaman), DO (oksigen terlarut), salinitas, suhu serta tingkat kejernihan air kolam, dan lainnya. Jenis dan kepadatan/konsentrasi kandungan bakteri pada setiap merk produk probiotik berbeda-beda. Dengan demikian penggunaannya pun hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan. Pemakaian probiotik yang berlebihan justru tidak tepat sasaran.
PENEBARAN BENIH
Sebelum benih ditebar, sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KMNO(Kalium Permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih hendaknya dilakukan pada pagi/sore hari. Pada kedua kondisi ini umumnya perbedaan nilai suhu air pada permukaan dan dasar kolam tidak terlalu besar. Jika perbedaan suhu air wadah benih dan air kolam tebar cukup signifikan, maka perlu dilakukan upaya penyamaan suhu air wadah benih secara bertahap terlebih dahulu agar benih tidak stres saat ditebarkan.
Kedalaman air kolam tebar pun hendaknya disesuaikan dengan jumlah dan ukuran benih. Sedapat mungkin hindari penebaran benih pada kondisi terik matahari secara langsung. Sebaiknya benih ikan tidak ditebar langsung dari wadah ke kolam. Cara yang sering dilakukan adalah menenggelamkan sekaligus wadah dan benih ikan ke dalam kolam tebar secara hati-hati, perlahan dan bertahap. Benih ikan akan mendapat kesempatan beradaptasi (walau sebentar) dengan lingkungan air kolam tebar sedini mungkin meskipun masih berada dalam wadahnya. Kemudian benih ikan dibiarkan keluar sendiri-sendiri dari wadahnya secara bertahap menuju lingkungan air kolam tebar yang sesungguhnya.
Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 100-150 ekor/m2 yang berukuran 8-10 cm.
PEMBERIAN PAKAN
Pakan yang diberikan berupa pelet dengan kandungan protein berkisar antara 26-28 %. Pemberian pakan ini dilakukan secara berkala dengan dosis 3-5 % dari bobot total ikan dan frekuensi pemberiannya sebanyak tiga kali sehari (pagi, siang dan sore).
Pemberian pakan buatan (pelet) diberikan sejak benih berumur 2 minggu yaitu pakan berupa bentuk serbuk halus. Penghalusan butiran lebih praktis dengan menggunakan alat blender atau dengan cara digerus/ ditumbuk. Kemudian setelah itu berangsur-angsur gunakan pelet diameter 1 milimeter barulah kemudian beralih ke pelet ukuran 2 milimeter (sesuai dengan umur ikan lele). Hal ini dimaksudkan agar pelet dapat dicerna lebih baik dan lebih merata oleh seluruh ikan sehingga meminimalisir terjadinya variasi ukuran ikan lele selama pertumbuhannya.
PEMANENAN
Pemanenan ikan lele di kolam terpal dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua). Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak untuk dikonsumsi/sesuai dengan keinginan pasar, kemudian ukuran yang kecil dipelihara kembali. Panen sekaligus biasanya dengan menambah umur ikan agar ikan dapat dipanen semua dengan ukuran yang sesuai keinginan pasar.
Ikan lele akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 45-60 hari, dengan bobot antara125-150 gram/ekor dengan panjang 15-20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kemalir atau kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain pemanenan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan di dasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk ke dalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.
Ikan-ikan yang dipanen kemudian dipacking dalam kemasan plastik untuk diangkut/dipasarkan, dengan terlebih dahulu dilakukan pemberokan guna mengurangi kematian ikan sampai daerah pemasaran.




Posted in: Label:



GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading
Logitech Keyboards