Tampilkan postingan dengan label Pakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2012

PAKAN TERNAK : SISA-SISA JAGUNG TEPUNG DI LERENG GUNUNG





Semenjak tumbuhnya agroindustri peternakan unggas dan sapi perah modern di Indonesia, tumbuh pulalah agribisnis jagung hibrida/open polyneted (Zea mays indurata). Biji jagung hibrida ini berwarna oranye. Pemanfaatannya 100% untuk bahan baku pakan ternak. Semenjak tumbuhnya agribisnis jagung hibrida, maka terdesak pulalah penanaman jagung tepung yang berwarna putih. Terdesaknya jagung tepung oleh jagung hibrida, selain disebabkan oleh pertumbuhan agroindustri peternakan; juga diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi nasional sejak awal tahun 1970an. Membaiknya perekonomian rakyat, dan meningkatnya produksi beras nasional, telah mengakibatkan konsumsi jagung tepung menurun drastis. Jagung tepung (Zea mays amylacea) semula memang dibudidayakan untuk bahan pangan substitusi beras. Ada yang dipecah dalam butiran kasar dan dicampurkan dalam beras, maupun ditumbuk halus menjadi tepung untuk dimasak menjadi nasi jagung.


Saat ini pun, masyarakat di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur masih mengkonsumsi nasi jagung. Hanya proses penepungannya sudah dilakukan di penggilingan (huller) yang banyak bertebaran sampai ke pelosok desa. Sebelum ada huller, penepungan jagung dilakukan secara manual. Jagung pipilan kering, dimasukkan ke dalam lumpang (wadah penumbuk dari kayu maupun batu), disiram air panas dan ditumbuk menggunakan alu (batang penumbuk dari kayu). Hasilnya, berupa biji jagung pecah dan terpisah dari kulit biji serta lembaganya (kentosnya). Kulit ari dan lembaga ini disebut sebagai dedak jagung, dan dipisahkan dari biji pecah dengan ditampi menggunakan tampah (nampan dari anyaman bambu). Selanjutnya biji pecah direndam air antara 6 sd. 12 jam sampai lunak. Setelah itu, biji dicuci dan "dirimbang" untuk memisahkan sisa lembaga yang masih berada dalam pecahan biji. Setelah bersih, pecahan biji jagung ditumbuk dalam lumpang sampai menjadi tepung.


Tepung yang dihasilkan dicampur air dan dibuat menjadi adonan halus. Perlakuan ini sama dengan perlakuan terhadap tepung gaplek (singkong kering) dalam proses pembuatan tiwul. Adonan tepung jagung ini kemudian dikukus menggunakan kukusan (anyaman bambu berbentuk kerucut), dalam dandang (kuali pengukus dari tembaga) dan ditutup kekeb. Pengukusan dilakukan dalam tungku dengan bahan bakar kayu selama 15 menit. Untuk melihat apakah seluruh bagian tepung sudah masak, digunakan lidi atau soled khusus untuk menusuk adonan tepung. Setelah seluruh bagian tepung masak, adonan diangkat, ditaruh dalam tampah, dihancurkan sambil disiram air dingin dan diaduk-aduk menggunakan centong. Adonan ini dibiarkan mengembang sekitar 10 menit dan dikukus lagi. Pengukusan kedua berlangsung sekitar 10 menit, adonan kembali diangkat, ditaruh dalam tampah, disiram air panas dan diaduk rata serta dibiarkan mengembang selama 15 menit. Setelah mengembang, adonan kembali dikukus tahap III selama 30 menit sampai siap disantap sebagai nasi jagung. 


Meskipun pengukus aluminium dan stainless steel sudah memasyarakat semenjak tahun 1960an, namun sampai saat ini pengukusan dengan dandang tembaga dan kukusan dari anyaman bambu masih tetap dilakukan masyarakat di pegunungan. Demikian pula dengan tungkunya, meskipun kompor minyak dan gas sudah memasyarakat, namun tungku dengan bahan bakar kayu tetap masih mereka pergunakan. Sebab fungsi tungku pada masyarakat di pegunungan, bukan sekadar untuk memasak, melainkan juga untuk mengasap tongkol jagung, gaplek, tembakau dan biji-bijian hasil panen yang disimpan dalam lumbung di atas tungku tadi. Selain itu, tungku juga berfungsi sebagai penghangat ruangan. Sebab suhu udara di pegunungan sering turun di bawah 15° C (suhu terendah ruang ber AC hanya 18° C). Bahkan malam hari pada bulan-bulan Juli, Agustus dan September, suhu udara bisa turun sampai 0° C hingga terjadi frost.


Mengkonsumsi nasi jagung bagi masyarakat pegunungan, bukan sekadar masalah ekonomi melainkan juga kultur. Bahkan sampai saat ini pun, proses penepungan jagung secara manual menggunakan alu dan lumpang masih banyak dilakukan oleh keluarga pedesaan di pegunungan. Meskipun dilihat dari kacamata ekonomi sangat tidak rasional, tetapi karena merupakan bagian dari kultur, maka proses pembuatan nasi jagung masih tetap dijalankan oleh masyarakat. Hanya kalau sebelum tahun 1970an mengkonsumsi nasi jagung terpaksa dilakukan karena faktor ekonomi, maka saat ini pertimbangannya sekadar masalah kultural. Sama halnya dengan masyarakat Gunung Kidul dan Wonogiri yang sampai sekarang masih tetap mengkonsumsi tiwul. Faktor kultural inilah yang menyebabkan budidaya jagung tepung sampai sekarang masih terus berlangsung. Hingga plasma nutfah jagung tepung juga masih tetap terpelihara dengan baik dan tidak mengalami kepunahan.




Budidaya jagung tepung yang dilakukan oleh masyarakat, menjadi sangat tidak ekonomis karena hasil per hektar per musim tanam paling tinggi hanya 1 ton pipilan kering. Namun secara ekonomis, yang riil mereka keluarkan hanyalah pembelian pupuk urea sekitar Rp 100.000,- untuk 1 hektar lahan. Selebihnya benih, pupuk kandang, pengolahan lahan, penanaman, penyiangan dan ongkos panen sama sekali tidak mengeluarkan biaya riil. Seandainya seluruh biaya itu diuangkan, maka nilainya sekitar Rp 1.500.000,- per hektar per musim tanam. Kalau harga jagung tepung ini Rp 1.000,- per kg. maka hasil yang diperoleh hanya bernilai Rp 1.000.000,- per hektar per musim tanam. Hingga sebenarnya petani merugi. Tetapi karena beban riil yang mereka keluarkan hanya Rp 100.000,- maka petani masih menganggap bahwa kegiatan ini menguntungkan. Lebih-lebih karena hasil jagung tersebut untuk mereka konsumsi sendiri. Kalau biaya itu ditingkatkan menjadi Rp 3.000.000,- per hektar per musim tanam, maka hasilnya akan meningkat menjadi 3 ton biji jagung pipilan kering (kadar air 14 %). Hingga peningkatan biaya sebesar 100%, akan mengakibatkan peningkatan hasil 200%. Dengan nilai pipilan kering Rp 1.000,- per kg. (jagung pakan ternak Rp 900,- per kg.) kegiatan ini baru BEP. Kalau mau untung, maka hasil pipilan kering minimal harus 4 ton per hektar per musim tanam.  


Dari 1 ton jagung pipilan kering, kalau ditepungkan akan menjadi 700 kg tepung dan 300 kg dedak. Nilai dedak Rp 500,- per kg. atau Rp 150.000,- menjadi hak pemilik huller. Biaya penepungan Rp 100,- per kg. atau total Rp 100.000,- Hingga nilai 700 kg. tepung akan menjadi Rp 1.100.000,- atau Rp 1.571,- per kg.  atau dibulatkan menjadi Rp 1.600,- per kg. Harga pokok tepung ini masih sangat rasional mengingat harga tepung terigu tanpa merek di tingkat konsumen sudah di atas Rp 3.000,- per kg, tepung beras Rp 4.500,- per kg, tepung ketan Rp 5.700,- per kg, tapioka Rp 2.800,- per kg, dan tepung maizena impor Rp 9.500,- per kg. Dengan harga jual tepung jagung di tingkat konsumen Rp 2.500,- per kg. pun, sebenarnya masih sangat bersaing, sebab lebih murah Rp 300,- dibanding tepung tapioka dan lebih murah Rp 2.000,- dari tepung beras. Namun sampai sekarang agroindustri tepung jagung tidak pernah bisa berkembang karena pemanfaatannya masih sebatas untuk nasi jagung. Sementara tepung tapioka diserap oleh industri kerupuk dan bakso, serta tepung beras untuk aneka kue basah dan pembalut gorengan.


Di Amerika Latin, agroindustri tepung jagung bisa tumbuh sangat sehat, sebab pemanfaatannya lebih ditujukan untuk substitusi gandum. Roti dan aneka kue jagung merupakan menu yang telah memasyarakat dan diproduksi secara massal. Hingga agroindustri tepung jagung pun juga berkembang sejalan dengan konsumsi roti dan kue secara modern. Hal inilah yang belum terjadi di Indonesia. Akibatnya terjadi ketimpangan antara budidaya jagung pakan ternak, jagung manis dan jagung tepung. Kalau jagung pakan ternak dan jagung manis telah dibudidayakan secara modern dalam skala komersial, maka budidaya jagung tepung masih dilakukan secara subsisten oleh para petani tradisional. Hingga tidak terlalu penting apakah hasilnya akan merugi atau menguntungkan. Padahal, konsumen pangan di Indonesia, terutama masyarakat lapis bawah, tidak terlalu mempermasalahkan, apakah kue serta roti yang dikonsumsinya berasal dari bahan baku gandum, beras, jagung atau singkong. Bagi konsumen, yang penting rasanya enak, tidak membahayakan kesehatan dan harganya terjangkau.


Kedatangan tanaman jagung dan singkong di Indonesia dari Amerika Latin relatif bersamaan waktunya. Namun variasi menu tradisional dari singkong mencapai puluhan, sementara masyarakat hanya mengenal nasi jagung, jagung rebus/bakar, gerontol (biji jagung direbus setelah dihilangkan kulit arinya dengan kapur), marning (gerontol dikeringkan dan digoreng). Makanan kering dari singkong dikenal cukup banyak. Mulai dari aneka kerupuk, aneka opak dan keripik singkong. Variasi makanan kering dari jagung, sebenarnya bisa lebih banyak. Tetapi karena menu makanan menyangkut dengan kultur, maka pengembangan jagung tepung di Indonesia tidak bisa dipaksakan. Menjadi tugas para enterpreneur dan inovator untuk merintis berbagai menu dari bahan jagung. Sebab ketergantungan impor gandum untuk mie, roti dan berbagai kue, pada akhirnya akan makin memperkaya negara maju dan memiskinkan para petani kita. (R) * * *       


sumber : http://foragri.blogsome.com

Selasa, 13 Desember 2011

JENIS PAKAN ALTERNATIF LOKAL UNTUK PAKAN UNGGAS DAN TERNAK





Ampas yang berasal dari hasil ikutan pengolahan makanan ternyata sangat potensial sebagai pakan alternatif. Beberapa diantaranya ampas minyak sawit, kecap, tahu, tempe, onggok, molasses dan orgami. Bahkan juga siput air tawar dan keong mas. Jangan terpukau dengan pakan impor.


DAPATKAN BUKU-BUKU PETERNAKAN
 PESAN ONLINE KIRIM KE SELURUH INDONESIA
UNTUK PEMESANAN KLIK GAMBAR ATAU 
VIA SMS 0852.57090.372
Jangan gelisah dengan meningkatnya impor bahan pakan seperti jagung dan bungkil kedelai. Indonesia memiliki bahan pangan lokal yang dapat cukup untuk menggantikannya.
Yang paling gampang dan sudah banyak digunakan sebagai pakan ternak adalah ampas yang berasal dari hasil ikutan pengolahan makanan seperti onggok, molasses, ampas tahu, ampas kecap, CPO, dll. Penggunaannya sebagai bahan pakan dapat dicampurkan dengan bahan tambahan pakan lainnya atau dapat diberikan secara langsung pada ikan/ternak antara lain
Ampas Minyak

Sawit Minyak inti sawit merupakan minyak murni hasil ekstraksi biji sawit. Sedangkan sisa dari pembersihan/ pemurnian tersebut diperoleh ampas minyak sawit yang berbentuk padat. Sejauh ini sudah banyak yang memanfaatkan hasil ikutan ini sebagai pakan ternak (sapi). Penggunaan minyak sawit (CPO) pada pakan dapat langsung dicampur pada pakan siap, sedangkan ampas minyak sawit dapat dicampurkan dengan bahan-bahan tambahan pakan lainnya. Sedangkan ampas minyak sawit sebagai bahan baku pakan ikan terlebih dahulu harus diproses menjadi tepung dengan nilai gizi yang terkandung di dalamnya protein 16,09%; lemak 5,39% dan abu 8,59%.
Ampas Kecap

Ampas kecap merupakan hasil ikutan dari proses pembuatan kecap yang berbahan dasar kedelai yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Untuk menjadi bahan baku pakan, ampas kecap harus diolah menjadi tepung dengan lebih dahuhr dikeringkan dalam oven/dijemur. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 10,32%;Iemak 6,93%;air 52,98% dan abu 6,72%.
Onggok

Onggok yang berasal dari ubi kayu merupakan hasil ikutan padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong (ubi kayu) yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31 % dan abu 4,4%.
Ampas Tahu

Ampas tahu merupakan hasil ikutan dari proses pembuatan tahu. Untuk menjadi bahan baku pakan, ampas tahu dapat langsung diberikan pada ikan/ ternak dengan tambahan sedikit ikan asin, atau dapat juga diolah lebih dulu menjadi tepung dengan mengeringkannya dalam oven/dijemur lalu digiling. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%.
Ampas Tempe

Hasil ikutan pengolahan tempe yang berasal dari bahan baku kacang kedelai, baik berupa kupasan kulit ari kacang kedelai juga limbah cair berupa air rebusan dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ikan/ternak.
Molases.

Molases merupakan sisa hasil produksi pada industri pengolahan gula yang berbentuk cair. Molases sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak, karena kandungan gizinya cukup baik.
Orgami

Orgami merupakan hasil buangan pengolahan penyedap rasa. Setelah melalui proses penyaringan raw sugar (tetes tebu) dan molases sebagai bahan baku, dihasilkan gypsum. Selanjutnya melalui tahap koagulasi (penggumpalan) dihasilkan orgami sebagai hasil ikutan cair dan dielet humus sebagai hasil ikutan padatnya. Nilai gizi orgami adalah protein 5,28%; lemak 3,41%; air 68,29% dan abu 4,77%.

Selain bahan lokal yang berasal dari nabati juga dapat memanfaatkan bahan lokal dari hewani yaitu siput air tawar dan keong emas yang sering dijumpai pada areal persawahan dan kolam ikan.
Siput air Tawar

Dari hasil penelitian bahwa pemberian dedak padi ditambah siput air tawar (Lymneae Auricularis) dengan perbandingan I : 2 dapat meningkatkan kualitas telur itik seperti nilai nutrisi telur, bobot telur dan warna kuning telur yang lebih baik.
Keong Mas

Pemberian keong mas yang direbus pada ayam buras yang di berikan selama 13 minggu dapat menaikkan pertambahan bobot badan lebih baik dan penghematan biaya sebesar Rp. 764 - 927 perekor.
Minuman Kesehatan Unggas

Seperti manusia yang memerlukan minuman kesehatan dari bahan-bahan herbal maka unggas-pun memerlukan minuman kesehatan. Bahan-bahan yang diperlukan antara lain : kencur, temu kunci, lengkuas, jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, bengkuang, daun sirih, sereh, belimbing wuluh, kemangi, temu lawak, temu hitam, masing¬masing sebanyak 0,25 kg.

Proses pembuatannya sebagai berikut Bahan-bahan dicuci sampai bersih; Diiris tipis¬tipis, lalu digiling; Hasil gilingan dimasukkan ke dalam jerigen ukuran 20 liter dan ditambahkan dengan I liter molasse dan I liter EM-4; Tambahkan air bersih sampai penuh. Kocok sampai merata. Tutup rapat jerigen untuk proses permentasi secara anaerob dan biarkan berlangsung selama 2 minggu, namun selama proses permentasi berlangsung sebaiknya gas dibuang dengan membuka tutup jerigen dan menutup kembali dengan rapat setelah 2 minggu, hasil permentasi disaring dan disimpan secara anaerob ditempat sejuk sehingga sewaktu bisa digunakan

Untuk minuman kesehatan maka diminumkan pada ayam dengan dosis unt I liter air minum ditambahkan 2,5 ml bal ramuan.. Ramuan ini akan bermanfaat bal peningkatan kerja organ pencernaan dan meningkatkan nafsu makan ayam.
Masih Banyak Peluang untuk Pakan

Indonesia masih memiliki bahan pakar lokal yang belum lazim dimanfaatkan, diantaranya adalah lumpur sawit yang merupakan hasil ikutan pengolahan miny, sawit, bungkil kopra, bungkil kelapa sawit, gaplek dan bekatul.
Lumpur sawit

Beberapa peneliti telah melaporkan bahwa lumpur sawit dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak unggas. sapi, domba, babi. Lumpur sawit mengandung serat kasar yang tinggi dan kecernaan gizi yang rendah sehingga penggunaannya untuk pakan unggas sang terbatas. Salah satu usaha yang dilakukan Balai Penelitian Ternak dalam rangka pemanfaatan baban ini adalah melakukan ferment,asi untuk meningkatkan nilai gizin) serta menurunkan kadar serat lumpur sav Pengujian biologis menunjukkan bahwa produk fermentasi lumpur sawit dapat digunakan hingga 10% di dalam ransum ayam broiler dan ayam kampung, tetapi di dalam ransum itik sedang tumbuh dapat digunakan sebanyak 15%.
Bungkil Kopra

Bungkil kopra merupakan hasil ikutan proses ekstraksi minyak kelapa.Tetapi penggunaan bungki kopra dalam pakan unggas menghadapi kendala seperti: kadar asam amino esensi rendah, kerusakan protein akibat suhu tii dan tingginya kadar serat kasar. Akibatny bungkil kopra tingkat penggunaannya ha sebatas pada level tidak lebih dari 10 %. atas level itu besar kemungkinan akan berpengaruh buruk terhadap tingkat konsumsi makan, laju pertumbuhan dan produksi telur.
Peranan Penyuluh Pertanian

Para penyuluh pertanian perlu mendorong peternak untuk menggunaka bahan baku dari dalam negeri sehingga ketergantungan kepada pakan impor semakin berkurang.

Antara lain dengan terlibat dalam program pemerintah yang akan memberi advokasi dan edukasi pembuatan formula pakan berbasis sumberdaya lokal, dan mengembangkan bahan pakan lokal yang prospektif dikembangkan sebagai alternat diantaranya hasil ikutan pengolahan min; sawit dan ubi kayu (singkong) dan hasil ikutan perkebunan lainnya.

Pemerintah sendiri sedang berusaha meningkatkan penggunaan bahan baku k Oleh karena itu Ditjen Peternakan telah memberikan bantuan mini feedmill (pabri pengolahan pakan mini) untuk kelompok peternak di 14 lokasi pada tahun 2007, dan 38 lokasi pada tahun 2008. Sad Hutomo Pribadi Penyuluh Madya Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Sumber : Hasil penel dan tulisan dari Balai Penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian dan berbagai tulisan di website.badan litbang.
Sumber : Sinar Tani Edisi 9-15 Juli 2008


GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading
Logitech Keyboards

Minggu, 04 Desember 2011

MERAMU DAN MEMBUAT PAKAN AYAM KAMPUNG DENGAN KOMPOSISI YANG BAIK

DAPATKAN BUKU MERACIK PAKAN :


KLIK GAMBAR UNTUK PEMESANAN


Pakan unggas? Mungkin suatu istilah momok lama bagi peternak unggas terutama para peternak ayam ras (pedaging dan petelur). Bagaimana tidak, harga pakan yang tidak bisa stabil ditambah harga produk yang ikut tidak stabil salah satunya adalah karena pengaruh dari pakan. Maka tak sedikit para peternak ayam ras yang stress, merugi sampai gulung tikar karena tidak bisa mengikuti permainan harga pakan sehingga beralih usaha kepada jenis usaha yang mempunyai ‘sedikit’ kestabilan harga baik harga untuk pakan maupun harga hasil produknya. Ada yang banting setir untuk mencoba beternak ayam kampong, itik petelur dan pedaging, bahkan ada yang mencoba beternak kambing dan sapi. Salah satu penyebab berfluktuasinya harga pakan ayam ras adalah ada beberapa komponen bahan penyusun pakan yang mesti harus impor.


Banyaknya pemain baru dalam bisnis ayam kampong kami rasakan sendiri sebagai penyedia DOC ayam kampong. Saat sekarang ini kami merasa kewalahan melayani pesanan DOC ayam kampong dari berbagai penjuru nusantara. Tak kurang dari 4000-5000 ekor DOC ayam kampong kami produksi  per minggunya, tapi karena jumlah permintaan yang melebihi kapasitas produksi maka pembeli harus indent (pesan).


Banyaknya peternak ayam kampong yang sadar dan melakukan kegiatan usaha beternak ayam kampongnya beralih dari system pemeliharaan ekstensif ke system pemeliharaan secara intensif. Karenanya factor pakan tidak bisa diabaikan dan perlu mendapat perhatian lebih karena pakan mempunyai pengaruh besar dalam model pemeliharaan secara intensif. Pakan ayam kampung sebenarnya masalah sederhana, akan tetapi muncul pertanyaan, apakah efisien kalau kita memberikan pakan ala kadarnya atau dengan memberikan pakan ayam ras pada ayam kampong kalau dilihat dari tingkat produksinya? Dan setelah dihitung dan di ambil kesimpulan bahwa memang sangat tidak efisien kalau kita berikan pakan ala kadarnya atau pakan ayam ras full kepada ayam kampong. Maka usaha apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menekan biaya pakan dan keuntungan bisa meningkat ?


Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan membuat pakan sendiri untuk ayam kampong setelah melakukan usaha penghematan dengan efisiensi penggunaan pakan.  Jangan terbayang dulu masalah kerumitan dan njlimet urusan membuat dan mencampur pakan sendiri. Kalau mau belajar insyaallah semua bisa diselesaikan yang penting kedepankan dulu sikap kemauan dan rasa optimis tinggi. Seorang peneliti tidak mesti hanya sekali dalam menemukan karyanya, yang terpenting adalah terus berusaha menemukan.
Pemberian pakan pada ayam kampong pada dasarnya sama dengan ayam ras yakni berdasar pada tingkat umur, fase pemeliharaan, dan system pemeliharaan yang digunakan. Pakan untuk ayam kampong tidak boleh diabaikan. Mengapa? Karena pakan adalah aspek yang sangat vital bagi kehidupan ayam. Tanpa adanya pakan yang tercukupi kebutuhan nutrisinya maka pertumbuhan ayam kampong akan terganggu.  Berikut akan kami sajikan tabal kebutuhan protein dan energy metabolisme sesuai tingkatan fase pemeliharaan.


Tabel 1. Kebutuhan protein dan energy metabolisme untuk ayam kampung pedaging






Fase pemeliharaan
Protein (%)
Energi metabolisme (kkal/kg)
Brooding (1-14 hari)
22
3050
Starter (14-30 hari)
20
3100
Grower (31-60 hari)
19
2900
Finisher (>61hari)
16-18
3000


Banyak pilihan untuk menyajikan paka ayam kampong antara lain dengan pakan jadi buatan pabrik dan meramu pakan sendiri. Untuk pakan yang perlu mencampur dan meramu sendiri ada hal yang perlu diperhatikan supaya kandungan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ayam kampong berdasar fase pemeliharaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Kandungan nutrisi bahan pakan yang akan dijadikan campuran atau untuk meramu pakan

  2. Ketersediaan bahan yang kontinyu dan stabil dalam hal kualitas

  3. Bahan tersebut tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia (food)

  4. Harga bahan baku relatif murah dan terjangkau

Berikut akan kami sajikan contoh perhitungan dan meramu pakan ayam kampong secara sederhana :
Kita akan menyusun pakan untuk ayam kampong fase grower. Kalau berdasarkan table di atas, kebutuhan protein ayam kampong periode grower sebesar 19%. Bahan yang akan kita pakai untuk mencampur  adalah bahan yang mudah di dapat seperti pakan konsentrat ayam petelur (40%), jagung (45%), dan dedak/bekatul (15%). Kandungan protein masing-masing bahan pakan anda bisa lihat pada table 3. Sehingga hasil perhitungannya adalah sebai berikut :
Konsentrat 40% x 34% =13.6, jagung 45% x 9.0% = 4.0, dan bekatul 15% x 10.2% = 1.5 sehingga nilai hasil protein yang diperoleh adalah 13.6 + 4.0 + 1.5 = 19.1, sehingga dapat disimpulkan bahwa ransum yang kita campur sudah sesuai dengan kebutuhan ternak kita (ayam kampong).
Dengan terpenuhinya nutrisi pakan yang cukup maka kita akan bisa memantau jumlah komsumsi pakan dan berat badan mingguan ternak ayam kampong kita :


Table 2. Konsumsi pakan dan berat ayam kampong standart














Umur (minggu)
Konsumsi pakan (gr/ekor/mgg)
Berat badan (gr/ekor)
1
50
80
2
90
120
3
160
210
4
260
280
5
260
350
6
290
460
7
340
520
8
390
590
9
440
640
10
480
700
11
530
760
12
590
810


Angka yang menunjukkan berat badan ayam kampung di atas adalah termasuk angka yang rendah dan cukup standar, kenyataan di lapangan menunjukkan sekitar 10-20% dari ayam kampong  yang kita pelihara sudah bisa mencapai berat 600-800 gram pada umur 8-9 minggu.
Untuk membantu anda yang masih penasaran dan ingin mencoba meramu dan mencampur pakan ayam kampong sendiri, berikut akan kami sajikan tabel beberapa kandungan nutrisi bahan pakan yang mudah untuk kita jumpai.


Table 3. kandungan nutrisi beberapa bahan pakan yang biasa digunakan untuk pakan unggas :















Bahan baku
Protein (%)
Lemak (%)
Serat kasar (%)
Energi (kkal/kg)
Batas (%)
Bekatul 10.2 7.9 8.2 1.630 75
Broiler konsentrat 41-42 6 5 2800 40
Bungkil kedelai 41.7 3.5 6.5 1.540 30
Bungkil kelapa 20.5 6.7 12 1.540 15
Gandum 11.9 1.9 2.6 3.000 20
Jagung 9 3.8 2.5 3.430 50
Layer konsentrat 32-34 6 6 2500 40
Pollard 16.2 4.3 7.7 2.970 25
Sagu 1.9 1.19 4.68 2.630 25
Tepung bekicot 60.9 7 4.5 3.010 3
Tepung gaplek 1.5 0.7 0.9 2.970 20
Tepung ikan 53.9 4.2 1 2.640 20
Tepung tulang 12 3 2 - 5


Sekali lagi, ini adalah perhitungan sederhana dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi peternak pemula.  Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk perbaikan kita bersama*(SPt)
Anda dapat mencopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : sentralternak.com


about us Acrylic Advertiser Advertiser Gratis advertiser-publisher Agen Tiket Alat Berat Anak - anak ang Apartement Dijual Apartement Sewa Arsitek - Kontraktor Banner 125x125 Banner header sliding Berita Gede Berita News Bisnis Online Blogger Businees Business Camera Digital CBS 2010 Cetak - Offset Computer craft Culture Daftar Jaringan Net IG Dijual Mobil Dijual Motor Dijual Ruko Disewakan Ruko Dompet Amal Download Gratis ebook Ekonomi Electronik Event Calender Fashion Feedburner Forex dan Saham Franchise Free ebook Free Link Free mp3 lagu Free software script Furniture Gotong royong GPRS Gudang Guru ha Handphone Handycraft Hari raya Hewan dan Binatang House for rent Iklan 95x75 iklan baris iklan gratis Iklangede Blog Infotainment Internet Jasa Jual Vario Kabar Selebriti Kecantikan Kedokteran Kesehatan Kesenian Tradisional Konsultant Pajak Kontak Jodoh Kursus Les privat Lifestyle lowo Lowongan Kerja Makanan dan minuman Mobil Aksesoris Multiple search engine musik News Olah raga Pakaian Pasang Article Pasang Banner pasang iklan baris pasang iklan gratis Pay per month Pendidikan Pengobatan Pengumuman Peralatan Kantor Photography Piala Politik PPC Blog PPC Gratis Produk - Barang Produk ebook Property Publisher Publisher B Publisher Gratis Restaurant - Cafe Rumah dijual Rumah disewakan Script Sepeda Gayung serba Serba-serbi server Sewa Mobil Soft Tanah dijual Techno Term and privacy Toko online Tour and Travel Translation Services Transportation Tukar Link Twitter Ucapan selamat UKM Video Game Villa for Sale Villa rental visitors waralaba Warung pojok Website - Blog Wisata agen agent antena tv anti petir bisnis Bisnis Online camera cctv cctv dijual distributor Gratis herbal iklan INTERNET investasi Jakarta jasa jual kerja Kerja Online kesehatan komputer lowongan LOWONGAN KERJA mobil murah obat kuat online parabola peluang Peluang Bisnis peluang usaha penangkal petir pinjaman dana Refill toner resmi rumah Rumah Dijual safety07 sewa software tanah toner warna dan remanufactured uang usaha




GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading
Logitech Keyboards

Selasa, 27 September 2011

PANDUAN DAN CARA BUDIDAYA PAKAN ALAMAI IKAN LELE "Magot"



Maggot adalah bahasa kerennya Belatung/Larva Lalat. Pembuatannya sangat sederhana. Hanya memanfaatkan Limbah sayur-mayur yang dibusukkan.


Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:
Siapkan karung bawang yang ada pori-porinya

Masukkan ke karung bawang tersebut Limbah sayur-mayur yang mudah didapat dari pasar-pasar tradisional dengan gratis (hanya perlu biaya transport berupa bensin motor atau biaya angkut mobil pick up.

Susun rata di sebidang tanah kosong karung-karung yang telah terisi limbah sayur masyur tersebut.



Siapkan rebusan air yang telah dicampur 1 ekor ikan atau 1 ekor cumi, dan siramkan ke atas media karung tersebut secara merata. Tujuannya adalah mengundang Lalat Hijau untuk dating berkunjung dan menikamti hidangan lezat yang kita sajikan J

Biasanya sambil menikmati hidangan tersebut, Lalat hijau akan meletakkan telurnya diatas media karung tersebut

Siram setiap hari Karung tersebut dengan air yang telah dicampur Prebiotik agar Limbah sayur tersebut cepat membusuk.
Dalam 3 hari sudah terlihat Larva Lalat yang menetas dan memakan limbah sayr yang busuk tersebut.

Jadikan Pakan alami yang berprotein tinggi kepada ikan.

Catatan: Harap diperhatikan aroma yang timbul dari proses pembusukan ini karena kalau lokasi budidaya ikan ini dekat dengan lokasi pemukiman dikhawatirkan akan nada protes dari warga sekitar. Namun jika lokasi jauh dari penduduk maka proses ini sangat baik untuk dilanjtkan karena biaya pakan akan sangat murah dan ikan cepat besar.

sumber :
LAM-Community Deplovement


Maggot, Simbol Perlawanan Pembudidaya Ikan
Rabu, 13 Oktober 2010 | 03:36 WIB
Sumber : www.kompas.com
Sejak puluhan tahun lalu, Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dikenal sebagai penghasil berbagai jenis ikan air tawar untuk Kabupaten Sanggau hingga ke wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Namun, pada pertengahan tahun 2009, usaha budidaya berbagai jenis ikan air tawar itu gulung tikar karena kenaikan harga pakan. Kini, usaha budidaya kembali menggeliat berkat keberhasilan percobaan penggunaan maggot (larva lalat hutan) sebagai pakan alami.
Ketua Kelompok Tani Semangat Baru, Desa Pengadang, Aleng mengatakan, harga pakan ikan buatan pabrik mencapai Rp 9.000 per kilogram dari semula hanya Rp 4.500 per kilogram pada akhir tahun 2008. ”Para pembudidaya tidak memiliki pilihan selain menutup usaha budidaya karena keuntungannya sangat kecil,” kata Aleng, pertengahan September lalu.
Maka, begitu ada tawaran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat untuk membuat percontohan penggunaan maggot sebagai pakan alami pada Mei 2010, para pembudidaya langsung menyambut baik. Di Kampung Munyau, Desa Pengadang, uji coba pembiakan maggot dilakukan. Setelah dihitung, ternyata ongkos produksi maggot memang jauh lebih kecil dibandingkan dengan harga pakan ikan dari pabrik.
Dedi Sulardi, pendamping kelompok tani di Munyau, menuturkan, ongkos produksi maggot hanya Rp 3.500 per kilogram. Maggot bisa dibiakkan dengan menggunakan limbah pengolahan minyak kelapa sawit. Kebetulan, di Sanggau terdapat banyak pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah pengolahan sehingga ongkos produksi bisa ditekan.
”Pembudidaya dan pabrik saling membutuhkan karena limbah itu sebetulnya merepotkan pabrik. Setiap hari limbah terus bertambah tanpa bisa diolah,” kata Dedi.
Dedi menambahkan, maggot yang bisa diproduksi sendiri oleh para pembudidaya itu sudah diuji di laboratorium. Hasilnya, kandungan protein maggot bagus, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan pakan pabrik. Kandungan protein itu diturunkan dengan mencampurkan sejumlah bahan alami.
Pembudidaya ikan air tawar di Munyau, Benyamin (46), mengatakan, maggot dapat memberi harapan baru untuk kelanjutan usaha budidaya ikan tawar.
”Kami sempat putus asa karena harga pakan naik terus hingga akhirnya kami bangkrut. Sekarang, maggot bisa mengembalikan usaha budidaya ikan yang menjadi pekerjaan turun-temurun di sini,” kataBenyamin.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Gatot Rudiyono beberapa waktu lalu mengatakan, untuk wilayah pedalaman, budidaya ikan air tawar merupakan usaha menjanjikan. ”Konsumennya ada, tetapi pasokannya terbatas. Kami sempat khawatir setelah budidaya ikan air tawar di Sanggau gulung tikar akibat kenaikan harga pakan,” kata Gatot.
Semenjak budidaya ikan air tawar gulung tikar akibat kenaikan harga pakan, ikan patin selundupan dari Serawak, Malaysia, membanjiri pasar di Kabupaten Sanggau.
Dengan pakan maggot, para pembudidaya kini mampu memproduksi lagi ikan tawar yang mencapai puluhan ton setiap bulan sehingga bisa mengambil alih pasar yang semula dikuasai oleh ikan selundupan dari Serawak.
Selain maggot yang menjadi pakan alami ikan air tawar, para pembudidaya juga mendapatkan keuntungan lain berupa ampas limbah pembiakan maggot. Ampas yang sudah tidak digunakan untuk membiakkan maggot, setelah diteliti, ternyata memiliki unsur hara tinggi.
Aleng mengatakan, limbah pembiakan itu sama bagusnya dengan pupuk organik yang dijual di pasaran. ”Sejak Agustus lalu kami mulai membuka lahan tidak produktif di sebelah Kampung Munyau untuk ditanami sayuran organik,” kata Aleng.
Lahan sekitar 5 hektar di Kampung Munyau sudah memproduksi sayuran organik secara rutin sejak September lalu. Dengan maggot, para pembudidaya tidak hanya berhasil melawan ”penjajahan” pakan pabrik, tetapi bisa memproduksi sayuran organik yang bernilai ekonomi tinggi.




GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading
Logitech Keyboards

Jumat, 12 Agustus 2011

PRODUSEN PAKAN TERNAK : PT CHAROEN POKHAND INDONESIA Tbk.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk ("Perseroan") adalah penghasil pakan ternak, Day Old Chicks dan makanan olahan terbesar di Indonesia. Perseroan didirikan tahun 1972 dengan pabrik pakan ternak terbesar pertama di Jakarta untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas.


Produk utama Perseroan adalah pakan ternak, yang mana diproduksi oleh 7 fasilitas produksi Perseroan dan anak perusahaan yang berada di Medan, Bandar Lampung, Tangerang, Semarang, Sidoarjo (2 unit) dan Makassar.


Bentuk dari pakan ternak yang diproduksi oleh Perseroan dapat berupa concentrate (konsentrat), mash (tepung), pellet (butiran) atau crumble (butiran halus). Sedangkan merek produk yang dipakai oleh Perseroan antara lain HI-PRO, HI-PRO-VITE, BINTANG, BONAVITE, ROYAL FEED, TURBO FEED dan TIJI.




Produk pakan ternak yang ditawarkan oleh Perseroan terdiri dari:



1. Pakan Ternak Ayam Pedaging

Pakan ternak ini memiliki 3 jenis produk yang masing-masing memiliki formula berbeda dan disesuaikan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan pada setiap masa pertumbuhannya.



DAPATKAN ILMU PAKAN TERNAK DISINI:





- Residues of dioxins and PCBs in fat of growing pigs and broilers fed contaminated feed [An article from: Chemosphere]

- Animal Feed Formulation: Economic and Computer Applications (Plant & Animal Science)

- Raising Chickens For Dummies

- Palm kernel meal and copra meal for broiler: Enzyme supplementation and physical treatments of broiler feed



Pakan Ternak untuk Pre-Starter

Pakan ternak ini memiliki diberikan kepada ayam pedaging berumur 1 hari hingga ayam pedaging tersebut berumur 7 hari.

Pakan Ternak untuk Starter

Pakan ternak ini diberikan kepada ayam pedaging berumur 1 hari hingga ayam pedaging tersebut berumur 21 hari atau ayam pedaging berumur 8 hari hingga ayam pedaging tersebut berumur 21 hari.

Pakan Ternak untuk Finisher

Pakan ternak ini diberikan kepada ayam pedaging berumur 22 hari hingga ayam pedaging tersebut dipanen atau sekitar 30-45 hari.



2. Pakan Ternak Ayam Petelur

Pakan ternak ini memiliki 4 jenis produk yang masing-masing memiliki formula berbeda dan disesuaikan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan pada setiap masa pertumbuhannya.



Pakan Ternak untuk Pre-Starter

Pakan ternak ini diberikan kepada ayam petelur berumur 1 hari hingga ayam tersebut berumur 5 minggu.

Pakan Ternak untuk Starter

Pakan ternak ini diberikan kepada ayam petelur berumur 6 minggu hingga ayam petelur tersebut berumur 10 minggu.

Pakan Ternak untuk Grower

Pakan ternak ini diberikan kepada ayam petelur berumur 11 minggu hingga ayam petelur tersebut menghasilkan telur pertamanya.

Pakan Ternak untuk Laying Phase

Pakan ternak ini diberikan kepada ayam petelur pada periode peneluran hingga afkir.



3. Pakan Ternak Lainnya

Selain pakan ternak di atas, Perseroan juga menawarkan beberapa produk pakan ternak untuk Ayam Pembibit Turunan, Itik, Ayam Kampung, Ayam Aduan, Burung Puyuh dan pakan untuk Sapid an Babi. Produk pakan ternak tersebut juga ditawarkan sesuai kebutuhan nutrisi pada setiap masa pertumbuhannya.






penentuan lokasi pendirian industri atau pabrik (4), faktor primer dan sekunder dalam pemilihan lokasi perusahaan (3), faktor penentuan lokasi pendirian pabrik (3), faktor mendirikan pabrik (2), umkm pabrik pakan (2), penentuan lokasi fasilitas produksi (2), faktor primer untuk usaha ayam petelur (2), faktor primer penentuan lokasi perusahaan (2), faktor primer dan sekunder yang diperhatikan dalam pemilihan lokasi perusahaan (2), perencanaan untuk mendirikan industri pakan (2), penyediaan lokasi usaha pakan (1), pemilihan lokasi pabrik pakan ternak (1), pemilihan lokasi pabrik merupakan (1), pembuatan usaha pakan (1), pabrik pakan ternak wilayah jawa tengah (1), metode pemilihan lokasi untuk industri (1), metode pemilihan lokasi pabrik karet faktor pemilihan lokasi pabrik karet (1), menentukan pendirian industri (1), manajemen operasional faktor primer dan sekunder pemilihan lokasi pabrik (1), makalah tentang fasilitas dan lokasi industri (1), lokasi pendirian ukm ukm (1), pemilihan lokasi perusahaan kopi (1), pemilihan lokasi sebagai budidaya peternakan (1), teknik penentuan lokasi (1), perencanaan lokasi pabrik (1), pentingnya penentuan lokasi industri dalam pengembangan wilayah (1), penetapan lokasi terhadap bisnis apotek (1), perencanaan lokasi pabrik terhadap produksi (1), rencana mendirikan industri pakan (1), penentuan lokasi pendirian (1), sarana dan prasarana perusaah pakan (1), penentuan lokasi pabrik dan fasilitas (1), penentuan lokasi industri (1), tata cara menentukan lokasi pabrik (1), lokasi industri tidak berdekatan (1), keuntungan pemilihan lokasi pabrik di tangerang (1), hal yang diperhatikan dalam mendirikan pabrik (1), faktor primer dan sekunder yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi perusahaan (1), faktor primer dan sekunder dalam pmilihan lokasi perusahaan (1), faktor primer dalam menentukan lokasi pabrik (1), faktor primer & sekunder dalam pemilihan lokasi perusahaan (1), faktor pendirian pabrik (1), 10 faktor sekunder dalam mendirikan pabrik (1), faktor faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi didirikan pabrik (1), faktor dalam pendirian industri (1), cari yang terkait dengan penentuan lokasi (1), cara menentukan kapasitas suatu pabrik (1), aspek teknik dalam pendirian usaha makanan (1), 10 faktor sekunder mendirikan pabrik (1), faktor primer perencanaan lokasi (1), faktor primer perencanaan lokasi pabrik (1), faktor sekunder dalam pembuatan pabrik (1), hal tehnis untuk mendirikan pabrik (1), faktorprimer dan sekunder penentuan lokasi perusahaan (1), faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pendirian pabrik (1), faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mendirikan peternakan (1), faktor-faktor primer dan sekunder pemilihan lokasi perusahaan (1), faktor-faktor dalam strategi mendirikan pubrik industri (1), faktor yang mempengaruhi penentuan industri pabrik (1), faktor yang mempengaruhi lokasi pabrik d indonesia (1), faktor yang mempengaruhi lokasi pabrik (1), faktor sekunder pemilihan lokasi perusahaan (1), faktor sekunder mendirikan pabrik (1), faktor sekunder dan primer lokasi (1), 10 faktor sekunder dalam pendirian perusahaan (1)



Logitech Keyboards