Tampilkan postingan dengan label Itik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Itik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Daun Enceng Gondok Bisa Tingkatkan Kualitas Telur Itik

Makassar, Sinar Harapan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan pengkajiannya menyarankan pemberian daun eceng gondok pada makanan itik untuk meningkatkan kualitas telur.



Kepala IPPTP Makassar, Dr.lr. Djafar Baco menjelaskan hari Jumat (21/6), ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah.



Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak, tambahnya.

Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Menurut Djafar Baco, pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.



Selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.



Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

telur

Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi.”Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil,” kata Djafar. (ant/san)

Semoga bermanfaat



Selasa, 28 Februari 2012

Peluang Usaha Budidaya Unggas / Usaha Itik / bebek Petelur Pola Ekstensif

Peluang Usaha Budidaya Unggas / Usaha Itik / bebek Petelur Pola Ekstensif : Pemeliharaan itik / bebek petelur dengan pola ekstensif atau disebut juga pola tradisional, adalah pemeliharaan itik / bebek dengan cara “angon ” (digembalakan) secara penuh. Umumnya peternak itik / bebek ekstensif termasuk dalam peternak kecil, yang hanya memiliki 100 – 400 ekor itik / bebek. Pada kajian analisis finansial ini digunakan skala usaha 100 ekor/periode, dengan penambahan populasi per tiga bulan. Masa pemeliharaanya sama seperti pola lainnya. Itik / bebek seringkali hilang pada saat digembalakan. Tingkat kehilangan (deplesia) itik / bebek akibat sistem penggembalaan tersebut adalah 4 %.
Kandang itik / bebek petelur dengan pola ekstensif hanya berfungsi sebagai tempat untuk tidur yang luasannya 3 ekor/m2. Kandang hanya berupa kurungan sederhana dari bambu dan jaring yang beratap plastik. Kandang tersebut dibawa berpindah-pindah tempat, mengikuti sumber pakan itik / bebeknya. Untuk menjaga ternaknya, penggembala membutuhkan “tempat jaga”. Umumnya hanya berupa tenda sederhana yang terbuat dari kain terpal atau plastik.
Masa produktif itik / bebek pola ekstensif sama dengan pola-pola yang lain. Perbedaannya pada tingkat produktivitasnya yang sangat rendah, yaitu tahap pertama 30 % dan tahap kedua 28 %. Itik / bebek tidak membutuhkan pakan buatan karena seluruh kebutuhan pakannya harus dapat tercukupi dari alam. Selain itu umumnya peternak itik / bebek secara ekstensif hanya menggunakan vitamin untuk itik / bebeknya. Kebutuhan tenaga kerja “angon” adalah seorang untuk setiap 100 – 225 ekor itik / bebek.
Peralatan yang dibutuhkan hanya beberapa buah tempat (tray) telur. Untuk skala 100 ekor itik / bebek, biaya sawah angon sebanyak 17 butir telur itik / bebek per bulan per kelompok gembala.  


bebek petelur (674), budidaya bebek petelur (407), budidaya unggas (135), itik petelur (114), beternak bebek petelur (73), budi daya bebek petelur (65), beternak itik petelur (63), BUDIDAYA iTIK pETELUR (49), bebek petelor (49), masa produktif bebek petelur (35), proposal ternak bebek petelur (24), budi daya itik petelur (22), budi daya unggas (21), BERTERNAK BEBEK PETELUR (21), unggas bebek (21), peluang bisnis bebek petelur (19), masa produksi bebek petelur (17), budidaya bebek petelor (17), analisa usaha ternak bebek petelur (16), masa produktif itik petelur (14), pemeliharaan itik petelur (14), www bebek petelur com (12), kandak bebek (12), pemeliharaan bebek petelur (11), budidaya itik darat (11), contoh proposal itik (11), Masa produktif bebek (11), budidayaunggas (10), masa produksi itik petelur (10), cara beternak itik (9), umur produktif Bebek (8), bebekpetelur (8), proposal itik petelur (8), proposal tentang budidaya bebek air (7), umur produktif bebek petelur (7), bebek darat (6), proposal bebek (6), masa produksi itik (6), budidaya unggas bebek (6), cara ternak bebek (6), www bebekpetelur com (6), www budidaya bebek (6), proposal budidaya bebek petelur (5), prospek itik petelur (5), www analisa usaha bebek petelur com (5), www budidaya (5), www budidaya itik (5), Teknik budidaya bebek petelur (4), proposal beternak itik petelur (4), Masa produktif itik (4), peluang usaha beternak bebek darat (4), www bebekpetelur (4), stimulan bebek petelur (4), Proposal budidaya unggas (4), proposal ukm itik (4), ab cara beternak bebek petelur (4), bebek produktif (4), proposal usaha budidaya unggas (3), beternak itik darat (3), www bebek petelur (3), pembudidayaan unggas bebek (3), budi daya unggas bebek (3), prospek bebek petelur (3), analisis usaha itik (3), kandak bebek telur (3), umur produktif itik petelur (3), cara kerja dalam budidaya itik (3), Www budidayaunggas com (3), budi daya bebek darat (3), www bebek air (2), masa produktivitas itik petelur (2), kerja sama ternak kodok bagi hasil (2), www budi daya bebek petelur (2), youtube peternakan bebek (2), peluang usaha beternak bebek petelur (2), kajian ternak itik (2), www budidaya bebek petelur com (2), makalah budida unggas (2), minuman bebek petelur (2), peluang kerjasama budidaya bebek (2), proposal usaha ternak bebek petelur (2), prospek budi daya bebek petelur (2), proposal cara ternak bebek (2), proposal itik (2), proposal budidaya itik secara intensif (2), solusi usaha bebek petelur (2), teknik budidaya mentok (2), unggas budidaya (2), perternakan itik darat (2), pengaruh hujan terhadap bebek petelur (2), Usahaungas com (2), waktu produktif itik petelur (2), pemeliharaan 100 ekor bebek petelur (2), umur produksi bebek petelur (2), proposal usaha produktif (2), cara peluang usaha bebek telor (2), apa perbedaan itik air dan itik darat (2), budidaya bebek darat (2), contoh proposal usaha itik penelur (2), contoh proposal pertanian bebek (2), contoh proposal bebek petelur (2), cara budidaya bebek petelor (2), cara budidaya bebekdarat (2), analisis finansial bebek (2), cara beternak bebek darat (2), budi daya ungas bebek (2), Analisa itik petelur (2), artikel budidaya bebek petelur (2), artikel bebek darat (1), analisis usaha bebek petelor (1), unggas petelur bebek (1), usaha beternak itik petelor (1), usaha budidaya unggas bebek (1), Usaha peternakan ungas (1), prospek bisnis itik petelur (1), usaha peternakan unggas (1), usaha-ungas co id (1), prospek berternak bebek darat (1), BEBEK PETELU (1), analisis usaha itik secara sederhana (1), bebek petelor com (1), analisis usaha peternakan unggas (1), ternak bebek darat (1), Ternak bebek telur cow (1), teknik budidaya bebek (1), batas umur produktif bebek (1), Batas usia bebek petelur (1), bebek petel (1), analisis usaha ternak unggas (1), umur produktif bebek petelor (1), analisis usaha ternak itik dengan sistem digembalakan (1), prospek dari itik petelur (1), analisis perkandangan itik petelur (1), analisis peluang wirausaha ternak bebek (1), analisa usaha dan teknik budidaya bebek (1), analisa usaha buddaya bebek petelur (1), Analisa peluang usaha bebek/itik petelur (1), www budidaya itik telur (1), www budidayaitik (1), analisa ekonomi bebek petelur (1), www itik petelur com (1), www peternakan bebek (1), www ternak itik petelur com (1), www usaha bebek petelur com (1), wwwbebekpetelur (1), akibat hujan bagi bebek petelur (1), www budi daya unggas com (1), www budi daya itik petelur (1), www budi daya itik com (1), www bebek (1), www bebek telur com (1), margin bebek petelur (1), www bebek air com (1), www bebek mojosari com (1), www bebek petelor com (1), analisis ekonomi usaha peternakan itik petelur (1), analisis ekonomi itik petelur (1), analisis ekonomi itik (1), analisis bisnis budidaya bebek petelur (1), www beternak bebek (1), analisa usahabebek petelur (1), youtube unggas com (1), jendela usaha tv one bebek petelur (1), Masa Produksi be2k tlur (1), contoh proposal itik petelur (1), contoh proposal cara budidaya itik (1), contoh proposal bisnis itik petelur (1), caralainbeternak itik sederhana (1), CARA TERNAK UNGGAS BEBEK (1), cara ternak bebek darat (1), model perkandangan bebek petelur skala100 ekor (1), pearawatan bebek petelur (1), cara pemeliharaan 100 ekor bebek petelur (1), itik petelur yang produktif (1), cara memelihara unggas bebek (1), masa pordoksi bebek petelur (1), contoh proposal usaha ternak bebek petelur (1), makalah tentang analisisusaha itik petelur (1), jendela usaha tvone budidaya belut (1), kajian bisnis bebek (1), itik darat petelur (1), itik darat (1), data pakan bebek telur (1), kandang itik youtube (1), kerja sama pembibitan bebek petelur (1), contoh prosal ternak bebek (1), kiat2 ternak bebek darat (1), Kriteria bebek petelor yg produktif (1), Macam macam unggas bebek (1), contoh proposal wirausaha itik petelur (1), Cara budi daya unggas (1), cara beternak bebek darat petelur (1), bisnis TERNAK ITIK DARAT (1), bisnis beternak bebek darat (1), PROPOSAL MESIN TRAKTOR (1), proposal tentang beternak bebek petelur (1), beternak itik petelur darat (1), Beternak iti darat (1), beternak bebek darat (1), bebk petelor (1), bebekpetelor (1), bebek telor (1), proposal wirausaha berternak itik petelur (1), propsal budidaya itik petelur (1), budi itik petelur (1), budidaya bebekpetelur (1), budidaya dan pemeliharaan ternak itik petelur (1), pemeliharaan mentok petelor (1), pengaruh hujan pada bebek petelur (1), cara berternak unggas/bebek (1), Perawatan bebek telor (1), perawatan unggas/itik (1), permakanan itek petlur yuotobe (1), cara analisa beternak itik (1), peternakan itik secara gembala (1), peternakan ungas (1), propoposal itik bertelur (1), proposal analisa bisnis bebek (1), Budidaya unggas bebek telur (1), propsal usaha itik petelur (1)

Rabu, 28 Desember 2011

FAKTOR KEBERHASILAN USAHA DAN BERBAGAI PENYAKIT ITIK





Permasalahan yang dihadapi dalam beternak itik antara lain:



1. Pemeliharaan masih tradisional

Pemeliharaan secara tradisional memerlukan lahan yang luas, itik yang diumbar (diangon) berpotensi mengganggu tanaman pertanian yang baru ditanam, membutuhkan tenaga kerja untuk pengembalaan, serta tingginya risiko itik terkontaminasi pestisida.



2. Sulitnya mencari bibit unggul

Pemilihan bibit yang unggul akan menghasilkan telurl yang baik dalam jumlah yang banyak. Dengan itik pejantan yang unggul satu ekor itik betina dapat bertelur antara 250 sampai 300 butir telur per tahun



3. pengetahuan peternak masih rendah.

Masih rendahnya pengetahuan peternak, sehingga mereka hanya mengenal pemeliharaan itik menggunakan cara tradisional



4. Mahalnya biaya pakan.

Bahan pakan untuk itik sangat sangat tergantung musim, ditambah dengan pemberian pakan kepada itik yang harus intensif sehingga biaya untuk pakan itik cukup mahal



5. Penyakit.

Penyakit itik pada dasarnya terbagi dua yaitu : Penyakit tidak menular dan Penyakit menular

 
1. Penyakit Tidak Menular diantaranya adalah:

Strees (Cekaman)

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh ; kebisingan, kurang kebebasan bermain dekat air, berpindah tempat, pertukaran pakan dan lain – lain.

.

Kekurangan (defisiensi) Vitamin A

Itik akan tampak selalu mengantuk, kondisi kaki lemah, mata tertimbun lendir warna putih dan mudah terkena infeksi.


DAPATKAN BUKU-BUKU PETERNAKAN ITIK
KLIK GAMBAR UNTUK PESAN VIA FACEBOOK
PESAN VIA SMS 0852.57090.372 (Judul/Kategori - Kabupaten/Propinsi


Brooder Pneumonia
Umumnya menyerang anak itik yang masih memiliki bulu-bulu halus. Penyakit ini disebabkan oleh karena kotak atau pelingkar triplek terlalu padat, lampu pemanas untuk induk buatan kurang panas sehingga anak itik kedinginanan merasa pengap.
Tanda-tanda anak itik terserang penyakit ini adalah pembengkakan di kepala, pernafasan terlihat sulit dan mata selalu mengeluarkan air.

Rickets Duck
Kekurangan vitamin D yang disertai kekurangan mineral Calsium dan Fosfor menimbulkan penyakit tulang yang menyebabkan kelumpuhan pada itik. Itik yang terserang penyakit ini mengalami penyimpangan dan kelainan pada persendian kakinya.

Antibiotika Dermatitis
Penyakit ini terjadi pada itik karena penggunaan obat-obatan yang mengandung antibiotika secara berlebihan. Akibatnya kulit itik menjadi kering, bulu rontok dan mudah patah, itik selalu gelisa karena gatal-gatal pada kulitnya.

Mycosis
Penyakit “Mycosis” pada itik terjadi karena itik secara sengaja atau tak sengaja mengkonsumsi pakan yang sudah basi atau jamur yang tumbuh di lantai (litter) kandang itik.
Itik yang keracunan jamur terlihat lesu, nafsu makan berkurang dan dalam beberapa hari berat badan merosot tajam.

Botulism (Limberneck)
Terjadi karena itik makan bangkai. Misalnya pemberian makanan daging bekicot yang sudah layu. Bangkai yang sudah berulat mengandung kuman yang berbahaya yaitu “Clastrididium Botulinium”. Kuman tersebut memproduksi racun.
Tanda – tanda itik yang terserang penyakit ini adalah leher itik seperti tidak bertulang, tidak tegak atau lunglai setelah itik memakan bangkai 1 – 3 hari. Beberapa jam kemudian setelah leher lunglai mengakibatkan kematian.

Keracunan Garam
Penyakit keracunan garam umumnya terjdi bila air itik atau air kolam mengandung kadar garam yang tinggi, juga bila bahan baku pakan tertentu berkadar garam tinggi. Keracunan garam pada itik lebih sering terjdi di lokasi peternakan dekat pantai / tambak yang airnya tercemar garam.
Ternak itik tidak begitu tahan terhadap garam yang berlebihan, konsentrasi 2% saja dalam ransum (pakan) atau 4.000 ppm dalam air minum dapat menimbulkan kematian.


2. Penyakit Menular diantaranya adalah:
Fowl Cholera (kolera itik)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri “Pasteurella Avicia”. Kandang yang basah serta lembab mempercepat penularan.

Gejala penyakit ini adalah : sesak nafas, pial bengkak, dan panas, jalan sempoyongan. Itik yang terserang penyakit kolera yang akut akan meratap dan mengeluarkan suara yang nyaring dan keluar dari kelompoknya.



Fowl Pox (Cacar)

Penyakit cacar ini menyerang itik semua umur yang disebabkan oleh virus. Tanda-tanda penyakit ini adalah dengan munculnya benjolan-benjolan pada bagian badan itik yang tidak tertutup bulu sepertikaki dan kepala. Penyakit cacar basah menyerang rongga mulut dalam bentuk “diptherie” dan kematian terjadi karena itik kesulitan makan dan minum.



White Eye (Mata Memutih)

Penyakit yang diduga disebabkan oleh virus ini menyerang itik segala umur dan yang paling peka adalah itik umur kurang dari 2 bulan. Biasanya itik yang kurang vitamin A mudah terserang penyakit ini. Kandang yang lembab dan lantai (litter) yang basah juga memudahkan itik terserang penyakit ini.

Tanda-tanda anak itik yang terserang penyakit ini adalah : cairan putih bening keluar dari mata dan paruh, kotoran yang bening dalam beberapa jam berubah menjadi kekuning-kuningan, itik sulit bernafas, lemah dan akhirnya lumpuh. Bila sampai kejang-kejang, kematian tak bisa dihindari.



Coccidiosis

Penyakit berak darah yang menyerang itik. Gejala itik yang diserang penyakit ini adalah kurang nafsu makan, berat badan menurun drastis dan akhirnya lumpuh. Penularan melalui kotoran itik yang membawa coccidia dan terjadi relatif cepat pada itik segala umur, tetapi yang banyak terserang adalah pada anak itik.



Coryza

Disebut juga penyakit pilek menular. Penyebabnya adalah semacam microorganisme. Penyakit ini biasanya terjadi pada awal pergantian musim. Penularannya sangat cepat, melalui kontak langsung antara itik yang sakit dengan itik yang sehat.

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit pilek menular ini adalah keluarnya kotoran cair kental dari mata. Jadi penyakit ini mirip dengan penyakit White Eye. Anak itik berumur 1 minggu sampai 2 bulan merupkan yang paling sering menderita. Akan tetapi itik dewasa pun dapat pula terserang wabah penyakit Coryza ini.



Salmonellosis

Menyerang itik segala umur dan dapat menyebabkan angka kematian sampai 50%. Penyebabnya adalah kuman “Salmonella Anatis”, melalui perantaraan lalat atau makanan atau minuman yang tercemar kuman tersebut.

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : keluarnya kotoran dari mata dan hidung dan menceret. Itik yang bisa sembuh sendiri cukup berbahaya cukup berbahaya sebagai sumber penyakit, maka sebaiknya disingkirkan saja.



Sinusitis

Menyerang itik dewasa sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ini dikarenakan tata laksana pemeliharaan yang buruk, kekurangan mineral dalam pakannya dan tidak tersedianya kolam untuk bermain. Akibatnya itik menjadi renta mendapat infeksi sekunder.

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : terjadi pembengkakan sinus, dari lubang hidung keluar cairan jernih, sekresi mata menjadi berbuih, sinus yang membengkak menimbulkan benjolan di bawah dan di depan mata.



Aflatoksikosis

Umumnya disebabkan oleh “Aflatoksin” yang dihasilkan oleh “Asperqillus Flavus”. Aflatoksin menyerang hati, sehingga itik yang terserang penyakit ini hatinya membesar.

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : kondisi sangat lemah, terjadi pendarahan di bawah kulit kaki dan jari, terhuyung-huyung, akhirnya mati dalam posisi terlentang. Anak itik lebih muda terserang penyakit ini dibanding itik dewasa.


Eniza Saleh: http://library.usu.ac.id


GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading

Kamis, 15 Desember 2011

PELUANG USAHA PENGGEMUKAN ITIK (BEBEK) JANTAN





Itik merupakan salah satu usaha agribisnis yang sangat menjanjikan saat ini dan mempunyai prospek pasar yang sangat menjanjikan bagi petan, seiring dengan masyarakat mulai menggemari daging itik, menu daging itik telah disediakan di warung tenda dan rumah makan sehingga permintaan daging itik terus meningkat. Kondisi ini sangat mendukung sesuai dengan potensi wilayah di Sumatera Selatan sebagian besar lahan rawa pasang surut dan lebak, komoditas utama tanaman padi dan komoditas pendampinganya itik. Penetasan telur itik dihasilkan itik jantan dan betina, harga anak itik jantan biasanya lebih murah dan belum banyak dimanfaatkan. petani memelihara itik untuk menghasilkan telur.
TOKO BUKU PETERNAKAN ONLINE :
DAPATKAN BUKU-BUKU BUDIDAYA PETERNAKAN BEBEK
KLIK GAMBAR UNTUK PEMESANAN atau 
SMS 0852.57090.372
 

Penggemukan Itik Jantan

Sistem pemeliharaan secara intensif ternak itik dikandangkan dan diberi pakan sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan. Lama penggemukan 3 bulan mulai dari anak itik umur sehari sampai itik sudah tumbuh bulu secara lengkap dengan berat badan mencapai 1,6 kg (sesuai permintaan pasar). Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam penggemukkan itik jantan :
 

1. Pemanasan

Itik yang baru menetas belum mempunyai bulu yang sempurna, belum dapat mengatur suhu tubuhnya, perlu dibantu dengan memberikan pemanasan.

Pemanasan dapat dilakukan dengan lampu minyak tanah/listrik yang diletakan dalam  kandang indukan hingga anak itik merasa hangat

Besarnya panas dari cuaca dan lamanya pemanasan tergantung dari cuaca setempat, biasanyapemberian pemanasan 2-3 minggu dengan suhu berkissar 30-32º C pada minggu kedua,  seterusnya suhu semakin menurun seiring bertambahnya bulu.

Cara untuk mengetahui apakah panas sudah cukup atau tidak adalah dengan melihat tingkah laku itik. Bila itik menyebar menjauh dari sumber panas berarti terlalu panas. Bila itik mengumpul dekat sumber panas, berarti masih terlalu dingin. Bila itik menyebar dengan baik, berarti panas sudah cukup.

 

2. Luas kandang

Bila luas kandang tidak mencukupi, maka kandang akan becek dan mungkin anak itik akan saling menginjak-injak ukuran luas kandang yang perlu disediakan :

    Umur 0 – 4 minggu, ukuran kandang untuk 100 ekor adalah 4 m2

    Umur 4 -8 minggu, ukuran kandang untuk 100 ekor adalah 9 m2

    Umur lebih dari 8 minggu untuk 100 ekor adalah 16 m2 Pemberian alas kandang dari sekam kering atau serbuk gergaji akan sangat membantu mempertahankan kekeringan kandang.

 

3. Pakan Itik

Biaya pakan merupakan biaya terbesar dalam usaha penggemukan yaitu mencapai 51,6% dari total biaya produksi. Pembelian pakan harus diusahakan seefisien mungkin tetapi memenuhi gizi dan jumlah pakan yang dibutuhkan ternak itik Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan itik :

 

a. Bahan pakan

Penggunaan bahan pakan lokal yang murah dan bermutu baik sangat disarankan agar usaha beternak

itik dapat menguntungkan

b. Kebutuhan gizi

Untuk dapat hidup dan bertumbuh baik, itik memerlukan zat gizi air,protein,energi,mineral dan vitamin.

Kebutuhan zat gizi untuk itik jantan energi 2700 Kkal/kg dan protein 17%

Untuk kebutuhan vitamin, disarankan agar mengikuti kebutuhan vitamin pada sayuran ras



c. Pakan penggemukan itik jantan

Itik umur 1 hr - 1 minggu :
Diberi pakan pabrikan (Poor)untuk ayam pedaging DOC dan khusus anak itik umur 1 hari air minumnya diberi gula (air gula) sampai terasa manis jambu



Itik umur 1 – 2 minggu : 
ramuan pakan 50% poor + 50% dedak padi 
Itik Umur 3 minggu - 3 bulan (panen) : 
Ramuan pakan 10% jagung giling + 50% dedak padi + 10% menir/gabah +25% keong mas/limbah ikan asin/limbah udang/ikan rucah-rucah/konsentrat + 5% daun kangkung/ganggeng/daun pepaya, dll ditambah dengan vitamin (premik untuk ayam pedaging)sesuai dosis.



d. Cara Pemberian pakan

Dapat dilakukan dalam bentuk kering atau yang sudah dibasahi Pemberian pakan dalam bentuk kering dapat merugikan karena banyak tumpah. Pemberian pakan basah bertujuan untuk mengurangi pakan tumpah cepat basi dan berjamur. 

 

4. Pencegahan penyakit

Pencegahan penyakit harus dilakukan sedini mungkin dengan cara menjaga kebersihan lingkungandan kandang serta mencegah masuknya binatang lain kedalam lokasi peternakan. Apabila terjadi penyakit yang dianggap menular segera laporkan kepada ahli atau dinas peternakan.

Kandang yang habis dikosongkan harus dilakukan pembersihan.

 

(Y.Suci Pramudyati, Susilawati)
sumber :
http://epetani.deptan.go.id/budidaya/penggemukan-itik-jantan-1828 


GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading
Logitech Keyboards

Selasa, 29 November 2011

PENELITIAN TUGAS AKHIR USU PENGELOLAAN TERNAK ITIK DI PEKARANGAN RUMAH








ENIZA SALEH
Jurusan Peternakan
Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara


 
I. Pendahuluan
Ternak itik disebut juga sebagai unggas air, karena sebagian kehidupannya dilakukan di tempat yang berair. Hal ini ditunjukkan dari struktur fisik seperti selaput jari dan paruh yang lebar dan panjang. Selain bentuk fisik dapat juga dilihat bahwa keberadaannya di muka bumi ini, dimana itik kebanyakan populasinya berada di daerah dataran rendah, yang banyak dijumpai di rawa-rawa, persawahan, muara sungai. Daerah-daerah seperti ini dimanfaatkan oleh itik menjadi tempat bermain dan mencari makan.
Sebelum program intensifikasi pertanian menjadi program nasional, pemeliharaan itik secara tradisional atau dengan digembala memang sangat menunjang konsep pengendalian hama pertanian secara terpadu. Itik umumnya mencari makan di permukaan sawah dan sekitar batang/rumpun pada batang padi. Namun sejak penggunaan obat-obatan pembasmi hama pertanian makin intensif dan adakalanya dosisnya berlebihan, kasus keracunan itik sering menimbulkan konflik sosial. Pemeliharaan itik secara tradisional makin mengandung resiko besar.


 
Melihat gambaran ini, mengubah kebiasaan cara pemeliharaan dari cara tradisional ke arah pemeliharaan intensif memang perlu, sebab bagai manapun juga mempertahankan pemeliharaan tradisional dimasa mendatang tidak bisa diharapkan. Hal ini disebabkan pertama, makanan itik disawah atau dihabitatnya makin langka akibat penggunaan obat-obatan pembasmi hama; kedua, tingkat produktifitas itik yang dipelihara secara tradisional makin kurang nilai ekonominya, hanya bekisar antara 10-41% atau rata-rata 22,5% (lebih kurang 80 butir telur setahun). Hal ini menuntut para ilmiawan untuk memperkenalkan metode baru dalam mengelola ternak itik.


 
Balai Penelitian Ternak (BPT) Ciawi Bogor memperkenalkan alternatif pemeliharaan ternak itik secara terkurung. Ternyata dengan percobaan-percobaan yang telah dilakukan, ternak itik dapat berkembang dan berproduksi sama bahkan dapat melebihi dari hasil pemeliharaan berpindah-pindah (tradisional).


 
Tentu saja tehnik pemeliharaan secara terkurung menuntut berbagai disiplin iilmu dan teknologi yang perlu diterapkan oleh peternak. Namun sebenarnya tuntutan tersebut tidaklah merugikan peternak, malahan akan memberikan hasil yang baik.


 
Melaksanakan “Sapta Peternakan” peternak akan dapat memperoleh hasil yang optimal. Sapta Peternakan itu adalah :
1. Tempat bibit
2. Tempat makanan (pakan)
3. Tempat perkandangan
4. Tempat kontrol penyakit
5. Tempat pasca panen
6. Tempat pemasaran
7. Tempat pengelolaan


 
II . Pengenalan dan Pemilihan Bibit
Untuk itik jenis pedaging atau petelur dan pejantan bibit, harus mempunyai sifat-sifat :
a. Pertumbuhan badannya cepat tetapi besar badan seragam, tidak mempunyai cacat tubuh. Berat itik pejantan muda pada umur 20 minggu adalah 1,6 kg, pada umur 40 minggu adalah 1,8 kg. Berat itik betina muda pada umur 20 minggu adalah 1,4 kg, pada umur 40 minggu beratnya 1,6 kg.
b. Pertumbuhan bulunya cepat dan warna bulu seragam. Bulu sudah harus lengkap pada umur 14 hari.
c. Cepat mencapai dewasa kelamin atau umur mulai bertelur adalah 5 –6 bulan.
d. Mempunyai daya hidup yang tinggi, hal ini dapat diukur dari angka kematian yang rendah. Angka kematian pada priode pemeliharaan anak (d.o.d) s/d mencapai umur mulai bertelur adalah sebesar 3%, dari awal bertelur s/d diafkir adalah sebesar 2%.
e. Telur yang diperoduksi sebesar 200–300 butir atau lebih pertahun sampai diafkir. Ternak itik sebaiknya diafkir setelah umurnya 1,5 tahun.
f. Kemampuan mengola pakan yang sering disebut angka konversi pakan harus kecil (nilainya 2 – 2,5).
Kg. Pakan
Konversi pakan =
Kg. Produksi telur
Artinya untuk menghasilkan 1 kg telur dibutuhkan pakan sebanyak 2,5 kg.
Untuk memperoleh bibit seperti di atas, peternak dapat melakukan :
1. Membeli bibit itik dari poultry shop yang memiliki breeding farm. Dengan demikian akan diperoleh jaminan :
(a) Kemurnian darah ras itik
(b) Keseragaman umur anak itik (DOD) dan beratnya juga seragam
(c) Keseragaman jenis kelamin
(d) Ketahanan terhadap penyakit sama, dan
(e) Kemampuan produksi dari bibit tersebut.
2. Melakukan pembibitan sendiri. Tahapan pekerjaan yang harus dilakukan adalah :
a. Pilih calon pejantan dan betina yang akan dijadikan sumber anak itik dengan syarat-syarat berikut :
- sehat dan tidak cacat.
- bentuk fisik yang disenangi.
- dihasilkan dari perkawinan itik yang sehat dan produksi telurnya banyak.
- umur diatas 8 bulan.
b. Pemelihara secara khusus, bedakan dengan ternak itik yang dipelihara hanya untuk tujuan pengutipan telur. Hal-hal yang harus dilakukan :
- pakan diusahakan lebih tinggi kadar gizinya.
- pengutipan telur lebih awal agar jangan tercemar.
- 1 ekor pajantan untuk 6 – 8 ekor betina.
- cegah terhadap penyakit Pullorum, karena penyakit ini disebarkan melalui telur.
c. Pilih telur dengan kriteria sebagai berikut :
- berat + 60 gram.


- bentuknya oval bulat lonjong, karena diduga yang lonjong adalah calon jantan.
- beri tanggal pada telur agar jelas umur telur, dieramkan sebaiknya umur telur jangan lebih 7 hari.
- simpan di ruangan yang bersih, segar tetapi tertutup.
d. Penetasan telur
Untuk penetasan telur itik dapat dipakai induk ayam, entok atau mesin tetas. Untuk 1 ekor ayam atau entok mampu mengerami 10 butir telur itik.


 
III. Makanan (pakan) Itik
Pedoman nutrisi pakan itik yang baku di Indonesia sampai sekarang memang belum ada, akan tetapi para peternak sendiri yang meramunya secara mencoba-coba. Para peternak biasanya menyusun pakan ternak itiknya berpedoman kepada formula dari luar negri, kemudian disesuaikan dengan bahan pakan yang ada di Indonesia.
Syarat pakan yang baik untuk ternak itik adalah sebagai berikut :
1. Ransum disusun dari bahan-bahan makanan yang mengandung gizi lengkap seperti protein, lemak, serat kasar, vitamin dan mineral. Susunlah dari beberapa jenis bahan makanan, semakin banyak ragamnya semakin baik, terutama dari sumber protein hewani.
2. Setiap bahan makanan digiling halus, kemudian dipadatkan dalam bentuk pil tau butiran, agar jangan banyak tercecer waktu itik memakannya. Bahan yang biasa digunakan untuk pakan itik adalah; dedak, jagung, bungkil kedele, bungkil kelapa, lamtoro, ikan, bekicot, remis, sisa dapur, tepung tulang, kepala/kulit udang dan lain-lain.
3. Jumlah pemberian dan kadar protein di sesuaikan dengan umur pertumbuhan dan produksi telur.
4. Tempat makanan harus dicegah jangan sampai tercemar jamur ataupun bakteri. Jadi harus selalu dalam keadaan bersih dan kering.
5. Sesuaikan jumlah tempat makanan dan minuman dengan jumlah itik, agar jangan saling berebutan pada waktu makan.
Formula ransum itik yang memenuhi syarat dapat dilihat dari Tabel 1. dan
jumlah kebutuhan ransum itik per ekor per hari dapat dilihat pada 



Catatan : pada umur 23 minggu s/d diafkir : 120-175 per ekor per hari, tergantung produksi telur.


 
IV. Kandang Itik
Sama halnya seperti ternak ayam, maka ternak itik juga memerlukan kandang terutama pada malam hari. Oleh karena itu kandang itik harus memenuhi syarat- syarat sebagai berikut :
1. Mempunyai luas yang cukup untuk jumlah itik yang di pelihara, maupun untuk rencana perluasan usaha.
2. Terpisah dari tempat pemukiman/rumah
3. Mempunyai ventilasi udara yang cukup.
4. Cukup masuk sinar matahari, kandang sebaiknya menghadap ke timur.
5. Mudah dibersihkan, lantai kandang harus lebih tinggi dari tanah sekelilingnya dan harus padat lantainya. Tinggi kandangnya harus cukup bagi peternak untuk bekerja didalamnya.
6. Di dalam kandang tersedia alat perlengkapan pokok (tempat makan, tempat minum, alat pemanas buatan, tempat bertelur) bagi kepentingan hidup itik yang bersangkutan.
7. Terletak di daerah yang tenang, aman dan mempunyai sumber air yang cukup dan bersih.
8. Di sekeliling kandang dibuat parit pembuang air dan jarak antar kandang cukup jauh, minimum 1 x lebar kandang.
Ada 3 sistem dan tipe kandang yang dianjurkan yaitu :
1. Sistem Lantai (litter) adalah alternatif kandang yang digunakan didaerah yang mempunyai kondisi tanah berpasir atau kering (daerah pesisir) atau daerah yang memiliki tanah yang berdaya serap tinggi.
2. Sistem Panggung (slat) adalah alternatif kandang yang secara modren digunakan untung mengatasi masalah basahnya lantai. Kandang seperti ini memiliki nilai kesehatan tinggi sehingga sangat cocok digunakan didaerah yang mempunyai kondisi tanah basah dan kelembaban tinggi.
3. Kombinasi Sistem Lantai dan Panggung (litter dan slat) adalah sistem kandang yang secara modren memberi dua alternatif. Kandang panggung digunakan untuk tidur dan bertelur (sarang bertelur), sedangkan kandang lantai untuk bermain di siang hari.
Ketiga sistem kandang diatas dapat dilengkapi dengan kolam atau danau buatan agar itik yang dipelihara tidak merasa dibatasi kehidupannya.


 
Atap kandang itik mempunyai 3 macam tipe untuk daerah tropis antara lain :
1. Tipe Shade (miring tunggal). Tipe ini memungkian masuknya sinar matahari secara langsung sehingga akan mengurangi bau amoniak dalam kandang. Tipe Shade ini cocok untuk daerah yang tanahnya kering.
Contoh kandang itik tipe shade lantai, dengan kapasitas 100 ekor dan ukuran kandang 4 x 4 meter serta denah kandangnya.
2. Tipe Monitor (atap miring ganda) adalah tipe atap yang cocok untuk kandang itik di daerah bertanah basah dan kelembaban tinggi.


 
Contoh kandang itik tipe monitor panggung, dengan kapasitas 100 ekor dan ukuran kandang 4 x 4 meter serta denah kandangnya.
3. Tipe Gable (kombinasi panggung dan lantai) adalah tipe atap untuk kandang itik didaerah yang mempunyai kondisi tanah basah dan kering atau musiman.
Contoh kandang tipe gable dengan kapasitas 100 ekor itik dan ukuran kandang 4 x 4 m serta denah kandangnya.
©2004 Digitized by USU digital library 6
©2004 Digitized by USU digital library 7
Ukuran kepadatan kandang untuk ukuran 1 x 1 meter dapat menampung :
1. Anak itik : 10 – 20 ekor
2. Iik remaja : 8 – 10 ekor
3. itik dewasa : 6 – 7 ekor
V. Tata Laksana Pemeliharaan Itik
Kunci keberhasilan usaha produksi ternak itik terletak pada pelaksanaan program tata laksana pemeliharaan itik sampai umur 22 minggu. Kesalahan nutrisi pada masa pertumbuhan ini bisa menyebabkan itik terlambat mencapai kedewasaan kelamin sehingga itik tidak bisa berproduksi pada umur yang diharapkan.
Dalam usaha ternak itik secara intensif, ada tiga evaluasi pokok yang memiliki andil keberhasilan yakni :
1. Bibit itik; karakteristik ekonominya dalam menunjang keberhasilan usaha adalah 20%.
2. Makanan itik; dalam menunjang keberhasilan usaha mempunyai andil sebesar 30%.
3. Tata laksana pemeliharaan, termasuk kandang, cara pemeliharaan dan keterampilan, memegang peranan paling besar yakni 50%.
V.1. Pemelihraan Anak Itik
Sebelum anak itik ditempatkan setelah menetas, yaitu pada lingkaran yang terbuat dari tripleks, harus dilakukan persiapan sebelumnya seperti penyemprotan desinfektandan pengaturan lampu pemanas dalam lingkaran tripleks tersebut agar kesehatan anak itik terjamin.


 
Untuk menghindari angin yang masuk, mengingat bulu anak itik masih halus dan tidak tahan udara dingin, usahkan dinding kandang ditutup dengan tirai plastik. Seelah 4 hari, tirai plastik dapat dibuka pada siang hari, dan pda malam hari ditutup kembali. Pada umur 4 minggu tirai plastik dapat dilepas semua sebab anak itik sudah memiliki bulu yang cukup tebal, namun kalau ada hujan lebat atau ada angin kencang, tirai plastik masih diperlukan.
Induk buatan dengan alat pemanas lampu minyak atau lampu listrik sangat diperlukan sampai umur 3 minggu. Pada umur diatas 4 minggu lampu digunakan hanya sebagai alat penerang saja.
Suhu alat pemanas yang baik adalah sebagai berikut :
- Minggu I : 320 C
- Minggu II : 270 C
- Minggu III : 210 C
Untuk melihat suhu (panas) yang baik untuk anak itik dapat dilihat dari penyebaran anak itik di bawah alat pemanas dalam lingkaran triplek (pelingkar), seperti gambar di bawah ini.
Gambar 7 . Kemingkinan keadaan suhu udara pada alat pemanas; (A) suhu terlalu dingin, (B) suhu terlalu panas, (C) suhu menyenangkan.
Anak itik yang baru di beli dari Poulty Shop atau dari tempat yang cukup jauh, setelah dimasukkan dalam pelingkar tadi jangan tergesa-gesa diberi makan. Akan tetapi diberikan dahulu minuman segar, baik berupa susu kental manis atau air campur gula. Hal ini untuk menghindari “stress” karena perpindahan tempat. Setelah lebih kurang 1 jam, itik diberi makan sedikit demi sedikit tetapi sering agar makanan tidak terbuang dan diacak-acak.


 
Setelah 1 minggu pertama, berilah air segar yang dicampur “antibiotika” dan “vitamin”. Hal ini untuk merangsang nafsu makan dan pertumbuhan yang seragam, juga untuk menghindari kepekaan terhdap gangguan penyakit selama pemeliharaan.
V.2. Pemeliharaan Itik Masa Pertumbuhan (5 – 22 minggu)
Itik pada masa pertumbuhan tidak dipelihara dalam pelingkar lagi tapi sudah menyebar ke seluruh ruangan kandang yang sudah diberi alas litter (kulit padi, jerami kering, serbuk gergaji, dll). Penggunan pasir dan kapur sebagai campuran alas lantai kandang sangat dianjurkan karena pasir tidak mudah menggumpal dan mampu menyerap air (basah).


 
Kapur juaga berfungsi meredakan kadar amoniak yang disebabkan oleh kotoran itik. Campiran pasir, kapur, kulit padi, atau yang lainnya dengan per-bandingan 1 : 2 : 5, dan tebal minimal 20 cm. Seminggu sekali handaknya alas lantai kadang diaduk-aduk supaya bagian-bagian yang basah tidak memusat disatu tempat. Akan lebih baik lagi kalau ditaburi kulit padi yang dicampur kapur, sehingga kesehatan lantai kandang lebih terjamin.
Sebaiknya kandang itik hanya digunakan pada malam hari. Siang hari itik dikeluarkan dari kandang agar bisa bermain dikolam. Agar kandang tidak terlalu padat dan itik merasa nyaman, perbandingan luas kandang dan jumlah itik adalah 1 meter persegi untuk 6–7 ekor itik.


 
Kolam air untuk itik masa pertumbuhan, sebaiknya per meter persegi untuk 12 ekor itik, Kolam air jangan terlalu dalam agar itik tidak terlalu banyak membuang energi.
Pemberian makanan intuk itik masa pertumbuhan hendaknya mulai diatur dan dibatasi. Hal ini sangat menyangkut evesiensi penggunaan makanan dan kontrol berat tunbuh. Kontrol berat tubuh itik dalam masa pertumbuhan hendaknya dilakukan setiap minggu. Caranya adalah mengambil beberapa ekor itik secara acak dan menimbangnya, kemudian berat seluruhnya dibagi jumlah itik. Berat rata-rata




 
dapat dijadikan acuan untuk mengontrol berat tunuh itik masa pertumbuhan. Bila berat rata-rata terlalu besar selisihnya dengan barat rata-rata kelompok lain, pemberian makanan hendaknya di kontrol lebih cermat lagi. Bila itik terlalu kurus, berilah makanan melebihi jatah biasanya selama 2-3 hari, bila itik terlalu gemuk tambahkan jumlah makanan yang banyak mengandung serat kasar, seperti bekatul tanpa mengurangi konversi ransum yang dikonsumsi.
Berat standar tubuh itik pada usia 20 minggu adalah 1.350-1.400 kg. Usahakan mencapai berat standar tersebut agar itik tidak terlambat mencapai masa bertelur.
Itik yang mempunyai berat rubuh kurang atau lebih dari berat standar umumnya tidak bertelur tepat pada waktunya. Biasanya terlambat karena majir atau kegemukan.


 
V.3. Pemeliharan Itik masa Produksi (> 22 minggu)
Mulai usia 23 minggu, itik akan mulai bertelur. Jadi didalam kandang perlu disediakan sarang untuk bertelur. Sarang telur dibuat dengan ukuran 40x40x30 cm, dengan kapasitas persarang untuk 6 ekor itik.
Sarang diisi kulit padi supya lunak dan tidak merusak telur. Itik sebaiknya menempati kandang yang sama sampai mengakhiri produksi telurnya karena itik terlalu peka dan mudah stress bila berpindah - pindah kandang.
Selama masa produksi telur sebaiknya itik jangan dikeluarkan dari kandang sebelum pukul 09.00 pagi karena itik biasanya bertelur dini hari, sekitar pukul 03.00 pagi. Adakalanya telur yang belum sempat dikeluarkan dini hari, akan keluar sampai pukul 09.00 pagi.


 
Pemberian makanan secara teratur dapat menjaga keseimbangan konversi ransum dan produk telur. Makanan sebaiknya diberikan dua kali sehari dalam bentuk setengah basah. Makanan pertama diberikan pukul 09.00 pagi, dan yang kedua kali pukul 13.00 siang, sehingga pada sore hari makanan yang diberikan tidak tersisa. Jangan mengurangi jatah makanan jika itik mengalami gangguan kesehatan supaya berat standar dan tingkat produksi selalu seimbang.


 
Pada umumnya itik yang mampu berproduksi telur tidak bertelur di sarang yang sudah disediakan. Jika hal ini terjadi, kita harus melatih itik dengan menempatkan telur di sarang. Secara naluriah itik akan menirudan bertelur di sarangnya.
Pemberian grit yang mengandung Calsium dan Fosfor sangat penting, apalagi untuk itik yang sedang giat berproduksi telur. Itik lebih banyak membutukkan Calsium dan Fosfor dari pada ayam untuk pembentukan kulit telur. Apalagi itik mengalami kekurangan Calsium dan Fosfor dari makanannya, itik akan mengalami kelumpuhan.
Itik telur yang dipelihara secara intensip memiliki kemampuan produksi telur sampai usia 74 minggu. Tetapi apabila pemeliharaannya cukup baik, bisa dipertahan-kan sampai usia 144 minggu (setelah mengalami 3 kali rontok bulu).


 
V.4. Pemeliharaan Itik Masa Rontok Bulu
Itik mengalami rontok bulu (moulting) setelah memproduksi telur selama 9–12 bulan, dan pada saat itu selama 2–3 bulan itik akan istirahat, tidak memproduksi telur.
©2004 Digitized by USU digital library 10
Rontok bulu adalah proses terlepasnya bulu yang kemudian diikuti tumbuhnya bulu–bulu baru sebagai pengganti bulu lama. Kejadian rontok bulu pada unggas, merupakan suatu peristiwa alami, bukan disebabkan oleh penyakit.
Dalam masa rontok bulu dan pertumbuhan bulu baru, itik juga memperbaiki kondisi tubuhnya dan memberi kesempatan pada alat reproduksinya untuk istirahat dan bersiap – siap memasuki masa produksi berikutnya. Bila bulu–bulu baru sudah sempurna, itik akan bertelur lagi seperti sediakala.


 
Catatan : Minggu 1 – 10 menggunakan pakan masa pertumbuhan (dara) minggu 11 dst. Menggunakan pakan masa bertelur.
V.5. Penerangan Cahaya lampu Untuk Itik
Penerangan cahaya lampu untuk itik yang sedang produksi sangat penting artinya terutama pada malam hari untuk meningkatkan keseimbangan penyerapan vitamin D. Dengan penerangan yang mencukupi, kedewasaan kelamin dan kantong telur, kandungan telur dan pembentukan kulit telur bisa berlangsung sempurna dan keseimbangan kebutuhan akan calsium dan vitamin D terpenuhi.
Selain itu cahaya lampu juga sanggup memberi daya rangsang kelenjar yang bertugas membentuk hormon yang merangsang syaraf mata untuk mempertinggi produksi telur.


 
Syarat–syarat untuk penggunaan lampu penerang untuk itik :
1. Intensitas cahaya penerangan lampu paling sedikit 15 watt untuk 10 meter persegi, bagi itik menjelang produksi.
2. Untuk itik pada masa produksi (bertelur) intensitas cahaya penerangan lampu paling sedikit 30 watt untuk 10 meter persegi.
3. Pada umur 20–23 minggu, Pemberian cahaya lampu mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 19.00 Wib.
4. Pada umur 24-27 minggu, pemberian cahaya lampu mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 21.00 Wib.
5. Pada umur 28 minggu ke atas, pemberian cahaya lampu mulai pukul 18.00 sampai dengan 23.00 Wib.
©2004 Digitized by USU digital library 11


 
VI. Penyakit dan Pengendalian Penyakit Ternak Itik
Pencegahan (pengendalian) penyakit adalah salah satu kewajiban yang tak terhindarkan apabila usaha ternak itik diharapkan memberi keuntungan. Berbagai cara pengendalian dilakukan antara lain pemeliharaan kesehatan dan kebersihan lingkungan peternakan maupun vaksinasi terhadap penyakit tertentu yang sulit diobati.
Penyakit itik pada dasarnya terbagi dua yaitu :
1. Penyakit tidak menular
2. Penyakit menular
VI. 1. Penyakit Tidak Menular
Penyakit ini disebabkan oleh buruknya tata laksana pemeliharaan, seperti keracunan, pemeliharaan kesehataan dan kebersihaan yang buruk, kekurangan vitamin dan mineral, dll.


 
1. Strees (Cekaman)
Steres atau cekaman pada itik bisa disebabkan oleh berbagai faktor pengganggu yang secara langsung mempengaruhi fisiologi tubuh itik, misalnya; kebisingan, kurang kebebasan bermain dekat air, berpindah tempat, pertukaran pakan dan lain – lain.
Obat untuk menanggulangi “stress” tidak ada. Yang dapat dilakukan peternak adalah menghindari segala gangguan yang mungkin menimbulkan “stress” dengan cara memelihara lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan peternakan.


 
2. Kekurangan (defisiensi) Vitamin A
Makanan (pakan) yang tidak cukup mengandung vitamin A dapat menyebab-kan kekurangan vitamin A pada itik dan akhirnya mengganggu pertumbuhan. Itik akan tampak selalu mengantuk, kondisi kaki lemah, mata tertimbun lendir warna putih dan mudah terkena infeksi.
Pada anak itik umur sekitar 4 minggu yang kekurangan vitamin A terlihat selaput matanya menebal dan kering, air mata keluar berlebihan, bagian bawah mata tertimbun cairan lendir. Sedang pada itik dewasa, kekurangan vitamin A mengakibat-kan penurunan produksi telur, tubuh mengurus dan lemah.
Jagung kuning merupakan sumber vitamin A yang sangat diperlukan dalam komposisi pakan itik. Penyakit kekurangan vitamin A umumnya terjadi karena peternak mengganti jagung kuning dengan jagung putih yang miskin vitamin A.


 
3. Brooder Pneumonia
Penyakit Brooder Pneumonia umumnya menyerang anak itik yang masih memiliki bulu-bulu halus. Penyakit ini disebabkan oleh karena kotak atau pelingkar triplek terlalu padat, lampu pemanas untuk induk buatan kurang panas sehingga anak itik kedinginanan merasa pengap.
Tanda-tanda anak itik terserang penyakit ini adalah pembengkakan di kepala, pernafasan terlihat sulit dan mata selalu mengeluarkan air. Pencegahan terhdap penyakit ini pada anak itik dapat dilakukan dengan mengontrol kapasitas kotak atau pelingkar dan mengontrol panas induk buatan.
Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian satu sendok teh baking soda dalam satu quart (1,136 liter) air minum selama 12 jam untuk mengurangi penyebaran penyakit.
©2004 Digitized by USU digital library 12


 
4. Rickets Duck
Kekurangan vitamin D yang disertai kekurangan mineral Calsium dan Fosfor menimbulkan penyakit tulang yang menyebabkan kelumpuhan pada itik. Penyakit ini biasanya dinamakan “Rickets duck”. Itik yang terserang penyakit ini mengalami penyimpangan dan kelainan pada persendian kakinya.
Pencegahan hanya bisa dengan memberikan pakan yang cukup mengundang minural Calsium, Fosfor dan vitamin D. Ke dalam ransum (pakan) itik harus ditambahkan 2 % tepung tulang dan itik harus mendapat sinar matahari langsung.


 
5. Antibiotika Dermatitis
Penyakit ini terjadi pada itik karena penggunaan obat-obatan yang mengandung antibiotika secara berlebihan. Akibatnya kulit itik menjadi kering, bulu rontok dan mudah patah, itik selalu gelisa karena gatal-gatal pada kulitnya. Pencegahaan terhadap penyakit ini adalah dengan menggunakan antibiotika seperlunya.
Penghentian pemberian antibiotika serta pemberian “laxative” (obat pencahar) ringan seperti “molasses” dapat memulihkan kondisi ternak itik yang menderita dalam 4-6 hari.


 
6. Mycosis
Penyakit “Mycosis” pada itik terjadi karena itik secara sengaja atau tak sengaja mengkonsumsi pakan yang sudah basi atau jamur yang tumbuh di lantai (litter) kandang itik.
Itik yang keracunan jamur terlihat lesu, nafsu makan berkurang dan dalam beberapa hari berat badan merosot tajam. Bila tidak diketahui, itik akan mati dalam waktu seminggu.
Pencegahaan hanya bisa dilakukan dengan pemeliharaan kesehatan dan kebersihan kandang yang baik. Lantai (litter) kandang secara berkala dijemur, diusahakan tidak lembab dan diberi kapur, terutama dimusim penghujan.
Pengobatan penyakit Mycosis karena jamur bisa dilakukan dengan memberi antibiotika yang dicampurkan kedalam air minum atau pakan itik.


 
7. Botulism (Limberneck)
Penyakit Botulism pada umumnya terjadi karena itik makan bangkai. Misalnya pemberian makanan daging bekicot yang sudah layu. Bangkai yang sudah berulat mengandung kuman yang berbahaya yaitu “Clastrididium Botulinium”. Kuman tersebut memproduksi racun.
Tanda – tanda itik yang terserang penyakit ini adalah leher itik seperti tidak bertulang, tidak tegag atau lunglai setelah itik memakan bangkai 1 – 3 hari. Beberapa jam kemudian setelah leher lunglai mengakibatkan kematian.
Pencegahan dilakukan dengan memelihara kesehatan lingkungan yang baik dan tidak memberi pakan yang sudah basi (bangkai). Bila masih mungkin ternak itik yang sakit dapat diberikan obat–obatan pencahar agar itik menceret dan kuman beserta racunnya dapat ikut keluar dari saluran pencernan.
Pengobatan secara tradisional yang dapat membantu menyembuhkan yaitu dengan memberi : minyak kelapa satu sendok makan dan air minum yang bersih. Minyak kelapa yang menbuat itik hausdan ingin minum sebanyak–banyaknya. Jika itik banyak minum, racun dalam darah itik akan encer dan daya kerjanya berkurang, dengan demikian angka kematian akan menurun.
©2004 Digitized by USU digital library 13


 
8. Keracunan Garam
Penyakit keracunan garam umumnya terjdi bila air itik atau air kolam mengandung kadar garam yang tinggi, juga bils bahan baku pakan tertentu berkadar garam tinggi. Keracunan garam pada itik lebih sering terjdi di lokasi peternakan dekat pantai / tambak yang airnya tercemar garam.
Ternak itik tidak begitu tahan terhadap garam yang berlebihan, konsentrasi 2% saja dalam ransum (pakan) atau 4.000 ppm dalam air minum dapat menimbulkan kematian.


 
VI. 2. Penyakit Menular
Penyakit menular pada itik merupakan penyakit yang disebabkan oleh ; virus, bakteri atau kuman yang bisa ditularkan melalui kontak langsung atau lewat udara.


 
1. Fowl Cholera (kolera itik)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri “Pasteurella Avicia”. Kandang yang basah serta lembab mempercepat penularan. Penyakit yang menyerang anak itik umur 4 minggu dapat menimbulkan kematian sampai 50%, sedang pada itik dewasa menimbulkan kematian kurang dari 50%.
Gejala penyakit ini adalah : sesak nafas, pial bengkak, dan panas, jalan sempoyongan. Itik yang terserang penyakit kolera yang akut akan meratap dan mengeluarkan suara yang nyaring dan keluar dari kelompoknya.
Keganasan penyakit ini dapat menyebabkan infeksi darah, dan itik akan matii secara mendadak.
Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi Fowl Cholera. Pengobatan bagi itik yang terserang pada tingkat awal dapat digunakan obat Choramphenicol, Tetracycline atau Preparat-preparat Sulfat.


 
2. Fowl Pox (Cacar)
Penyakit cacar ini menyerang itik semua umur yang disebabkan oleh virus. Tanda-tanda penyakit ini adalah dengan munculnya benjolan-benjolan pada bagian badan itik yang tidak tertutup bulu sepertikaki dan kepala. Penyakit cacar basah menyerang rongga mulut dalam bentuk “diptherie” dan kematian terjadi karena itik kesulitan makan dan minum.
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara vaksinasi yang disuntukan dibalik sayap itik. Pengobatan cacar kering berupa benjolan-benjolan dapat dilakukan dengan jalan mengelupasi benjolan-benjolan itu sampai berdarah kemudian mengolesinya dengan yodium tingture (6-10 %).


 
3. White Eye (Mata Memutih)
Penyakit yang diduga disebabkan oleh virus ini menyerang itik segala umur dan yang paling peka adalah itik umur kurang dari 2 bulan. Biasanya itik yang kurang vitamin A mudah terserang penyakit ini. Kandang yang lembab dan lantai (litter) yang basah juga memudahkan itik terserang penyakit ini.
Tanda-tanda anak itik yang terserang penyakit ini adalah : cairan putih bening keluar dari mata dan paruh, kotoran yang bening dalam beberapa jam berubah menjadi kekuning-kuningan, itik sulit bernafas, lemah dan akhirnya lumpuh. Bila sampai kejang-kejang, kematian tak bisa dihindari.
Pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan dengan antibiotika yang dicampur kedalam air minum atau pakan. Antibiotika yang sering digunakan adalah Oxytetracycline (terramycin) atau Chlortetracycline (aureomycin) dengan dosis 10
©2004 Digitized by USU digital library 14
gram per 100 kg pakan atau 10 gram dalam 40 gallon air minum akan membantu mengontrol penyakit White Eye.


 
3. Coccidiosis
Coccdiosis adalah penyakit berak darah yang juga menyarang itik. Gejala itik yang diserangpenyakit ini adalah kurang nafsu makan, berat badan menurun drastis dan akhirnya lumpuh. Penularan melalui kotoran itik yang membawa coccidia dan terjadi relatif cepat pada itik segala umur, tetapi yang banyak terserang adalah pada anak itik.
Untuk pencegahan dan atau pengobatan penyakit C0ccidiosis dapat dipakai obat-obatan seperti : “furazolidone, nitrofurazone atau nicardbazin”. Obat-obatan tersebut dicampurkan kedalam pakan itik atau dilaturkan kedalam air minum. Untuk membantu kontrol penyakit Coccidiosis, berikan vitamin A dengan konsentrasi tinggi.


 
4. Coryza
Penyakit Coryza disebut juga penyakit pilek menular. Penyebabnya adalah semacam microorganisme. Penyakit ini biasanya terjadi pada awal pergantian musim. Penularannya sangat cepat, melalui kontak langsung antara itik yang sakit dengan itik yang sehat.
Tanda-tanda itik yang terserang penyakit pilek menular ini adalah keluarnya kotoran cair kental dari mata. Jadi penyakit ini mirip dengan penyakit White Eye. Anak itik berumur 1 minggu sampai 2 bulan merupkan yang paling sering menderita. Akan tetapi itik dewasa pun dapat pula terserang wabah penyakit Coryza ini.
Pengobatan yang paling efesien adalah dengan menyuntikan “Streptomycin Sulphat” secara individual dengan disis 0,4 gram rendah dengan patokan berat badannya. Penyuntikan dapat diulang sekali dalam sehari untuk selama beberapa hari, dengan dosis Streptomycin setengah dari dosis diatas.


 
5. Salmonellosis
Penyakit Salmonellosis menyerang itik segala umur dan dapat menyebabkan angkan kematian sampai 50%. Penyebabnya adalah kuman “Salmonella Anatis”, melalui perantaraan lalat atau makanan atau minuman yang tercemar kuman tersebut.
Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : keluarnya kotoran dari mata dan hidung dan menceret. Itik yang bisa sembuh sendiri cukup berbahaya cukup berbahaya sebagai sumber penyakit, maka sebaiknya disingkirkan saja.
Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Secara berkala dilakukan pembersihan kandang agar kandang bebas dari kuman Salmonella. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan “Furazolidone”.


 
6. Sinusitis
Penyakit Sinusitis menyerang itik dewasa sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ini dikarenakan tata laksana pemeliharaan yang buruk, kekurangan mineral dalam pakannya dan tidak tersedianya kolam untuk bermain. Akibatnya itik menjadi renta mendapat infeksi sekunder.
Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : terjadi pembengkakan sinus, dari lubang hidung keluar cairan jernih, sekresi mata menjadi berbuih, sinus yang membengkak menimbulkan benjolan di bawah dan di depan mata.
Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan tata laksana pemeliharaan yang baik. Pengobatan bagi itik yang sakit ada;lah disuntuk dengan antibiotika (strepto-mycin) ke dalam sinus yang menderita. Dosis pada itik dewasa adalah sebanyak 0,5 gram streptomycin yang dilarutkan ke dalam 20 cc aquadest. Larutan ini disuntikan
©2004 Digitized by USU digital library 15
ke dalam sinus. Untuk pengobatan yang lebih muda, dosisnya dikurangi. Pengobatan seperti ini dilakukan sekali dalam 48 jam sampai sembuh.


 
7. Aflatoksikosis
Aflatoksikosis yang menyerang itik pada umumnya disebabkan oleh “Aflatoksin” yang dihasilkan oleh “Asperqillus Flavus”. Aflatoksin menyerang hati, sehingga itik yang terserang penyakit ini hatinya membesar.
Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : kondisi sangat lemah, terjadi pendarahan di bawah kulit kaki dan jari, terhuyung-huyung, akhirnya mati dalam posisi terlentang. Anak itik lebih muda terserang penyakit ini dibanding itik dewasa.
Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kandang, penaburan kapur di lantai kandang, pembersihan kandang agar bebas dari serangga. Pengobatan hanya bisa diusahakan dengan memberikan anti biotika yang dicampurkan dalam air minum atau pakannya.


 
VII. Daftar Pustaka
1. Amarullah, I. K. 2003. Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor.
2. Murtidjo, Bambang Agus. 1992. Mengelola Itik. Penerbit Kanisius, Jakarta.
3. Samosir, D. J. 1983. Ilmu Ternak Itik. Penerbit P.T. Gramedia, Jakarta.
4. Shane S. M. 1998. Buku Pedoman Penyakit Unggas. American Soybean Association. Singapore.



GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :



Loading



Logitech Keyboards

Sabtu, 26 November 2011

TIPS DAN CARA AGAR ANAK ITIK TUMBUH MERATA









DAPATKAN BUKU-BUKU PETERNAKAN ITIK ! KLIK DISINI:











Salah satu tujuan dalam beternak itik adalah untuk menghasilkan itik
potong dengan kriteria berat potong tertentu pada saat umur tertentu
pula. Pasokan itik potong selama ini bisa berasal dari dua sumber yaitu
itik jantan umur muda dan itik petelur yang sudah afkir. Yang akan kita
bicarakan sekarang adalah cara beternak itik jantan sehingga bisa
dicapai berat potong yang seragam pada saat umur panen. Mengapa? Karena
dengan memperhatikan berat/bentuk keseragaman itik akan menjadi ‘mudah’
baik dari segi manajemen pemeliharaan pemasaran dan yang lainnya.


Berikut petunjuk praktis (tips) untuk menghasilkan itik potong yang seragam :








Membeli DOD yang seragam





Menghasilkan itik potong yang seragam bermula dari sini, sehingga
apabila memungkinkan belilah DOD yang berat/bentuk badannya seragam.
Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menjalin kerjasama
dengan produsen DOD yang terpercaya. Apabila anda membeli DOD dari
tempat lain dan terpau jarank yang cukup jauh maka hal yang perlu
diperhatikan adalah penangan DOD itik tersebut baik ketika akan dikirim,
dalam proses pengiriman dan ketika awal kedatangan di kandang anda.
Produsen bibit biasanya memberikan tambahan kecambah dalam bok sebagai
ganti minum selama perjalanan. Kita ketahui kecambah adalah sayuran yang
banyak mengandung air dan tidak mengandung pestisida sehingga aman
dikonsumsi anak itik. Segera setelah DOD sampai di kandang, DOD diberi
minuman yang berenergi tinggi dan berelektrolit. Pemberian minum yang
dilakukan dengan segera bertujuan untuk mengganti cairan tubuh yang
hilang, sehingga kehilangan berat badan dapat dicegah. Pemberian minuman
berelektrolit dilakukan untuk mengganti elektrolit yang hilang,
sedangkan minuman berenergi yang diberikan sebagai sumber tenaga baru.
Jika hal ini dilakukan, maka kehilangan berat badan dapat dicegah dan
DOD akan mempunyai kesehatan yang normal kembali. Ibarat jika kita
bertamu ke keluarga yang jauh, ketika baru datang di tempat tujuan dan
disajikan minuman yang berelektolit (sengaja tidak menyebut merk karena
tidak ada unsur promosi) atau minuman berenergi (minuman yang
manis-manis/berkadar gula tinggi) akan terasa hilang yang namanya
dehidrasi, capek, dan yang lainnya. DOD yang terlambat penanganan ketika
datang dapat terlihat dari ketidakseragaman berat nantinya.








Pilih jenis kelamin jantan





Secara umum dan sudah terbukti baik secara teori maupun praktek bahwa
laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat dari pada itik betina sehingga
berat badan akhir pada umur pemeliharaan itik jantan dan betina tentu
berbeda. Oleh karenanya, memelihara DOD untuk tujuan potong sebaiknya di
pilih satu jenis kelamin saja yaitu jantan saja untuk mencapai
keseragaman hasil akhir. Hal ini tidaklah sulit karena produsen DOD itik
telah menjual itik secara terpisah antara jantan dan betina.
Pemeliharaan itik jenis jantan saja juga menguntungkan karena harga DOD
itik jantan jauh lebih murah daripada DOD itik betina.








Perhatikan jumlah tempat pakan dan minum





Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah tempat pakan dan minum adalah
salah satu faktor pendukung yang memberikan andil cukup besar dalam
menghasilkan itik potong yang seragam. Jumlah tempat pakan dan tempat
air minum yang terlalu sedikit akan membuat itik saling berebutan
(bersaing) dalam memperoleh pakan dan minum. Ternak yang dominan akan
dengan mudah mendapatkan jatan pakan/minum sedang ternak yang kalah akan
kesulitan dalam mendapatkan jatah pakan/minum. Sehingga jumlah tempat
pakan dan minum yang sedikit akan membuat pertumbuhan itik tidak merata
sehingga secara otomatis menyebabkan ketidakseragaman berat akhir.
Biasanya peternak memberi tempat pakan sebanyak 3-4 buah untuk 50 ekor.
Begitu juga kebutuhan tempat minum tidak jauh beda dengan jumlah
kebutuhan tempat pakan








Perhatikan kepadatan kandang





Kepadatan kandang juga dapat mempengaruhi keseragaman berat badan.
Kandang yang terlalu padat menyebabkan itik tidak mendapatkan pakan dan
minum secara serentak. Kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat
memunculkan stress dan akibat lainnya. Selain itu, kepadatan kandang
yang terlalu tinggi dapat juga menciptakan prilaku dominasi pada
sekelompok itik. Berdasarkan referensi yang ada kepadatan kandang 10-15
ekor/m2 untuk itik umur 5-6 minggu dianggap masih cukup baik.








Bentuk pakan





Mengapa kami tidak berbicara masalah kualitas dan kuantitas pakan?
Jawabannya adalah kami yakin anda sudah paham dan mengetahui akan hal
ini akan tetapi keseragaman bentuk pakan mungkin sering terlupakan oleh
peternak. Perlu anda ketahui bahwa pakan yang tercampur secara tidak
merata dapat menyebabkan ketidakseragaman berat akhir itik potong. Hal
ini disebabkan itik tidak menerima zat gizi secara optimal karena pakan
yang tercampur tidak merata. Ada itik yang kelebihan dalam menerima zat
gizi dan ada pula itik yang kekurangan dalam mendapatkan zat gizi.
Karena dalam pencampuran pakan tersebut mungkin ada bagian pakan yang
kaya akan zat gizi (bisa karena bentuk butiran yang agak besar atau bisa
juga karena memang terdapat dominasi bahan pakan yang kaya zat gizi
tertentu). Untuk menghindari hal ini, maka tidak ada jalan lain kecuali
melakukan pencampuran bahan pakan secara merata. Sebagai gambaran
dinding tembok rumah kita, ada bagian yang mudah kita tancapkan paku dan
ada pula bagian yang susah untuk kita tancapkan paku. Mengapa karena
campuran bahan pembuat (luluh) didnding tida tercampur secara merata.








Abnormalitas dan penyakit





Abnomalitas bibit bisa disebabkan oleh kelainan metabolik seperti
defisiensi atau kelebihan zat gizi, abnormalitas bentuk tubuh dan
infeksi penyakit. Kelainan metabolisme dapat mempengaruhi tingkat
efisiensi dalam penggunaan pakan sehingga berpengaruh pula pada laju
pertumbuhan. Abnormalitas seperti itik yang mengalami kelainan kaki
(pengkor) menyebabkan ia sulit untuk mendapatkan pakan dan minum. Hal
ini menyebabkan itik yang bersangkutan bisa mengalami kekurangan zat
gizi, sehingga pertumbuhan terhambat. Kemudian itik yang terkena infeksi
penyakit secara umum dapatkan mengakibatkan nafsu makannya menurun
sehingga jelas akan berpengaruh pada pertumbuhan. Kalau terjadi hal
demikian maka langkah yang kita tempuh adalah  variasi cara
memperlakukan individu ternak seperti pemisahan ternak yang mengalami
ganguan abnormalitas atau penyakit pada kandang tersendiri (kandang
isolasi/karantina). Kita pantau/monitor para pegawai kandang terhadap
variasi cara ini agar kelak tujuan kita untuk mendapatkan itik potong
yang seragam dapat tercapai.








Pencahayaan





Pernah melihat tayangan buah raksasa pada televisi atau media
informasi lainnya? Ternyata buah raksasa yang dihasilkan salah satu
kuncinya adalah perpaduan dalam hal pencahayaan.  Ternak yang
mendapatkan tingkat pencahayaan yang berbeda (alami atau buatan) akan
berbeda pula tingkat pertumbuhannya.  Tingkat pencahayaan yang berbeda
akan berpengaruh pada stimulasi pada glandula pituitari
sehingga dapat menyebabkan sebagian ternak mencapai dewasa kelamin lebih
awal/lambat. Untuk mengatasi apabila pencahayaan kurang (kondisi cuaca
mendung/sering hujan) maka dapat dilakukan penambahan cahaya secara
buatan.








Suhu kandang





Sudah menjadi rahasia umum bahwa suhu lingkungan dapat mempengaruhi
pertumbuhan ternak. Pada saat anak itik masih umur DOD maka anak itik
masih memerlukan panas tambahan sehingga pemberian suhu pemanas buatan
yang tepat akan mampu menciptakan suhu kandang yang ideal. Sebagai
contoh anak itik yang mendapat panas berlebihan (suhu terlalu tinggi),
nafsu makan akan menjadi menurun sedangkan nafsu minum akan semakin
meningkat begitu pula sebaliknya. Demikian pula masalah letak posisi
kandang, bagian kandang yang terkena sinar matahari akan lebih kering
sehingga bagian tersebut tidak terlalu lembab.





Kesimpulan dari uraian di atas adalah mencari jalan keluar dari
hal-hal yang dapat menyebabkan ketidakseragaman itik pada saat umr
potong. Sebagian besar penyebab ketidakseragaman berat badan pada itik
potong dapat diatasi oleh peternak karena sebagian besar penyebab
tersebut berasal dari faktor manajemen pemeliharaan. Kalau hal-hal di
atas terabaikan dapat menyebabkan ketidakseragaman dalam hal pertumbuhan
itik potong yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan atau bahkan
bisa menjadi salah satu sebab kerugian usaha. Semoga bermanfaat* (SPt)





Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com





GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :



Loading



Logitech Keyboards