Tampilkan postingan dengan label Peluang Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peluang Usaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Ade Suhidin Profit Sharing dari Kandang Bebek










Ade Suhidin lebih suka disebut peternak. Walaupun, lulusan ALA Berkley, Los Angeles, AS ini konglomerat dan pebisnis ulung. Ia adalah direktur utama PT Adess Sumberhidup Dinamika (Addfarm), perusahaan peternakan bebek yang beroperasi dengan sistem bagi hasil (profit sharing).

Saat ini Ade mempunyai mitra investor sebanyak 3.000 orang. Modal yang berhasil dihimpun dari mereka mencapai miliaran rupiah. Bisa jadi karena janji keuntungan hingga 44 persen per tahun, Addfarm tak sepi dari investor baru.

''Bahkan, kami sempat mempunyai investor hingga 8.000 orang. Tapi, yang aktif kini tinggal 3.000 orang saja,'' ujarnya kepada Republika, di sela-sela acara family gathering Addfarm, beberapa waktu lalu di Cirebon. ''Saya tak tahu persis mengapa mereka menarik diri, tapi saya juga optimis sistem yang kami kembangkan ini akan menarik lebih banyak investor lagi.''

Berawal dari modal Rp 200 juta saat mendirikan perusahaan peternakan itu pada 1995, kini aset yang dimiliki lelaki tinggi besar (38) asli Cirebon itu telah berkembang hingga Rp 140 miliar. Dalam dua tahun terakhir Addfarm membukukan keuntungan Rp 40 miliar. Usahanya pun tak lagi mengandalkan produk bebek semata. Ade kini juga mulai merambah perhotelan, pariwisata, dan penerbitan.

Tak lama lagi, jika programnya lancar, penikmat lagu-lagu God Bless itu akan mempunyai perusahaan asuransi sendiri, dan bahkan bank sendiri. ''Sementara ini masih berupa wacana. Namun, kami serius untuk merealisasikannya. Bukan apa-apa, asuransi dan bank sangat penting untuk mendukung usaha ternak bebek,'' lanjutnya.

''Kedua bidang itu selama ini kelihatannya belum sepenuhnya percaya kepada kami. Karena itu kami merasa perlu memiliki sendiri,'' imbuh suami Rina Damayanti itu. ''Asuransi penting untuk mengantisipasi risiko usaha.''

Ade mengaku dapat seperti sekarang tanpa bantuan dana dari bank. Dulu ia sempat meminjam degan syarat macam-macam dan sulit. ''Akhirnya saya berpikir bagaimana caranya mengembangkan usah tanpa bantuan dana bank,'' kenangnya.

Menurutnya, kemitraan dan niat baik berbagi keuntungan dengan orang lain menjadi kunci sukses. Berbagi keuntungan bukan hanya dilakukannya dengan para pemilik uang, namun juga dengan orang-orang kecil di sekitarnya. Kemudian muncullah konsep bisnis profit sharing ternak bebek itu.

Dalam bisnis ini Ade bermitra dengan para peternak sungguhan. Merekalah yang angon (menggembala) bebek milik para investor yang rata-rata orang kota. Ade mengaku ingin membantu mengentaskan kemiskinan di daerah kelahirannya. ''Kini para peternak bisa meraih pendapatan lumayan setiap bulannya. Desa-desa pun terbebas dari tawuran antarkampung karena pemudanya tidak lagi menganggur,'' imbuhnya.

Selama tujuh tahun Ade membangun ''kerajaan bebeknya.'' Ia mempuyai resep tersendiri mewujudkan usahanya itu. ''Yang mungkin membedakan saya dengan orang lain adalah cara memandang suatu hambatan. Saya selalu melihatnya sebagai suatu tantangan yang tetap harus ditaklukkan.''

Selasa, 06 Maret 2012

Bisnis Menggiurkan Penetasan Telur Itik

Kategori: Umum - Dibaca: 1158 kali



Tak sedikit masyarakat Kroya – Karanganyar Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, kini menyandarkan pendapatan utamanya pada bisnis penetasan telur itik skala rumah tangga. Dengan mengandalkan pasokan telur itik Rambon (Ras Masyarakat Cirebon) dari peternak sekitar, produksi DOD (Day Old Duck) atau anak itik hasil tetasan kawasan ini mampu mencapai 9,5 juta ekor per tahun.



Cakupan distribusi DOD made in Kroya ini tidak sekadar Cirebon dan Jawa Barat, tetapi juga Banten, Jawa Tengah, sertaJawa Timur bahkan sudah merambah Sumatera dan Kalimantan. Padahal semula, usaha ini dipandang sebelah mata dan hanya merupakan kegiatan sampingan.



Jabidi, adalah salah satu penduduk Kroya yang menggeluti usaha penetasan telur itik. Ia yang memulai usahanya14 tahunlaludengan10 mesin tetas berkapasitas 600 telur per unit, kini memiliki 30 unit mesin tetas dengan kapasitas 1.000 butir telur per unit. “Usaha di penetasan telur itik ini sangat aman dan tidak terpengaruh krisis ekonomi. Hanya sedikit terganggu pada saat awal merebaknya flu burung,” ungkap Jabidi kepada TROBOS beberapa waktu lalu.



Selain sebagai penetas, Jabidi juga bermain sebagai pengepul telur tetas yang memasokpenetas lainnya. Ia mengakumendapatkan telur dari peternak itik minimal 2.000 – 3.000 butir per 3 hari. Jika sedang banyak, telur yang dapat dikumpulkan bisa mencapai 7.000 – 10.000 butir. “Saya baru mampu memenuhi 5 % dari kebutuhan telur tetas yang ada. Terlalu banyak telur yang dikumpulkan pun tidak efektif karena telur fertil itu optimal disimpan sebelum ditetaskan sekitar 2 hari. Apalagi masih ada pengumpul telur tetas lainnya,” tuturnya.

 

Ditetaskan Bertahap

Dalam menetaskan telur itik, Jabidi tidak mengisi semua mesin tetas tetapi dilakukan secara bertahap. Sekali produksi, rata–rata ditetaskan 1.000 – 4.000 telur. Sedangkan mesin tetas yang tidak digunakan diistirahatkan dan disterilkan sekitar 3-7 hari dengan menggunakan desinfektan atau sabun untuk mematikan mikroorganisme.



Telur yang dikumpulkan dari kandang diseleksi,dipisahkan antara yang bersih dengan yang kotor.“Telur yang kotor kurang bagus kalau ditetaskan,” ungkap Jabidi. Ditambahkannya, telur yang kotor kemudian diolah untuk telur asin.



Jabidi melanjutkan, telur bersih kemudian masuk mesin tetas. Keesokan harinya dilakukan candling (peneropongan) telur menggunakan lampu untuk mengetahui fertilitas telur. Pada telur yang fertil terdapat tunas. Candling kembali dilakukan pada hari ke-5 untuk menyeleksi lagi telur yang fertil dan tidak. Pada telur fertil terlihat urat darah seperti laba - laba.



Sedangkan telur yang mati ada lingkaran dan urat darahnya putus– utus, hilang atau bahkan kosong.“Candling terakhir dilakukan pada hari ke-15. Telur yang hidup akan tampak berwarna gelap/hitam dan yang mati berwarna terang,” jelasnya.



Bernilai Tambah

Pria yang belajar penetasan telur itik secara otodidak ini mengungkapkan, banyak nilai tambah dalam usaha penetasan telur itik ini. Telur yang baru dibeli dari kandang dan didiamkan semalam di mesin tetas lalu ketika di-candling dan terdapat tunas nilai jualnya akan meningkat. Dari harga beli telur yang Rp 1.420 per butir, ia bisa menjual telur bertunas Rp 1.750. Sedangkan untuk DOD jantan dijual Rp 3.500 dan betina Rp 4.500. “DOD yang dihasilkan dengan umur 1 – 5 hari langsung dijual di tempat,” ujarnya.



Ia menggambarkan keuntungan dari penetasan telur itik ini minimal setengahnya dari modal. Dari kapasitas mesin tetas 1.000 butir per unit keuntungan minimal sekitar 300 butir per unit. “Kalau sudah dikurangi listrik dan tenaga kerja keuntungan bersih sekitar 200 butir,” katanya.



(Sumber : http://www.trobos.com/show_article.php?rid=29&aid=3088)

Selasa, 28 Februari 2012

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA TERNAK BEKICOT

Untuk memulai usaha budidaya ternak bekicot perlu dipertimbangkan faktor lokasi. Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dalam transportasinya. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.
Setelah mendapatkan lokasi yang sesuai maka untuk membudidayakannya perlu disiapkan :
Penyiapan Sarana dan Peralatan


Perkandangan Walaupun lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25-30 derajat C. Jika di buat di kota besar seperti Jakarta, lahan perkandangan dapat di kondisikan di tempat yang teduh, dengan memberikan perlindungan berupa tanaman, tanaman diletakan di sekitar kandang. Untuk menjaga kelembaban dapat diletakan ember-ember berisi air dengan diberikan untaian-untaian kain yang mudah menyerap air. Tapi jangan lupa untuk memberikan bubuk abate atau memasukan ikan kecil di dalam ember air, untuk mencegah nyamuk berkembang biak.
Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.
Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:
  1. Kandang kotak kayu

Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.
Kandang dari bak semen
Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak
Kandang galian tanah
Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir.
Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.
Peralatan yang dibutuhkan antara lain : Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa dan cangkul.



Pembibitan

  1. Pemilihan Bibit Calon Induk

Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.
  1. Reproduksi dan Perkawinan

Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.


  1. Proses Kelahiran

Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.
Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.
Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.


Daftar Bacaan
Kusnin Asa. 1984. Budidaya Bekicot. Bhratara Karya Aksara. Jakarta
Pinus L. 1988. Beternak Bekicot untuk Perancis, dalam Trubus, Febuari
Victor Zebua (1988). Bekicot Melimpah Cacing Daun Bertingkah, dalam Harian Kedaulatan Rakyat, 17 September 1988.
Naryo Sadhori S. 1997. Teknik Budidaya Bekicot. Balai Pustaka. Jakarta.
KONTAK HUBUNGAN
Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS JI.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829, Fax. 021 390 9829
Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, JI. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 916669, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id
Jakarta, Maret 2000
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas
Editor : Kemal Prihatma


ternak bekicot (2005), bekicot (738), ternak bekecot (58), budidaya siput (49), ternak siput (42), Teknik Budidaya Bekicot (28), peternakan bekicot (19), usaha ternak bekicot (19), kandang bekicot (18), Cara Berkembang Biak Bekicot (15), budidaya ternak bekicot (10), cara perkembangbiakan bekicot (9), budi daya siput (8), peternak bekicot (8), cara siput berkembang biak (7), www ternak bekicot (5), Berternak siput (5), cara perkembangbiakan siput (5), Perkembangbiakan bekicot (5), ternak bekico (5), ekspor bekicot (4), ternak bekicotp (4), Cara bekicot berkembang biak (3), usaha ternak bekecot (3), panduan budidaya bekicot (3), cara bekicot berkembangbiak (3), Bekicot berkembang biak dengan cara (3), cara berkembang biak siput (3), kandang budidaya bekicot (2), binaukm com/2010/04/ (2), peternak bekecot (2), panduan beternak bekicot (2), bididaya siput (2), ternk bekecot (2), kembang biak bekicot (2), www ternak bekicot com (2), cara membuat kandang bekicot (2), perkandangan ternak bekicot (2), Perkembang Biakan Bekicot (2), bubuk abate aman untuk ternak (1), tempat bekicot (1), budidaya peternakan bekicot (1), budidaya siput air (1), budidaya yang tidak membutuhkan tempat besar (1), petermakan bekicot (1), media yg di gunakan untuk beternak bekicot (1), budidaya yang tidak memerlukan tempat yang besar (1), bkicot (1), berkembangbiaknya siput (1), betrnak ikan gurame (1), usaha peternakan siput (1), usaha memulai budidaya bekicot (1), trubus ternak abalone (1), ternakbekicot ] (1), sistem perkembangbiakan bekicot (1), ternak sipu (1), ternak kicot (1), ternak bokicot (1), www ternak siput com (1), perlindungan tanaman dari bekicot (1), budidayasiput (1), perkembang biakan siput (1), ciri-ciri bekicot (1), cara siput berkembangbiak (1), cara siput berkembang biak dan cara ia mencari makan (1), cara reproduksi bekicot (1), cara perkembangbiakkan becikot atau siput (1), cara berkembang biak siput bekecot (1), cara pembuatan kandang budidaya bekicot (1), cara pembuatan kandang bekicot (1), cara memelihara siput kebun (1), cara keong laut berkembang biak (1), cara beternak siput Abalone (1), alat berkembang biak bekicot (1), foto kandang berternak bekicot (1), pedoman teknis pengembangan ekonomi lokal (1), panduan untuk berbudidaya bekecot (1), panduan ternak bekicot (1), buku panduan budi bekicot (1), omset budidaya kodok (1), memulai budidaya bekicot (1), masa pembiakan bekicot (1), kembangbiak bekicot (1), kandang bekicot yank baik (1), Buku panduan ternak bekicot (1), info fungsi dari bekecot (1), cara berkembangbiak siput (1)

Senin, 13 Februari 2012

Analisa Keuntungan Beternak Burung Puyuh Petelur kemitraan di GunungKidul

Nuwun sewu, mbok bilih wonten kelepatan nyuwun ngapunten . .



Saya nitip lagi gelar lapak artikel saya tentang Analisa Usaha Perhitungan dan Kalkulasi Keuntungan Beternak Burung Puyuh Petelur Kemitraan untuk 2000 Populasi Selama 12 Bulan dengan Perincian Per-Minggu.



Melanjutkan postingan terdahulu mengenai Analisa Usaha dan Perhitungan Hasil Beternak Puyuh Petelur Kemitraan untuk 2000 Populasi, posting kali ini hampir sama namun ditambah dengan kalkulasi keuntungan ternak puyuh petelur perincian per-minggu sekaligus perhitungan pengembalian investasi modal.



Untuk mempermudah perhitungan, analisa usaha dan kalkulasi keuntungan ini tidak semua merupakan hitungan riil. Beberapa diantaranya terhitung “terlalu” walaupun sebenarnya masih dalam ukuran “standar”. Misalnya tentang jumlah kematian per-minggu, kebutuhan pakan per-ekor per-hari, dll. Yang jelas tidak memakai ukuran perhitungan yang “sangat terlalu”, sebab bisa-bisa tidak ada yang mau beternak burung puyuh petelur 



Memohon maklum dari antara pengunjung yang meng-klik postingan ini tentu banyak juga yang sudah lebih pakar dalam ternak puyuh baik dalam perhitungan maupun dalam pelaksanaan praktek di lapangan. Untuk berkenan memberi koreksi dan masukan-masukan apabila ada kesalahan. Terima kasih.



Analisa usaha dan kalkulasi keuntungan yang akan saya paparkan terbagi atas dua waktu, yaitu mulai dari 0-30 hari dan perincian hasil per-minggu sejak minggu ke-1 pasca 30 hari sampai minggu ke-44. Jadi total terhitung 12 bulan (satu tahun) sejak DOQ bibit puyuh petelur datang dituang ke dalam kandang pembesaran sampai apkiran.



Dasar-dasar yang menjadi ukuran dalam perhitungan ini antara lain: Monggo dipun lanjut :

http://puyuhjaya.wordpress.com/2011/07/13/lanjutan-analisa-usaha-perhitungan-dan-kalkulasi-keuntungan-beternak-burung-puyuh-petelur-kemitraan-untuk-2000-populasi-selama-12-bulan-dengan-perincian-per-minggu/



Kalau ada kelepatan, mohon ditegur : puyuhjaya@gmail.com

Semoga bermanfaat 

Jumat, 27 Januari 2012

Panduan Praktis Memulai Usaha Ternak Ayam Bangkok

Ternak Ayam Bangkok | Ayam Bangkok | Beternak Ayam Bangkok | Peternakan Ayam Bangkok | Ternak Ayam | Berternak Ayam Bangkok | Beternak Ayam | Bisnis Ayam Bangkok | Usaha Ayam Bangkok | Peternak Ayam Bangkok

Usaha Ternak Ayam Bangkok
Usaha Ternak Ayam Bangkok sudah ada dan berkembang dari dulu kala. Dan sampai dengan sekarang, jenis usaha beternak Ayam bangkok ini seakan tidak ada batasnya dan memang akan begitu seterusnya.
Bagi anda yang hobby dengan memelihara ayam bangkok, maka hal ini sekaligus bisa anda jadikan usaha sampingan anda.
Perlu anda ketahui bahwa, di pasar, Ayam Bangkok ini selalu ada peminatnya. Dengan kata lain, permintaan akan jenis ayam ini selalu ada.
Usaha Ternak Ayam Bangkok mepunyai pasar tersendiri, dan para peng-hobby selalu bertambah.
Kita bisa mencoba peluang usaha ternak Ayam Bangkok (beternak ayam bangkok) ini dengan modal kecil.

SEJARAH AYAM BANGKOK
Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal.
Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India,Vietnam,Myanmar,Thailand dan Laos.Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan.

Memulai Usaha Beternak Ayam Bangkok
Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok alangkah baiknya Anda memahami akan manfaat dari ayam bangkok tersebut, disamping untuk menyeleksi induk yang mau dijadikan usaha ternak ayam bangkok, juga agar supaya Anda mengetahui dengan jelas arah pasar dan harga jual ayam bangkok, tanpa itu semua akan sulit.
Anda memasarkan hasil ternak ayam bangkok. Juga harga jualnya tidak bisa mahal, lain kalau Anda sebelum menerjuni usaha ternak ayam bangkok sudah dikenal para penghobby ayam bangkok, terutama para bebotoh aduan.
Lain halnya, kalau Anda langsung usaha ternak ayam bangkok, modal yang Anda keluarkan untuk membeli indukan akan mahal sedangkan hasil belum tentu sesui dengan selera pasar, penjualan akan sulit.

Tehnik Memilih / Mencari Bibit Ayam Bangkok yang Bagus / Baik / Unggul
Dalam mencari ayam bangkok santai saja jangan terburu – buru, datangi tempat – tempat peternakan jangan bilang kalau Anda mau mencari ayam, katakan hanya sekedar ingin tahu soal ayam bangkok yang baik,
Pancing peternak/penjual bibit tersebut tentang induk pejantanya apakah sudah pernah menang belum juga jagan ketinggalan tanya masalah harga.
Jika semua sudah Anda dapatkan dan ada yang baik menurut kategori Anda jangan langsung dibeli, tunggu beberapa hari untuk membeli, dengan demikian Anda bisa membandingkan dengan hasil peternak yang lain. kalau semua rencana sudah matang Anda akan mendapatkan ayam yang sesui dengan selera Anda juga yang dimaui pasar, bahkan mungkin dengan harga yang murah. atau Anda datang ke pasar ayam pantau sewaktu penjual mencoba ayam – ayam mereka.
Bahkan bila Anda sudah benar – benar cepat ingin mendapatkan ayam untuk usaha ternak ayam bangkok, Anda bisa mendatangi tempat sambung ayam pilih yang juara (menang) Anda akan mendapatkan induk penjatan yang siap untuk usaha ternak ayam bangkok, akan tetapi dengan jalan tersebut harga sudah mahal.
Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok perlu persiapan kandang. Disini Anda bisa pesan atau membuat sendiri. Kandang bisa terbuat dari bambu atau kawat ram. Pilih yang sesuai dengan kemapuan Anda, juga tempat usaha ternak ayam bangkok.
Masalah ukuran kandang disesuikan dengan lahan yang ada.kandang usaha ternak ayam bangkok dengan ukuran T 150cm X P100 cm X L80cm sudah cukup, lebih besar akan lebih baik.jadi ukuran kandang usaha ternak ayam bangkok tidak ada ukuran baku.
Untuk memperoleh hasil usaha ternak bangkok yang baik di perlukan indukan yang baik minimal sebagai pejantan pernah menang dalam sabung ayam, sedang induk betina pilih minimal umur 1 tahun.
Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina.
Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.
Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan.
Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas.
Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.
Telur akan menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari.
Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari.
Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan.
Usaha ternak Ayam bangkok memiliki segmen pasar yang berbeda ada yang membeli untuk ayam aduan ada yang sebagai hobby dan ada yang juga untuk tujuan komersial.
Satu hal yang perlu diperhatikan dalam Usaha ternak ayam bangkok, cara mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Pemberian Pakan Usaha Ternak Ayam Bangkok
Untuk ayam kutukan yamg baru menetas bisa Anda berikan pakan por 511 dicampur dengan kosentrat, atau por pakan ayam pedaging. perbandingan 1 X 1/2 agar supaya cepat tumbuh besar akan tetapi hasil kurang baik.itu semua bisa diatasi nanti kalau sudah agak besar dengan jalan umbaran.
Sedangkan pakan bagi yang sudah dewasa cukup dengan jagung tiap hari 1 X.

Tips Memilih Ayam Bangkok yang Baik/Bagus :
  • Pilih ayam yang berbadan tegap, atletis, kulit kasar seperti kulit buah jeruk menandakan ayam tersebut tahan rasa sakit,

  • Jenger blangkon menandakan hatinya besar bermental baja,

  • Kalau yang memiliki pukulan besar apabila ayam yang dipegang badanya lantas diangkat kakinya mengatung semua, lakukan beberapa kali kalau terus digantung hampir pasti ayam tersebut memiliki pukulan besar sedangkan yang jalu posisi jalu dekat dengan cakar, apalagi kalau didukung bawah ceker tumbuh seperti sisik (batu rantai).

  • Untuk menghindari kekalahan dalam laga adu ayam, perlu sekali di perhatikan cara tidurnya, posisi tidur ayam yang mau diadu untuk besok pagi atau siangnya. Kalau pada malam tidur dengan kepala di sembunyikan, walau kondisi ayam sudah baik atau siap tarung alangkah baiknya jangan diadu dulu tunda beberapa hari lagi akan tetapi apabila posisi tidur ayam pada malam harinya tidak menyembunyikan kepalanya itu pertanda ayam siap diadu.

  • Kalau Anda mengadu ayam seperti itu peluang untuk menang besar sekali.resep ini sudah beberapa kali Saya coba, selama ini membuahkan hasil yang memuaskan, Anda perlu mencobanya.


Keuntungan Usaha Ternak Ayam Bangkok :
  • Bisa dilakukan dengan modal kecil, sehinga cepat balik modal BEP

  • Perawatan tidak sulit

  • Keuntungan yang didapat besar

  • Pasar tebuka lebar selain penghobby

  • Dalam mencari pekan tidak sulit karena sudah tersedia di toko – toko


Kelemahan atau Kekurangan Usaha Ternak Ayam Bangkok :
  • Hewan unggas mudah terserang penyakit, begitu juga dengan ayam bangkok

  • Hasil dari usaha ternak ayam bangkok tidak di sukai selera pasar.

  • Sering terjadi pencurian terhadap ayam.

  • Adanya penyakit dengan istilah Aratan.

  • Hasil usaha ternak ayam bangkok banyak yang betina dari pada pejantan.


Asumsi usaha ternak ayam bangkok :
Biaya Investasi
  • Pembuatan kandang Rp 500.000,00

  • Pembelian Induk pejantan Rp 250.000,00

  • Pembelian 4 induk betina @ Rp 100.000,00

  • 4 X Rp 100.000,00 = Rp 400.000,00

  • Jumlah biaya intestasi Rp 1.150.000,00

  • Biaya tidak tetap

  • Pakan selama 7 bln Rp 750.000,00

  • Obat – obtan dan lain – lain Rp 100.000,00

  • Jumlah biaya tidak tetap Rp 850.000,00

  • Hasil produksi dari 1 Induk @ 7 ekor pejantan dengan harga lancur Rp 150.000,00

    @ 3 ekor betina dengan harga dara Rp 50.000,00

  • Keuntungan dari 4 induk

    7 ekor X 4 X Rp 150.000,00 = Rp 4.200.000,00

    3 ekor X 4 X Rp 50.000,00 = Rp 600.000,00

  • Jumlah keuntungan = Rp 4.800.000,00

  • Keuntungan bersih usaha ternak ayam bangkok dalam jangka 7 bulan

    Rp 4.800.000,00 – Rp 2.000.000,00 = Rp 2.800.000,00

 sumber : http://ayahama.com/panduan-praktis-memulai-usaha-ternak-ayam-bangkok

Jumat, 06 Januari 2012

Analisis Usaha Penetasan Telur Itik

DAPATKAN BUKU "USAHA PENETASAN TELUR ITIK" 
KLIK GAMBAR UNTUK PEMESANAN VIA FACEBOOK
PESAN VIA SMS 0852.57090.372
JUDUL BUKU - ALAMAT PENGIRIMAN


Usaha penetasan telur itik atau bebek merupakan kegiatan yang sudah dilakukan peternak sejak bertahun-tahun. Akan tetapi pola penetasan petani masih menggunakan cara alami dengan memanfaatkan ayam atau entok sebagai sarana penetasan. Metode penetasan telur itik yang lebih modern menggunakan Mesin Tetas telur itik atau bebek dengan berbagai macam model. Peluang usaha di bidang penetasan telur itik cukup terbuka. Itik atau bebek merupakan hewan unggas yang sudah cukup populer di masyarakat kita. Tidak hanya telur asin saja yang dapat dibuat dari telur itik, ada banyak aneka makanan yang dibuat dengan bahan dasar telur itik. Selain telur itik yang dimanfaatkan sebagai aneka makanan, daging itik juga cukup banyak digemari oleh masyarakat. Diantara makanan dari daging itik adalah bebek goreng, bebek bakar, rica-rica bebek kremes dan lain sebagainya. Dengandemikian peluang usaha dari unggas  ini cukup  terbuka lebar bagi pengusaha yang berminat menggelutinya. Tidak hanya dari sektor pengolahan hasil ternakan itik saja tetapi juga dari bisnis-bisnis lainnya, diantaranya penyediaan bibit itik yang berkualitas. Penyediaan bibit itik dapat dilakukan dengan cara konvensional melalui pengeraman  indukan ayam dan penetasan telur itik dengan mesin tetas telur. Untuk skala besar dan tujuan bisnis tentu tidak mungkin kita menggunakan ayam sebagai alat penetas telur. Maka peluang Usaha Penetasan Telur Itik dengan menggunakan Mesin Penetas merupakan alternatif yang akan dibahas.



Usaha bisnis penetasan telur itik sebenarnya cukup memiliki potensi mendatangkan keuntungan. Selain manajemen produksi yang baik diperlukan pula manajemen penetasan berdasarkan kualitas hasil tetasan yang baik.Peluang bisnis penetasan telur itik ini dapat dilakukan pada skala rumah tangga dan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Karena proses dan perlengkapan yang cukup sederhana. Selain itu harga mesin penetas telur itik juga cukup terjangkau ada yang berharga murah dan ada yang berharga cukup mahal, tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan saja. Mengenai ragam mesin  penetas telur dapat dilihat pada tulisan ini. Gambaran potensi peluang usaha ini dapat dilihat dari harga DOD ( Day Old Duck) betina biasanya dihargai sampai lima kali harga telur. Sedangkan untuk DOD jantan dihargai sama atau maksimal dua kali harga telur yang belum menetas. Tingkat daya tetas menggunakan mesin tetas memang lebih rendah jika dibandingkan dengan cara alami dengan indukan ayam. Pengeraman dengan ayam daya tetas bisa mencapai 90 s/d 100%, sedangkan dengan mesin tetas daya tetas berkisar 75% sampai dengan 90%, tergantung berbagai macam faktor. Jumlah telur itik yang menetas juga masih perlu diseleksi jenis kelamin jantan dan betinanya. Sulit memprediksikan jenis kelamin telur yang menetas kadang lebih banyak betina , kadang lebih banyak jantan dan kadang sama. Untuk lebih mudahnya karena peluang jantan dan betina sama maka diasumsikan DOD yang dihasilkan pada model penetasan telur itik dengan mesin penetas ini adalah Jantan : Betina 50:50. Peluang 50:50 ini tidak ada perbedaan antara penetasan telur dengan cara alami dengan penetasan telur dengan mesin penetas, peluangnya sama saja.

Persiapan Usaha Penetasan Telur Itik



1. Persiapan Tempat

Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan usaha penetasan telur itik mengunakan mesin penetas adalah faktor tempat. Tempat untuk penempatan mesin tetas diusahakan tidak terkena matahari secara langsung dan tidak terkena angin secara langsung. Hal ini untuk menghindari perubahan suhu yang cukup ekstrim, yang berkakibat kurang baiknya daya tetas telur. Pastikan tempat dan mesin tetas dalam kondisi yang higienis dan steril dari kuman dan bakteri. Kuman dan bakteri akan mengganggu daya tetas telur. Biasanya sebelum telur-telur itik dimasukkan ke dalam mesin penetas, lingkungan dan mesin tetas disemprot terlebih dahulu menggunakan disinfectan. Penyemprotan mengunakan disinfectan  pada tempat dan mesin penetas membuat bakteri dan kuman-kuman mati, sehingga aman bagi kelangsungan hidup embrio itik dalam telur.



2. Persiapan mesin Tetas

Selain faktor tempat , Kualitas mesin penetas memiliki peranan yang cukup penting dalam kesuksesan usaha penetasan telur itik ini. Mesin penetas diupayakan memiliki lingkungan dan kondisi yang mirip dengan induk ayam/entok, suhu, kelembaban dan lain-lain. Pastikan mesin tetas yang dipilih berkualitas bagus, rapat tetapi cukup memiliki ventilasi udara yang baik. Pastikan juga mesin tetas beroperasi dengan baik, misalnya suhu ruangan bisa mencapai sudu ideal 37-38 derajat C, dan memiliki termostat sebagai pengatur suhu. Meski pada rentang suhu 36 s/d 42 derajat C telur bisa menetas tetapi suhu optimal diupayakan pada 38-39 derajat C. Biasanya pada mesin penetas telur yang dibeli sudah dilengkapi dengan termometer ruang, untuk memonitor suhu dalam ruangan mesin penetas.

Kelembaban udara yang diukur dengan Hygrometer didalam ruang mesin penetas (incubator)  haruslah dijaga pada kisaran 55-60% untuk 18 hari pertama di incubator dan lebih tinggi setelah itu. Mesin Penetas yang baik dan berharga mahal  biasanya dilengkapi dengan Hygrometer ini, namun jika tidak tersedia bisa dibeli sendiri.



3. Pemilihan Telur sebagai Bibit

Dalam manajemen Usaha Penetasan telur itik pemilihan telur sangat menentukan daya tetas telur itik. Telur itik dipilih dari indukan yang tidak terkalu muda dan tidak terlalu tua, dengan rasio Jantan:Betina 1:5 sampai dengan 1:8. Cangkang telur dipilih yang tidak terlalu tebal karena akan sulit untuk pecah saat akan menetas. Cangkang yang terlalu tipis juga tidak layak untuk dipilih. Pilih telur yang oval tetapi jangan terlalu lonjong atau bulat.

Proses Penetasan Telur Itik



1. Pemasukan Telur

Pemasukan Telur ke dalam mesin tetas hendaknya dilakukan pada saat mesin tetas benar-benar siap untuk dipergunakan, antara lain suhu sudah sesuai dengan standard, kelembapan udara juga demikian. Sebelum dimasukkan kedalam mesin penetas telur dicuci dengan air hangat suam-suam kuku, agar kotoran dan bakteri yang menempel pada telur hilang. Selain itu telur yang bersih memudahkan kita mengamati perkembangan anakan itik dalam telur. Selama 3 hari pertama telur kita diamkan dalam mesin penetas dan tidak usah dibuka. Letakkan bagian yang runcing di bagian bawah, bagian yang mengandung rongga udara di posisi atas, jika di dalam  mesin penetas tidak terdapat tatakan telur, bisa dibuat sekat-sekat dengan kayu atau bilah bambu agar telur tidak menggelinding dan mudah diatur dalam mesin penetas. Jika telur mudah bergerak dan menggelinding bebas di dalam mesin penetas, akan sulit dikontrol telur yang sudah dibalik atau belum.



2. Pengeraman Telur

Setelah 3 hari biasanya sudah bisa kita lihat telur-telur yang memiliki benih atau tidak. Telur yang tidak memiliki benih itik biasanya karena tidak dibuahi oleh itik jantan. Telur yang tidak dibuahi tidak akan menetas sehingga perlu kita afkir untuk dikonsumsi dan masih bisa dijual atau dijadikan makanan. Telur yang Memasuki hari keempat sampai hari ke 25 , telur itik sudah harus kita bolak-balik sehari 2 sampai 6 kali, frekuansi pemutaran telur akan berpengaruh pada daya tetas telur. Semakin sering akan semakin baik. Pada hari keempat tersebut telur perlu diangin-anginkan dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit. Proses mengangin-anginkan telur ini perlu dilakukan seriap 3 sampai 4 hari sekali sampai hari ke 25. Dalam masa pengeraman ini yang perlu diperhatikan selain suhu dijaga supaya tetap konstan adalah kelembapan udara. Jika kelembapan dirasa kurang bisa ditambahkan dengan menyemprotkan air hangat ke telur-telur. Untuk memudahkan mengontrol telur sudah dibalik atau belum, beri tanda dengan spidol pada tiap-tiap sisi telur, misalnya sisi bawah diberi tanda A sisi atas diberi tanda B.



3. Masa Menetas

Telur itik akan mulai pecah sedikit demi sedikit, pada hari ke 26 sudah mulai terdengar suara dan cangkang yang terbuka pada bagian paruhnya. Pada hari ke 28 telur dalam mesin penetas yang normal sudah akan menetas semuanya.  Perlu dicermati, jika ada telur yang susa pecah, perlu dibantu mengelupas dengan tangan tetapi harus hati-hati. Biasanya karena cangkang terlalu tebal. Anakan itik yang sudah menetas perlu segera dipindahkan ke tempat lain yang suhunya hampir sama dengan suhu ruang penetasan. Bersihkan ruang mesin  penetas dari cangkang dan kotoran-kotoran lainnya agar tidak menggangu telur yang belum menetas.



4. Seleksi DOD

Anakan itik yang berusia 1 sampai 4 hari lebih mudah dibedakan jenis kelaminnya dibandingkan dengan anakan itik berusia satu minggu. Warna itik betina lebih terang dan bersih, sedangkan itik jantan lebih gelap. Jika diperhatikan suara anak itik betina lebih melengking. Cara lain adalah dengan melihat melalui anus dengan cara menekannya, meski cara ini cukup membuat itik tersiksa tapi cukup efektif. Itik jantan terlihat memiliki alat kelamin yang menonjol. Untuk membedakan anakan itik jantan dan betina bisa dilihat dari warna paruhnya. Itik Jantan cenderung lebih berwarna gelap sedang itik betina berwarna terang.

Analisa Bisnis



Meskipun ini adalah hitung-hitungan kasar tetapi bisa dipergunakan untuk menganalisa gambaran usaha penetasan telur itik ini. Diasumsikan kita akan menetaskan telur itik sejumlah 100 butir. Telur itik akan menetas dalam waktu 28 hari.



Biaya Yang dikeluarkan:

    100 butir telur                  @Rp 1000     = Rp 100.000

    Listrik 28 Hari                                       = Rp 15.000

    Operasional                                           = Rp 15.000

    Total Pengeluaran                                   = Rp 130.000



Hasil Yang diperoleh:

DOD Menetas diasumsikan 75% atau 75 ekor anakan itik (DOD) dari 75 ekor tersebut 38 Betina dan 37 Jantan.

    38 ekor DOD Betina                     @Rp 5000 = Rp 190.000

    37 ekor DOD Jantan                     @Rp 1500 = Rp 55.500

    Total hasil                                                        = Rp 245.500

sumber : http://galeriukm.web.id/peluang-usaha/analisis-usaha-penetasan-telur-itik

Rabu, 21 Desember 2011

PANDUAN, CARA DAN TIPS BUDIDAYA PETERNAKAN BURUNG PUYUH





DAPATKAN BUKU BUDIDAYA BURUNG PUYUH. KLIK GAMBAR 
atau PESAN ONLINE via SMS 0852.57090.372
(SMS JUDUL BUKU/KOTA/KAB./PROPINSI}


Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Burung puyuh cukup mudah dibudidayakan. Dengan tingkat kebutuhan pasar yang tinggi menjadikan budidaya burung puyuh ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan.


puyuh-telur

Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan sejarah singkat burung puyuh, sentra  budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, persyaratan lokasi budidaya burung puyuh,  pedoman teknis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan lain-lain.


SEJARAH SINGKAT
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.


SENTRA PETERNAKAN
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah


JENIS
Kelas : Aves (Bangsa Burung)

Ordo : Galiformes

Sub Ordo : Phasianoidae

Famili : Phasianidae

Sub Famili : Phasianinae

Genus : Coturnix

Species : Coturnix-coturnix Japonica


MANFAAT
  1. Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat

  2. Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya

  3. Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman

PERSYARATAN LOKASI
  1. Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk

  2. Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran

  3. Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit

  4. Bukan merupakan daerah sering banjir

  5. Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Secara rinci akan kita bahan lebih lanjut satu persatu.


PENYEDIAAN SARANA DAN PERALATAN
1. Persiapan kandang
Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab.
Dalam mempersipkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.
Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, yaitu :
  • Kandang untuk induk pembibitan

Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.
  • Kandang untuk induk petelur

Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
  • Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)

Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
  • Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)

Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.
2. Kelengkapan kandang
Perlengkapan yang diperlukan dalam kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.


PENYEDIAAN BIBIT
Seperti sudah diainggung diatas, penyediaan bibitmerupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
  1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.

  2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.

  3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

PEMELIHARAAN
Setelah kita dapatkan bibit yang baik, selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemeliharaan puyuh, meliputi :
  • Kebersihan/Sanitasi dan Tindakan Preventif

Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
  • Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
  • Pemberian Pakan

Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematukmatuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan diberikan terus-menerus.
  • Pemberian Vaksinasi

Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).


HAMA DAN PENYAKIT
Seperti usaha pada umumnya, budidaya burung puyuh ini mengalami beberapa hambatan, umumnya serangan hama maupun penyakit. Untuk pencegahan ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis hama ataupun penyakit yang sering menyerang unggas ini.
1. Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.
2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yangspesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
  • menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang

  • pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

3. Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
4. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayoco
5. Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
6. Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
7. Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami
gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
8. Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

PEMANENAN
Tahapan yang paling ditunggu oleh seorang pengusaha adalah saat pemanenan. Seperti telah didisinggung diatas, ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari budidaya burung puyuh ini, yaitu :
  • Hasil Utama

Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
  • Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja untuk pupuk kandang serta bulu puyuh sebagai bahan baku kerajinan tangan.
Nah,,, Tunggu apalagi, satu jenis usaha, budidaya burung puyuh, beragam hasil yang didapat. Selamat menjadi pengusaha dan semoga sukses… :)




GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading

Jumat, 18 November 2011

BOSAN JADI KARYAWAN? PETERNAKAN BISNIS MENJANJIKAN





 DAPATKAN BUKU-BUKU PETERNAKAN
PESAN ONLINE VIA SMS 0852.57090.372
Lihat Daftar Buku Peternakan Disini




Tak terasa juga, lama rupanya kami telah meninggalkan bangku kuliah, berarti sepanjang waktu itu pula kami telah berpisah dengan rekan-rekan yang dulunya bersama-sama menimba ilmu peternakan di fakultas peternakan Universitas Brawijaya. Kenangan manis bersama rekan semua tidak akan pernah terlupakan mulai diskusi bersama, lembur tugas bersama, praktikum, magang, praktek kerja lapang, kuliah kerja nyata, penelitian sampai main futsal bersama. Tapi semua itu tinggal kenangan tapi ada keinginan bahwa kenangan itu bisa terulang kembali. Mudah-mudahan dengan tulisan yang singkat ini kami bisa merekatkan kembali tujuan yang kita cita-citakan bersama.Rekan se-angkatan, kakak dan adik angkatan dimanapun semuanya berada, perkenankan rekanmu ini untuk menuliskan sesuatu yang mungkin masih bermanfaat bagi kita semua. Sebuah surat terbuka untuk mengajak kita semua untuk kembali ke bidang keahlian kita sebagaimana yang kita cita-citakan setelah tamat SMU. Yakin dan tatap dengan rasa optimis bahwa sektor peternakan masih cukup luas untuk dijadikan penghidupan. Bagaimana tidak, produk peternakan dibutuhkan dan dikonsumsi orang tiap harinya dan itu berarti semua sarana dan sektor yang mendukung produksi peternakan masih memiliki prospek yang bagus baik sarana produksinya, rantai pemasarannya dan pengolahan hasilnya.
Mungkin sebesar 60% bahkan bisa sampai 70% lulusan sarjana belum/tidak bekerja pada bidang yang dipelajarinya. Kami mengambil angka di atas berdasarkan data dari rekan-rekan yang sempat kami hubungi atau bertemu langsung dengan kami. Ternyata masih banyak lulusan sarjana peternakan yang bekerja di luar sektor peternakan. Di antara mereka ada yang menjadi sales perusahaan non peternakan seperti farmasi, perbankan, buka toko, dan lain sebagainya. Kebanyakan alasan yang di kemukakan adalah tidak ada modal dan lapangan kerja terbatas. Sebenarnya ndak masalah kita bekerja di mana saja akan tetapi kalau kita bekerja di atas rel atau bidang kita bukan mustahil ada kepuasan tersendiri yang menyertainya.
Kalau bicara soal modal usaha adalah hal yang sangat wajar karena setiap usaha membutuhkan modal. Akan tetapi bagaimana bentuk modal itu yang belum banyak dibicarakan oleh khalayak umum. Pernahkan rekan semua membaca buku saku yang berjudul Berwirausaha Mulai dari Nol yang ditulis oleh Andreas Harefa, di dalam buku tersebut ditampilkan beberapa contoh usahawan sukses yang memulai bisnis mereka dengan modal Rp 0,- dan hasilnya bisa anda baca sendiri? Dari dasar inilah kami mengajak kepada rekan semua khususnya rekan-rekan yang pernah mengenyam pendidikan ilmu ternak (snakma, sarjana peternakan, D-III peternakan, atau pelatihan agribisnis) mari kembali ke jalan kita dan insyaallah akan kami tuliskan bidang-bidang peternakan yang mungkin kita berkesempatan untuk mencobanya.
Sebagai gambaran untuk lebih menyakinkan rekan semua, bahwasannya produk peternakan ibarat beras di sektor pertanian. Artinya produk peternakan dibutuhkan sepanjang waktu dan sifat bendanya adalah habis dengan sekali pakai. Itu berarti berapapun jumlah yang diproduksi pasti akan terserap oleh pasar karena masyarakan kita sangat membutuhkannya. Produk peternakan dibutuhkan mulai dari mulai Balita sampai para Manula. Mari kita cermati peluang apa yang ada di sektor peternakan :
Produksi Ternak
  1. Penetasan telur unggas

  2. Penggemukan ayam kampung pedaging

  3. Penggemukan itik jantan potong (raja, tiktok, dll)

  4. Penggemukan puyuh jantan

  5. Penggemukan ayam arab jantan

  6. Penggemukan itik, layer afkir

  7. Penggemukan itik peking

  8. Penggemukan entok

  9. Penggemukan pedet

  10. Beternak itik petelur

  11. Beternak ayam broiler

  12. Beternak ayam layer

  13. Beternak ayam kampung petelur

  14. Beternak aneka ayam hias (kate, serama, walik, mutiara, dll)

  15. Beternak angsa

  16. Beternak kalkun

  17. Beternak kambing dan domba potong

  18. Beternak sapi potong

  19. Beternak sapi perah

  20. Beternak kerbau

  21. Beternak kuda

  22. Beternak kambing perah

  23. Beternak rusa

  24. Breeding farm ayam kampung

  25. Breeding farm itik dan entok

  26. Breeding farm sapi potong

  27. Breeding farm kambing dan domba

  28. Beternak burung berkicau

  29. Beternak merpati potong

  30. Budidaya walet dan seriti

  31. Budidaya ulat sutera

  32. Beternak lebah

  33. Beternak kelinci

  34. Beternak marmut

  35. Beternak hamster

  36. Beternak tikus putih

  37. Budidaya semut rangrang (kroto)

  38. Budidaya ulat hongkong

  39. Beternak jangkrik

  40. Beternak kucing hias

Pakan Ternak
  1. Industri jasa pencampuran pakan unggas

  2. Penyedia bahan baku pakan ternak

  3. Distributor pakan unggas (Poultry Shop)

  4. Produksi hijauan pakan ternak seperti rumput gajah, rumput raja, tebon jagung

  5. Pembuatan pakan konsentrat

  6. Jasa laboratorium analisa bahan pakan ternak

  7. Formulator pakan ternak (konsultan ahli)

Teknologi atau Pengolahan Hasil Ternak
  1. Pembuatan dodol susu

  2. Pembuatan krupuk susu

  3. Pembuatan susu fermentasi

  4. Pembuatan yoghurt

  5. Pembuatan keju

  6. Pembuatan susu pasteurisasi

  7. Pembuatan ice cream

  8. Pembuatan permen susu

  9. Pembuatan dadih

  10. Pembuatan susu bubuk

  11. Pembuatan nugget

  12. Pembuatan dendeng

  13. Pembuatan gepuk

  14. Pembuatan abon

  15. Pembuatan sosis ayam atau sapi

  16. Pembuatan telur asin

  17. Pengolahan kulit sapi seperti pembuatan rambak

Sosial Ekonomi Peternakan  
  1. Distributor sapronak ternak

  2. Poultry shop (toko pakan ternak)

  3. Kemitraan (inti-plasma)

  4. Distributor obat ternak

  5. Distributor jamu alami ternak

  6. Distibutor olahan hasil ternak

  7. Jasa konsultasi usaha dan produksi ternak

  8. Pengepul hasil ternak seperti telur konsumsi dan telur tetas

  9. Jasa pemotongan ternak (unggas, kambing, domba, dll)

  10. Penyedia sarana transportasi ternak

  11. ‘Maaf’ Blantik ternak

Dari sekian banyak peluang di atas maka tidak bisa dipungkiri bahwa sektor usaha peternakan masih sangat luas dan menantang kita. Pintu mana yang akan kita masuki sangat tergantung dari keahlian dan minat yang kita punya. Intinya peluang masih terbuka lebar dan kapan kita akan menangkap peluang tersebut?
Hambatan
Tak bisa dipungkiri bahwa semua bentuk usaha akan ada kendala yang menghadang. Kendala utama biasanya terletak pada modal yang terbatas. Pertanyaannya adalah apakah semua modal harus berbentuk uang? Jawabannya adalah tidak, karena kami sendiri memulai usaha tidak dengan modal akan tetapi dengan kepercayaan dan kejujuran adalah modal kami. Percayalah bahwa sikap ulet dan tidak gampang menyerah akan membuahkan hasil yang memuaskan. Dan pesan kami terakhir adalah tidak henti-hentinya berdoa kepada Sang Pemberi Rezeki, Allah subhanallahu wa ta’ala, agar selalu memberikan rezeki kepada kita berupa rezeki yang halal dan barakah. Karena hanya dari rezeki yang halal dan barakah insyaallah usaha kita akan dapat berkembang dan manuai kesuksesan. Semoga bermanfaat*(SPt)
Silahkan mengcopy isi tulisan di atas sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : sentralternak.com




GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :

Loading
Logitech Keyboards

Jumat, 28 Oktober 2011

PELUANG USAHA BETERNAK BEBEK ! PALING TOP !

Itik / Bebek yang banyak dipelihara masyarakat Indonesia saat ini merupakan Itik / Bebek pendatang yang sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan alam Indonesia, maka disebut Itik / Bebek lokal Indonesia. Pada tahun 1998, populasi Itik / Bebek di Indonesia mengalami penurunan karena sebagian peternak tidak mampu membeli pakan ternak akibat krisis moneter akhir tahun 1997, namun meningkat kembali pada tahun 1999 sehingga pada tahun 2001 populasinya 29.905.705 ekor (Deptan, 2001).


DAPATKAN BUKU-BUKU CARA BETERNAK BEBEK
KLIK GAMBAR UNTUK PEMESANAN VIA FACEBOOK
PESAN VIA SMS 0852.57090.372
JUDUL BUKU/KOTA/PROPINSI
Itik / Bebek lokal Indonesia pada umumnya dipelihara sebagai penghasil telur. Sumbangan telurnya menduduki urutan kedua setelah telur ayam ras (Deptan, 2001). Sampai saat ini pemanfaatannya masih terbatas pada pembuatan telur asin.

Sentra-sentra populasi Itik / Bebek di Indonesia terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Pada daerah tersebut terbentuk kelompok-kelompok tani yang melakukan pengembangan dan pembibitan.

Itik / Bebek lokal Indonesia disebut Indian Runner.Berdasarkan daya adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya, Itik / Bebek mempunyai ciri-ciri luar yang khas yang berbeda pada setiap daerah. Itik / Bebek Tegal (berkembang di Jawa Barat dan Jawa Tengah), bentuk badannya seperti botol, warna bulunya bervariasi dengan paruh dan kaki hitam. Itik / Bebek Magelang (di Magelang Jawa Tengah), pada bagian lehernya terdapat warna putih melingkar seperti kalung. Itik / Bebek Mojosari (di Mojokerto Jawa Tengah), warna bulu kemerahan dengan variasi coklat, hitam, putih, paruh dan kaki berwarna hitam. Itik / Bebek Bali (di Bali dan Lombok), warna bulunya lebih terang, umumnya memiliki jambul. Itik / Bebek Alabio, (dari Amuntai, Kalimantan Selatan), memiliki warna bulu relatif seragam, paruh dan kaki berwarna kuning.

Pada umumnya Itik / Bebek-Itik / Bebek tersebut sebagai penghasil telur dan sudah tidak mempunyai sifat mengeram. Tampaknya dari jenis-jenis Itik / Bebek di atas, Itik / Bebek Mojosari dan Alabio yang lebih unggul. Hal ini terbukti bahwa kedua jenis Itik / Bebek lokal tersebut pada saat ini dijadikan sebagai bahan Itik / Bebek unggul di Indonesia (Itik / Bebek MA).

Pada umumnya pemeliharaan Itik / Bebek dilakukan secara tradisional (ekstensif). Hal ini dilakukan oleh peternak yang Itik / Bebeknya belum terseleksi, terutama di daerah-daerah persawahan atau rawa-rawa. Seleksi dilakukan pada pemeliharaan Itik / Bebek secara semi-intensif atau intensif , dimaksudkan agar produksi telur minimal 60%. Adapun budidaya Itik / Bebek sendiri dapat dikelompokkan menjadi : (1) usaha pembesaran dari umur satu hari sampai 18/22 minggu; (2) usaha produksi telur, dari umur 18/22 minggu sampai diafkir; dan (3) usaha Itik / Bebek dari umur satu hari sampai diafkir.

Hasil budidaya ternak Itik / Bebek petelur terdiri atas hasil utama, sampingan dan limbah. Hasil utama berupa telur, hasil sampingan berupa Itik / Bebek afkir dan bulu dan limbah berupa feses. Produksi telur Itik / Bebek pada tahun 1998 dan 1999 mengalami penurunan masing-masing sebesar 13.6 dan 15.2%, sedangkan setelah tahun 1999 produksi telur Itik / Bebek terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 15% per tahun (Deptan , 2001) dengan kontribusi antara 18 – 33% dari total produksi telur.

Telur Itik / Bebek selain dapat dimanfaatkan dalam bentuk segar, juga dapat diolah menjadi martabak, telur gembung, kerupuk dan telur asin (yang paling popular). Itik / Bebek afkir dapat diolah menjadi gulai Itik / Bebek cabai hijau, bebek goreng, abon, baso, nugget atau olahan lainnya, sedangkan bulu dapat dijadikan bahan pengisi kasur, bantalan kursi, jaket, hiasan dinding, penjepit rambut atau kerajinan tangan lainnya. Feses dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang atau pakan ikan lele/belut.

Penggunaan telur Itik / Bebek sebagai bahan baku telur asin tidak dapat digantikan oleh telur unggas lain. Telur asin yang berkualitas baik adalah yang kuning telurnya masir (berminyak), tetapi putih telurnya tidak terlalu asin. Prospek dan peluang pasarnya masih terbuka luas, karena telur asin dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama daripada telur segar. Telur asin sebenarnya dapat menjadi komoditi ekspor jika telur tersebut bebas Salmonella, proses pembuatannya higienis dan hasilnya berkualitas baik (kuning telur masir tetapi putih telur tidak terlalu asin).

Sentra produksi telur asin sampai saat ini adalah kota Brebes, Jawa Tengah. Jumlah unit usahanya terus berkembang. Pada tahun 1997 terdapat 45 unit usaha, sedang pada tahun 2001 telah menjadi 57 unit usaha. Volume produksi telur asin tiap tahun mengalami kenaikan. Pada tahun 1997 berjumlah 11.410.400 butir dan pada tahun 2001 berjumlah 13.424.000. Omzetnya pada tahun 2002 mencapai lebih dari 12.7 miliar (Republika, 4 September 2002).

Untuk mendirikan usaha ternak Itik / Bebek, diwajibkan untuk memperoleh izin pendirian usaha yang diberikan oleh Gubernur KDH TK 1 untuk skala usaha 15.000-25.000 ekor, dan oleh Dirjen Peternakan untuk skala usaha di atas 25.000 ekor diberikan. Pada skala usaha < 25.000 ekor, tidak perlu mengurus perijinannnya (dianggap usaha rumah tangga).

Lokasi peternakan dianjurkan:

    cukup jauh dari suara gaduh;

    tidak terlalu dekat dengan pemukiman;

    sejuk, tidak terkena langsung sinar matahari atau angin kencang;

    dekat sumber air;

    dekat sumber pakan.



Sistem pemeliharaan Itik / Bebek yang ada di masyarakat saat ini adalah ektensif, semi-intensif dan intensif. Bangunan kandang Itik / Bebek tergantung pada sistem pemeliharaannya Pada pemeliharaan semi-intensif/intensif bangunan kandang harus membuat ternak dan peternaknya aman dan nyaman. Jarak kandang anak dengan yang dewasa sekitar 50 m, untuk ruang gerak Itik / Bebek dewasa membutuhkan 0.3-0.5 m2 per ekor, tinggi kandang minimal 2 m, lebar kandang maksimal 8 m, dinding kandang terbuat dari kawat/bilahan bambu, kandang cukup terang, alas mudah dibersihkan dan tanah sekeliling kandang drainasenya baik.

Pemeliharaan secara ekstensif ditandai dengan sebagian besar ternak mencari pakannya sendiri, produksi telurnya rendah (tergantung ketersediaan pakan), dan seleksi Itik / Bebek sulit. Pada pemeliharaan semi-intensif, sepenuhnya atau sebagian besar pakan disediakan peternak, dan pada pemeliharaan intensif pakan sepenuhnya disediakan peternak. Produksi telur dengan pemeliharaan semi-intensif/intensif lebih tinggi dan seleksi Itik / Bebek dapat dilakukan lebih mudah. Jumlah Itik / Bebek yang dipelihara pada sistem ini per kelompok sebaiknya terdiri atas 50-100 ekor.


Keberhasilan usaha ternak Itik / Bebek tergantung pada: bibit, pakan dan manajemen. Bibit Itik / Bebek yang unggul seperti ayam ras, saat ini belum ada Sampai saat ini, di Indonesia, usaha pembibitan ternak Itik / Bebek masih berupa usaha rakyat dengan skala usaha tergantung pada pesanan dan teknologi penetasan sederhana.


Pada usaha pembesaran, peternak dapat memperoleh DOD dari usaha penetasan atau usaha budidaya Itik / Bebek petelur (bibit) atau menetaskan sendiri dari telur induk yang dipelihara peternak yang bersangkutan. Pada usaha produksi telur Itik / Bebek, peternak dapat memperoleh Itik / Bebek dara yang berasal dari usaha pembesaran dan pada industri telur asin, telur segar dapat diperoleh dari usaha produksi telur.

Oleh karena itu setiap tahap pemeliharaan harus selalu diseleksi. DOD harus dipilih yang berkualitas/berpenampilan fisik baik, dipelihara dengan baik dan bertelur pertama pada saat yang tepat. Selama periode produksi juga harus selalu dilakukan seleksi, karena berdasarkan pengalaman, dari sejumlah Itik / Bebek yang dipelihara, yang tingkat produksinya tinggi (di atas 70%) berkisar antara 30-50%. Seleksi dapat dilakukan melalui pengukuran jarak rentang tulang pubis. Bila Itik / Bebek dipelihara dengan tujuan menghasilkan telur tetas, maka diperlukan Itik / Bebek jantan dengan perbandingan satu pejantan untuk 6-10 ekor betina.


Bahan baku ternak Itik / Bebek dapat diperoleh dengan cara memesan terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu dengan pembayaran di muka atau cash and carry. Kondisi bahan baku pada setiap unit usaha tergantung pada tehnik budidaya dan penanganan telur di tingkat pembudidaya, rantai tata niaga dan di industri pembuatan telur asin. Berdasarkan informasi pada bulan Oktober 2002, harga DOD berkisar antara Rp. 3.000 – Rp. 5.000,- per ekor; harga Itik / Bebek dara antara Rp. 26.000 – Rp. 32. 000,- per ekor dan harga telur tik segar antara Rp. 600 – Rp. 750,- per butir.


Pakan menjadi faktor yang sangat penting dalam usaha budidaya Itik / Bebek, karena dalam pemeliharaan secara intensif, biaya pakan dapat mencapai 60-70% dari total biaya produksi (Murtidjo, 1999). Kandungan nutrisi dan jumlah pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan. Saat ini pabrik pembuat pakan khusus untuk Itik / Bebek masih jarang, sehingga umumnya peternak meramu sendiri yang terdiri atas pakan konsentrat buatan pabrik yang dicampur dengan bahan baku pakan lokal yang tersedia di daerah masing-masing (menir, dedak, jagung, keong mas, rucah dll).

Pola produksi telur Itik / Bebek pada umumnya sebagai berikut: mulai bertelur pada umur 5-6 bulan, bertelur (fase pertama) selama sekitar 6 bulan, lalu rontok bulu (istirahat bertelur) sekitar 2 bulan dan bertelur kembali untuk fase kedua sekitar 5 bulan. Oleh karena itu jumlah Itik / Bebek yang akan dipelihara per siklus dan jadwal pemasukan Itik / Bebek dara harus direncanakan dengan baik sehingga produksi telur Itik / Bebek berkesinambungan sesuai dengan permintaan konsumen. Kepadatan kandang, suhu lingkungan, jumlah tempat pakan, jumlah tempat air minum, kualitas dan kuantitas pakan harus disediakan sesuai dengan kebutuhan (umur ternak). Pencegahan terhadap penyakit harus dilakukan secara teratur. Untuk menjamin keamanan konsumen, penanganan telur dan proses produksi telur asin harus dilakukan dengan baik dan higienis.

Indonesia adalah negara ketiga penghasil produk Itik / Bebek setelah Cina dan Vietnam (WHO, 1999). Negara lainnya adalah Thailand, Bangladesh, Malaysia, Filipina dan alinnya. Sampai saat ini ekspor Itik / Bebek lokal atau telur asin masih belum ada, karena keragamannya masih tinggi dan kualitasnya masih belum memenuhi syarat ekspor. Pada umumnya peternak memasarkan hasil usahanya langsung ke konsumen atau ke pedagang pengumpul, yang kemudian akan disebarkan ke pedagang pengecer baru ke konsumen.

Seringkali harga telur ayam ras atau DOC ayam ras berfluktuasi tak menentu. Hal tersebut jarang bahkan dapat dinyatakan tidak terjadi pada produk-produk ternak local seperti pada ayam kampung dan Itik / Bebek. Harga telur Itik / Bebek maupun DOD dari tahun ke tahun meningkat.

Tingkat resiko beternak Itik / Bebek secara komersial tergantung pada manajemen yang dilakukan.

Beberapa persyaratan aspek teknis produksi yang perlu dipenuhi:



    Bibit : Bibit yang digunakan adalah hasil seleksi, yang dipelihara unggul dengan tingkat produksi minimal 70% pada siklus pertama (6 bulan) dan minimal 60% pada siklus kedua (5 bulan) dengan masa istirahat (rontok bulu) dua bulan.

    Pakan : mengingat biaya pakan mencapai 70% dari total biaya produksi, kandungan nutrisi pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan dan tidak banyak yang tercecer.

    Kepadatan Kandang dan Peralatannya : Itik / Bebek sebaiknya dipelihara sekitar 3 ekor per meter persegi dan dalam satu kelompok disarankan berkisar antara 50-100 ekor dewasa. Tempat pakan yang disediakan harus menjamin semua Itik / Bebek dapat makan bersama-sama sehingga keragaman pertumbuhan dan produksi telur rendah.

    Pencegahan Penyakit : Itik / Bebek yang dipelihara harus sehat, agar pertumbuhan dan tingkat produksinya maksimal.

    Mortalitas : Tingkat kematian dari umur sehari sampai diafkir maksimal 5%.

    Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja juga harus dibatasi agar ekonomis. Untuk pemeliharaan sebanyak 1000 ekor, penggunaan tenaga kerja maksimal adalah dua orang.

    Penanganan Telur : Penanganan produksi telur baik telur juga harus efisien, hati-hati dalam pengambilan, penyimpanan dan pengiriman dengan tingkat kerusakan maksimal 5%.



Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pengetahuan peternak mengenai teknologi budidaya, serta pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan pasca panen. Dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah dari Itik / Bebek tersebut.


usaha ternak bebek (136), Peluang usaha ternak bebek (47), ternak bebek yang baik (24), peluang ternak bebek (23), bisnis ternak bebek (21), usaha peternakan bebek (18), alamat peternak bebek sekitar surabaya (18), usaha ternak itik (17), lokasi penternakan ITIK (17), ternak bebek mojosari (13), resiko ternak bebek (9), proposal ternak itik petelur (8), tentang peternakan telor (8), usaha budidaya bebek (7), proposal usaha peternakan bebek (7), makalah peternakan (6), artikel ternak bebek (5), peternak bebek di jawa barat (5), pakan ternak bebek (5), usaha ternak lele (5), peluang beternak bebek (5), cerpen tentang peternak bebek (5), cara menjual telur asin bebek (5), ekspor bebek (5), ekspor itik (5), ekspor telur bebek (5), proposal usaha ternak itik skala besar (5), prospek bisnis budidaya itik (4), ternak bebek bali (4), cara mengurus bebek (4), usaha beternak bebek (4), resiko beternak bebek (4), peternak bebek mojosari (4), peternakan bebek di magelang (4), prospek bisnis bebek pedaging (4), modal beternak bebek potong (4), ternak itik mojosari (4), proposal usaha bebek (4), peluang usaha peternakan bebek (4), pemasaran ternak bebek (4), agar telur itik maksimum (4), www ukm ternak (4), peluang bisnis peternakan di ntb (4), usah ternak bebek (3), peluang usaha peternakan itik (3), jenis makanan ternak itik/bebek pada periode dewasa (3), gambar cara ternak itik peking di kalimantan (3), prospek bisnis ternak bebek (3), proposal peternakan bebek (3), info peluang usaha budidaya bebek (3), ternak bebek lokal (3), tahap budidaya bebek putih (3), ternak bebek di lombok (3), ternak bebek di bali (3), dibeli telur asin untuk kebutuhan ekspor (3), ciri telur bebek berkualitas baik (3), peternakan bebek di provinsi Jawa Barat (3), peternak bebek di mojosari (3), peternak bebek di bali (3), peluang usaha budidaya bebek (3), kerjasama usaha bebek (3), jenis budidaya ternak itik (2), prospek bisnis telur bebek (2), peluang bisnis ternak bebek (2), proposal wirausaha berternak bebek (2), data statistik harga telur itik (2), ciri telur asin yang baik (2), proposal usaha ternak bebek (2), Peluang berternak itik (2), siklus telur bebek (2), harga bebek dari peternak bebek di mojosari (2), harga bebek dara (2), seminar ternak bebek surabaya (2), ekspor telur asin 2010 (2), dimana bibit itik alabio diperoleh (2), rantai tataniaga budidaya jahe (2), doc makalah ttg UKM di magelang (2), doc pakan bebek (2), peluang ternak itik (2), sentra ternak bebek di jawa timur (2), peluang usaha telur bebek surabaya (2), prospek usaha ternak bebek petelur di NTB (2), peluang usaha dalam ternak bebek (2), prospek usaha ternak bebek petelur (2), rincian biaya usaha ternak bebek (2), prospek budidaya bebek (2), peluang usaha ternak bebek UKM (2), pelihara dolong (2), peternakan telur bebek (2), peternakan bebek di tegal (2), makalah peternakan bebek (2), jumlah telur itik magelang (2), peternakan bebek di jawa barat (2), kebutuhan telur itik (2), kerja sama peternakan bebek (2), peternak itik alabio di magelang (2), kerjasama budidaya bebek (2), mengurus bebek (2), kondisis peternakan bebek tahun 2010 (2), penjual bebek karet (2), peternak bebek di magelang (2), peternak bebek di jawa tengah (2), mencari itik mojosari jateng (2), makalah ternak bebek (2), perusahan exportir bulu bebek (2), permintaan bebek potong di aceh (2), pengrajin telur asin (2), PROPOSAL USAHA BEBEK PETELUR (2), pelihara bebek (2), pembesaran ternak itik peking (2), ijin yang diperlukan ke pemerintah untuk ternak bebek di kabupaten bekasi (2), proposal ternak bebek (2), pluang usaha ternak bebek (2), pasar export untuk teur (2), info harga bebek jawa di magelang (2), itik dolong (2), itik magelang kalung (2), izin ekspor telur (2), proposal bisnis peternakan bebek pedaging (2), pakan ternak itik (2), proposal bisnis peternakan bebek (2), jenis-jenis peluang usaha peternakan bebek (2), populasi bebek (2), penetas itik amuntai (2), peternak bebek amuntai (2), bisnis peternakan bebek (2), bebek jawa tengah (2), bibit unggul bebek (2), aspek produksi telur baca (2), ternak bebek di jawa barat (2), artikel beternak bebek (2), cara ekspor bebek (2), beternak bebek bali (2), ternak bebek jawa tengah (2), bisnis ternak bebek peking saat ini (2), artikel ternak bebek petelur (2), usaha telur itik tetas bekasi 2011 (2), cara membuat pakan ternak bebek (2), usaha bebek ternak (2), pengurusan izin peternakan belut (2), biaya perawatan bebek (2), cara budidaya bebek dan ikan lele (2), beternak bebek lokal (2), TERNAKITIK MOJO SARI (2), skema pemeliharaan ternak itik (2), www ternakbebekjawabarat com (2), usaha peternakan telur (2), budidaya itik di lombok tengah (2), usaha peternakan telur bebek (2), agent telor itik bali (2), cara pengurusan perizinan peternakan belut (2), cara ternak bebek pedaging (2), perternaan bebek potong jatim (1), usaha bebek untuk ternak (1), Perusahaan pakan ternak baru dijawa barat (1), pertumbuhan ternak itik petelur dari tahun ke tahun (1), peternak bebek dintb (1), usaha bebek petelur dijateng (1), usaha pembesaran bebek pedaging tahun 2011 (1), usaha beternak itik (1), peternak bebek (1), usaha pemotongan bebek di bali (1), peternak bebek amuntai kalsel (1), PETERNAK AYAM MODOPURO DI MOJOKERTO (1), peternak bebek bertelur (1), peternak bebek di amuntai kalimantan selatan (1), usaha pelihara bebek (1), peternak bebek di jateng (1), petelur bebek dari kota kalimantan selatan (1), perusahaan ternak ekspor (1), perusahaan pakan ternak di mojosari (1), usaha bebek peking (1), peternak bebek jatim co id (1), peternakan bebek di jawa tengah (1), tpesanan itik ternak lombok (1), peternak bebek jawa tengah (1), ternak Telur bebek (1), ternak sentral itik di lombok (1), peternakan bebek jawa barat (1), peternakan bebek magelang (1), peternakan bebek peking daerah jawa barat (1), peternakan itik lombok (1), peternakan itik mojosari (1), Ternak itk pedagang (1), ternak itik serati (1), peternakan telur bebek jatim (1), TRIK BUDI DAYA BEBEK TELOR ASIN (1), peluang usaha ternak bebek balap (1), peternakan bebek aceh (1), usaha bebek jawa (1), peternak bebek petelur di bali (1), peternak bebek petelur di jawa tengah (1), peternak bebek petelur mojosari daerah jawa barat (1), umur rontok bulu pertama bebek petelur (1), peternak bebek ukm (1), peternak ikan magelang (1), umur pertama bertelur itik magelang (1), peternak itik di magelang (1), ukm telur asin di jawa tengah (1), peternak itik kalung di magelang (1), peternak itik magelang (1), peternak telor bebek jawa tengah (1), photo kampung peternak bebek brebes (1), peluang usaha dijawa barat (1), peluang usaha ternak unggas di indonesia (1), peluang usaha ternak unggas itik jantan (1), usahaternak bebek (1), usahaitikbali (1), pemanfaatan peternakan lele untuk berternak bebek (1), pemanfaatan telor bebek sebagai sentral usaha (1), USAHA TERNAL BEBEK (1), usaha ternak jawa barat (1), pembeli bebek di jateng (1), pembeli telur bebek (1), pembesaran bebek pedaging (1), usaha ternak hewan (1), pembuatan makanan ternak bebek (1), usaha ternak bebek tahun 2011 (1), usahaternakbebek (1), usia produksi bebek (1), peluang usaha distributor telur itik (1), peluang usaha kerja sama ternak bebek (1), www usaha peternakan (1), www usaha bebek (1), www produksi telur bebek supaya baik (1), www peluang usaha beternak bebek (1), peluang usaha produksi di magelang (1), peluang usaha produksi pakan ternak (1), www harga telor asin jawa timur (1), peluang usaha telur di bali (1), peluang usaha telur itik (1), www artikel ternak bebek com (1), wirausaha bebek potong (1), peluang usaha ternak bebek pedaging (1), pembuatan pakan itik (1), penanganan ternak bebek petelur (1), usaha sampingan ternak itik (1), penjual itik dara (1), penyakit bebek itik terhadap penurunan produktivitas (1), perbandingan bebek jantan dan betina dalam 1000 ekor (1), perbandingan bebek petelur jantan dan betina dalam satu kandang (1), perbandingan harga telur ayam dan telur itik (1), perbandingan jantan dan betina untuk ternak bebek dalam satu kandang (1), perbandingan konsentrat dan pakan bebek kandang petelur (1), perbandingan ternak itik (1), perbedaan dod kalung dan mojosari (1), perencanaan bisnis budidaya telor asin (1), perencanaan keuangan bisnis peternakan (1), perincian usaha ternak bebek terbaru (1), jual telur ayam kampung di modopuro mojosari (1), penjual itik dan bebek (1), usaha telur asin di aceh (1), usaha ternak bebek potong (1), pengalaman beternak itik pedaging (1), pengalaman beternak itik petelur (1), PENGALAMAN ternak bebek petelur (1), pengekspor telur itik di kalimantan selatan (1), pengepul bebek di bali 2011 (1), pengguna telor bebek (1), pengolahan limbah bulu itik (1), usaha ternak bebek amuntai (1), www usaha ternak bebek (1), penjual bebek (1), penjual bebek di bali (1), usaha telur bebek dilombok (1), penjual bebek jambul (1), permintaan itik bebek petelur (1), telur asin ekspor (1), rantai tataniaga budidaya durian (1), TATA NIAGA PERTANIAN DALAM USAHA BUDI DAYA PISANG (1), proposal usaha bebek potong (1), supplier itik bali (1), rencana anggaran biaya beternak bebek petelur (1), resensi beternak bebek (1), sntra ternak bebek peking (1), skripsi usaha ternak bebek (1), resiko beternak bebek peking (1), skripsi usaha telur asin (1), resiko beternak itik (1), resiko investasi seorang peternak itik petelur (1), resiko peternakan itik#sclient=psy-ab (1), Skripsi tentang ternak bebek (1), rab ternak itik/bebek (1), pusat peternakan bebek potong di jawa timur (1), prospek pemasaran telur bebek di daerah jawa barat (1), telur asin bebek bali (1), prospek pengembangan usaha itik di aceh (1), prospek pengembangan usaha ternak itik (1), prospek usaha apa di aceh yang bagus (1), prospek usaha bebek peking (1), telor bebek di jawa barat (1), TELOR BEBEK BSLI (1), tekologi budidaya bandeng menurut murtidjo 1999 (1), prospek usaha ternak bebek petelur di NTB tahun 2010 (1), tata niaga telur itik (1), prospek usaha ternak itik (bebek) (1), prospek usaha ternak itik di NTB (1), prosper usaha apa yang bagus di aceh darussalam (1), resiko usaha itik petelur (1), resiko usaha telur asin (1), resiko utama dalam beternak bebek (1), sentra ternak bebek/dan pemeliharaan (1), Sentra ternak bebekpeking bebek tegal (1), sentral bebek petelur (1), sentral itik (1), sentral telor bebek d jawa barat (1), sentral ternak bebek potong (1), sentral ternak magelang (1), sifat kimia nugget daging itik lokal (1), siklus ayam bertelur (1), siklus bertelur ayam ras (1), siklus bertelur bebek (1), siklus itik petelur (1), skema kandang bebek petelur magelang (1), sistem pemasaran itik pedaging di aceh besar (1), skripsi peternakan itik serati (1), sentra telur itik di jawa barat (1), skripsi telur tetas itik alabio (1), rincian usaha beternak bebek (1), risiko peternakan bebek (1), RISIKO PETERNAKAN KOLAM IKAN (1), sekilas peternakan telur (1), skripsi produksi UKM Telor asin (1), sentra bebek di jawa tengah (1), sentra bebek potong (1), sentra itik bali (1), skripsi peternakan tentang telur asin (1), sentra penjual dod bebek peking dan harganya (1), sentra peternak bebek dijawa timur (1), sentra telur bebek jawa tengah (1), sentra telur itik (1), sistem pemeliharaan itik di indonesia (1), pola bebek dan telurnya (1), proposal bebek petelur (1), sentra pengrajin telur asin (1), ternak bebek yg baik (1), ternak bebek th 2011 (1), proposal budidaya bebek (1), proposal budidaya itik petelur (1), proposal kelompok tani bebek (1), proposal kelompok tani ternak bebek peking (1), ternak bebek telur asin (1), proposal kelompok ternak itik (1), Proposal kewia usahaan produksi telor asin (1), proposal kewirausahaan telur asin asap (1), proposal manajemen pemeliharaan ternak itik petelur (1), ternak bebek telur 2010 (1), proposal bebek peking (1), Produktivitas Telur Bebek Mojosari per hari (1), ternak itik jawa tengah (1), populasi bebek di bali (1), populasi bebek potong (1), populasi peternakan itik di ntb (1), Potensi bisnis amuntai kalimantan selatan (1), potensi usaha telur bebek (1), produksi bebekdi indonesia (1), produksi itik magelang kalung kedu (1), produksi telur bebek (1), produksi telur di aceh tahun 2010 (1), ternak itik dibali (1), produksi telur itik (1), produksi telur itik mulai umur 22 minggu (1), produksi teluritik (1), proposal pendirian beternak bebek (1), proposal peningkatan peternak bebek (1), proposal pertenakan itik (1), proposal usaha ternak itik (1), proposal usahapenetsan telur bebek (1), tempat jual itik di jawa barat (1), proposal wirausaha itik (1), proposal wirausaha telur ayam (1), proposal wirausaha ternak itik (1), prospek bebek makalah (1), prospek berternak itik (1), telur tetas bebek 2011 (1), telur itik telur asin telur bebek (1), telur itik 2011 (1), TELUR BEBEK PER TAHUN (1), telur bebek 2011 (1), telur asin lombok bebek itik (1), proposal usaha ternak bebek petelur (1), tempat pemasaran telur itik di jawa timur (1), Ternak bebek potong terbesar di jateng (1), Ternak bebek petelur yg baik (1), proposal rab budidaya ayam bebek (1), ternak bebek peking di magelang (1), proposal rab ternak itik (1), proposal ternak (1), proposal ternak itik (1), ternak bebek indonesia (1), ternak bebek di magelang (1), Ternak be2k coklat (1), Proposal usaha budidaya itik (1), proposal usaha dasar ternak itik (1), proposal usaha pemeliharaan bebek pedaging (1), tentang hewan itik bali (1), prospek bissnik ternak bebek (1), CARA BETERNAK BEBEK DOLONG (1), ciri bebek umur 6 bulan (1), ciri - ciri telur ayam niaga petelur (1), centra bebek di bali (1), cari telur bebek magelang (1), cari bebek dijawa barat (1), cari bebek dara (1), cari agen telor bebek di wilayah jawa timur (1), cara ternak telur bebek yang baik (1), ciri bebek umur 7 bulan (1), ciri bibit itik yang baik (1), ciri-ciri telur itik pejantan (1), ciri-ciri bebek kalung adalah (1), Ciri telur bebek bermutu baik (1), ciri telur be2k betina n jantan (1), ciri perusahaan peternakan di Indonesia (1), ciri ciri telur itik yang baik untuk pembuatan telur asin (1), ciri ciri telur bebek baik (1), ciri ciri itik petelur (1), cara ternak bebek potong (1), cara ternak bebek peking (1), cara ekspor telur asin (1), cara budidaya itik bali (1), cara budidaya bebek rawa (1), cara budidaya bebek lokal (1), cara buat pakan ternak bebek (1), cara beternak itik lokal (1), cara beternak bebek petelur kalimantan selatan (1), CARA BETERNAK BEBEK KALUNG (1), CARA EXPORT TELUR BEBEK (1), cara jual telur bebek (1), cara pertenak bbek yang unggul (1), Cara pengurusan izin ternal belut (1), Cara pengurusan bebek yang benar (1), cara pengurusan bebek pedaging (1), cara mengurus bebek petelur (1), cara membuat pakan bebek sendiri (1), cara membuat pakan bebek pedaging (1), cara membuat izin ternak bebek (1), ciri2 telur bebek segar (1), ciri2 telur yg baik untuk di tetas kan untuk itik petelur (1), ekpor telur itik dari indonesia (1), download proposal ternak itik/bebek untuk kelompok tani (1), dod itik petelur bali (1), DOD bebek petelur Jawa Barat (1), dod bebek peking jawa barat (1), distributor penyalur unggas bebek di mojosari (1), distributor bebek amuntai kalsel (1), dimana mengurus izin export pertenakan (1), ekspor daging bebek (1), Ekspor telor itik (1), gambar itik/bebek (1), gambar itik kalung (1), gambar bebek umur satu minggu (1), Export bebek (1), eksportir bebek (1), eksport unggas bebek (1), eksport daging bebek (1), ekspor unggas bebek (1), dilingkungan seperti apa yg cocok untuk memelihara ayam dan bebek (1), dibutuhkan exportir bebek (1), daerah daerah yang memiliki populasi itik (1), contoh proposal usaha ternak bebek (1), contoh proposal usaha peternakan bebek (1), contoh proposal ternak bebek (1), contoh proposal pakan bebek (1), contoh proposal kelompok tani ternak unggas (1), contoh proposal adaptasi bebek (1), contoh makalah yang berhubungan dengan itik tegal (1), daerah penghasil bebek (1), daerah penghasil pembuat martabak (1), di cari pembeli telur itik (1), di cari agen bebek (1), data statistik telur asin di daerah mojokerto (1), data bps populasi itik di jawa tengah (1), dampak wirausaha itik petelur terhadap lingkungan (1), daftar produksi telur itik (1), daftar alamat petani ternak itik kalung jawa tengah (1), daftar alamat perternak bebek atau itik (1), gambar teknologi penetasan bebek peking (1), cara beternak bebek dan peluang usahany (1), aceh bebek bagus (1), bebek amuntai kalimantan selatan (1), bebek 2011 (1), bangunan bebe k peking (1), bali ternak bebek (1), bahan baku untuk pakan bebek petelur (1), bagus mana beternak ayam kampung atau bebek (1), bagaimana?cara bebek beradaptasi (1), bagaimana gambar rantai tataniaga kakao (1), bebek export (1), bebek gif (1), bebek peking mojosari (1), bebek peking kalimantan (1), bebek peking ekspor (1), bebek pedaging petelur pengembangan usaha (1), bebek paking magelang (1), bebek NTB (1), bebek lokal (1), bebek jawa barat (1), bagaimana cara itik menyeleksi pakan (1), artikel usaha budidaya telur asin (1), alamat peternak bebek sekitar mojokerto (1), alamat peternak bebek di magelang (1), alamat penetasan itik di jawa barat (1), akibat penurunan bebek bertelur (1), agen telur asin mojokerto (1), agen penjual bibit bebek di pulau lombok (1), agen penjual bibit bebek atai itik di pulau lombok (1), agen bebek potong (1), alamat peternak bebek telor (1), alamat peternak itik petelur di daerah jawa tengah (1), artikel ukm di jawa barat (1), artikel tentang itik bali (1), artikel tentang itik (1), artikel kewirausahaan tentang usaha telur asin (1), artikel beternak itik (1), apakah bebek manila dengan itik dapat dikelompokkan jenis yang sama (1), anggaran biaya budidaya itik petelur (1), alamat usaha jangkrik di brebes (1), bebek petelur daerah aceh (1), bentuk artikel peternakan (1), budi daya bebek potong (1), Budi daya Bebek bali (1), bobot badan itik pas panen (1), bisnis ternak telur bebek (1), bisnis ternak magelang (1), bisnis ternak bebek dan resikonya (1), bisnis telur itik dan bebek (1), bisnis telur itik aceh (1), BUDIDAYA BEBEK BALI (1), budidaya bebek di bali (1), budidaya itik petelur di ntb (1), budidaya itik kalung (1), budidaya itik jenis kalung di magelang (1), budidaya hasil pertanian pisang dengan gambar rantai tata niaga (1), budidaya dolong di bali (1), budidaya belut dimagelang (1), budidaya bebek petelur jawa tengah (1), budidaya bebek dibali (1), bisnis sampingan ternak itik telur (1), bisnis peternak itik (1), beternak dolong (1), beternak bebek pedaging (1), beternak bebek pedagang (1), beternak bebek mojosari (1), beternak bebek di bali (1), beternak bebek alabio dijawa tengah (1), berita mengenai usaha ternak bebek (1), Bentuk sentral pembibitan ternak (1), beternak itik dimojokerto (1), biaya beternak bebek 2011 (1), bisnis berternak bebek (1), Bisnis ayam dan ternak bebek (1), bisnas ternak bebek (1), bidang usaha ternak bebek (1), bibit bebek peking mgl jateng (1), bibit bebek dibali (1), biaya usaha bebek pedaging (1), biaya investasi pada usaha bebek pedaging (1), buku pintar ternak itik#p (1), Harga ayam doc jawa daerah mojosari (1), komposisi pakan bebek petelur (1), MAKALAH UNDANG - UNDANG ternak UNGGAS (1), Makalah ternak telur bebek itik (1), makalah ternak itik dengan pakan (1), makalah tentang usaha ternak bebek (1), makalah tentang usaha telur (1), makalah tentang undang-undang yang berkaitan dengan tempat usaha peternakan bidang produksi (1), makalah tentang kewirausahaan telur asin (1), makalah tentang budidaya peternakan unggas di indonesia (1), makalah usaha bebek peking (1), Makalah usaha ternak bebek (1), mencari agen telor bebek 2011 di jawa barat (1), menangani telur produksi dan telur tetas (1), membuat pakan ternak itik dari limbah (1), membuat pakan bebek pedaging (1), membuat bisnis peternakan bebek (1), maximal bebek bali bertelur per tahun (1), materi cara ternak bebek (1), makanan tradisional daerah mojosari (1), makalah seminar pemasaran tentang usaha ternak lele (1), makalah risiko usaha ternak (1), makalah beternak bebek (1), lokasi ternak bebek kayu yang ada di indonesia (1), lokasi peternakan itikdi lombok (1), lokasi peternakan bebek dimagelang (1), limbah tepung terigu untuk pakan ternak (1), konsep ternak bebek (1), KONDISI PETERNAKAN BEBEK DI MOJOSARI MOJOKERTO (1), komposisi pakan ternak itik petelur (1), makalah budidaya bebek (1), makalah industri kerupuk di aceh barat (1), makalah peternakan bebek packing dalam aspek pemasaran (1), makalah peternakan bebek 2011 (1), makalah peternak bebek (1), makalah pakan bebek (1), makalah metode pembuatan pakan ayam atau bebek (1), makalah memelihra itik (1), makalah mahasiswa usaha ternak bebek (1), makalah itik mojosari (1), mencari modal untuk kerjasama perternakan perkebunan perikanan didaerah jawa barat (1), mencari pengepul jangkrik di brebes (1), peluang bisnis ternak di jateng (1), peluang bisnis telur bebek (1), peluang bisnis peternakan bebek (1), peluang bisnis pelihara (1), peluang bisnis itik (1), peluang bertenak bebek (1), peluang bebek telur (1), pelihara itik dolong (1), peluang budidaya bebek (1), peluang dan resiko dalam usaha produksi (1), peluang usaha di daerah Bali (1), peluang usaha di bali 2011 (1), peluang usaha beternak unggas (1), peluang ternak bebek di jawa tengah (1), Peluang penjualan telur bebek (1), peluang pasar ternak itik (1), peluang exsport bebek peking (1), peluang ekspor telur asin (1), pedagang telor bebek solo jawa tengah (1), pedagang bebek di bali (1), pakan alami untuk itk itik pedaging (1), pada umumnya bebek bertelur pada umur (1), pabrik pembuat pakan itik (1), Msa produktif be2k petelur sampai afkir brapa tahun maksimum umur be2k petelur berproduksi (1), mKlH BISNIS BEBEK PACKING (1), meramu dan membuat pakan itik sendiri (1), meningkatkan usaha berternak bebek petelur (1), mendirikan usaha peternakan bebek (1), pakan bebek dari limbah rumah tangga (1), pakan bebek pedaging terdiri dari (1), Pasar Itik Indonesia On Line (1), pasar itik aceh (1), pasar bebek jawa tengah (1), pakan ternak bebek jawa petelur (1), pakan telur bebek mojosari (1), pakan khusus bebek peking (1), pakan bebek usia satu hari (1), pakan bebek potong (1), peluang usaha di ntb (1), keuntungan investasi berternak itik (1), harga bebek di aceh (1), itik jawa tengah (1), itik dinyatakan afkir pada umur berapa? (1), info lokasi bibit bebek peking di mojokerto jatim (1), info bebek kalung magelang (1), info bebek kalung (1), info bebek jawa (1), industri itik dan telur asin di mojokerto (1), ijin mendirikan usaha peternakan menurut undang-undang tahun 2002 (1), itik kalung (1), itik kalung magelang (1), jenis bebek telur (1), jenis bebek indonesia (1), jenis bebek di indonesia (1), izin mendirikan usaha peternakan ayam broiler tahun 2002 (1), itk petelur (1), itik mojosari prospek suplyer telur kebutuhan di indonesia (1), itik mojosari jawa tengah (1), itik magelang umur 2 bulan (1), hasil dari usaha ternak bebek ayam (1), harga ternak itik (1), harga kayu sengon#sclient=psy (1), HARGA JUAL ITIK DI INDONESIA (1), harga itik di lombok (1), Harga Itik di Aceh (1), harga doc ayam kampung di modopuro mojosari mojokerto (1), harga bebek tahun 2011 (1), harga bebek petelu mojokerto indonesia (1), Harga bebek menurut umur (1), harga pasaran bebek muda/dara (1), Harga telor asin jawa timur (1), harga terkini itik dara (1), harga telur bebek jatim (1), HARGA TELUR BEBEK DI JAWA TENGAH (1), harga telur bebek bulan oktober tahun 2011 (1), harga telur bebek 2011 (1), harga telur asin 2011 mojokerto (1), harga telur asin 2011 (1), harga telor bebek di bali (1), Jenis bebek telur asin (1), jenis bebek yg memiliki banyak telur (1), jumlah permintaan bebek di jawa tengah (1), jumlah bebek petelur yang dibutuhkan dijateng (1), judul skripsi usaha ternak (1), jual telur itik/bebek magelang (1), jual telur bebek rp 1000 jawa barat 2011 (1), jual telur bebek peking bali (1), jual telur bebek peking (1), jual Telur bebek MA (1), kampung ternak republika (1), karya tulis peternakan bebek potong (1), kerjasama investasi ternak bebek (1), kerjasama bisnis peternakan jatim (1), Kerjasama beternak itik di amuntai kalsel (1), kelompok ternak unggas yang memproduksi pakan sendiri (1), kelompok ternak itik kedu (1), kelompok tani bebek magelang (1), KEBUTUHAN TERNAK BEBEK (1), kebutuhan pakan bebek peking (1), jual telur asin mojosari (1), jual pakan bebek/itik di bekasi (1), jual anak bebek amuntai (1), jenis-jenis usaha dan resikonya (1), jenis-jenis itik lokal di indonesia (1), jenis-jenis itik (1), jenis-jenis bebek ternak (1), JENIS JENIS TERNAK ITIK DI INDONESIA (1), jenis jenis bisnis peternakan dibali (1), jenis itik (1), JUAL ANAK BEBEK MAGELANG#sclient=psy-ab (1), jual anakan bebek magelang (1), jual itik bebek jawa tengah (1), jual itik alabio di amuntai (1), jual bibit bebek pedaging di brebes (1), jual bebek potong jawa timur (1), jual bebek jambul di bali (1), jual bebek dara mojosari (1), jual bebek bali (1), jual anakan itik paking daerah kalsel 2011 (1), kerjasama ternak bebek peking jawa barat 2011 (1)pembibitan ayam (80), pembibitan unggas (19), resiko dan ketidakpastian dalam usaha ayam pedaging (2), resiko dan ketidakpastian dalam budidaya ayam broiler (2), Budidaya ayam pembibit (2), usaha pembibitan doc (2), PS BINA TERNAK (1), prospek unggas (1), resiko dan ketidakpastian usaha peternakan ayam broiler (1), resiko finansial yang terjadi padausaha ayam broiler (1), apa itu grand parent ayam broiler (1), saha pembibitan ayam ras adalah (1), subsistem budidaya ayam ras petelur (1), syllabus pembibitan unggas (1), teknik pembibitan broiler (1), tentang pembibitan ayam (1), usaha pembibitan ayam broiler/doc (1), prospek penjualan doc (1), prospek keuntungan beternak ayam petelur (1), prospek kedepan bisnis playstation (1), backward and forward linkage industri ayam petelur (1), bisnis pembibitan ayam (1), doc parent stock (1), industri pembibitan ayam (1), klasifikasi beronang (1), makalah tentang ketidakpastian pada usaha peternakan ayam broiler (1), pambibita unggas (1), pembibitan ayam petelur grand parent stock (1), pembibitan ayam ras pedaging parents stock (1), pembibitan pada ayam broiler (1), penentuan sektor umkm untuk pabrik obat hewan (1), perusahaan penghasil bibit ayam ras petelur (1), potensi usaha industri doc parent stock di indonesia (1), usaha perbibitan unggas (1) sistem perkandangan unggas (20), kandang litter (10), perkandangan (9), sistem perkandangan ayam (9), cara membersihkan kandang ayam (4), blower kandang (4), membersihkan kandang ayam (4), makalah perkandangan unggas (4), makalah perkandangan ayam (3), kandang liter (3), tipe atap kandang (3), latar belakang kandang close house (3), perkandangan dan sanitasi ayam petelur (3), kandang ayam sistem blower (3), kandang tertutup kebutuhan blower (2), litter kandang (2), makalh sistem Perkandangan unggas (2), kelebihan kandang litter (2), manajemen perkandangan ayam (2), cara membuat kandang litter (2), apa itu litter pada kandang ayam tertutup (2), blower kandang close house (2), blower untuk unggas (2), system close house (2), blower kandang ayam (2), biaya kandang close (2), memebersihkan kandang ayam (1), manfaat dilakukan kepadatan kandang (1), pembibitan ayam blower (1), slat plastik permeter (1), ternak ayam blower (1), perkandangan ayam sistem closed house (1), kepadatan dalam kandang litter ayam (1), makalah close house ayam petelur (1), ternak ayam tipe close house (1), litter serbuk gergaji (1), litter perkandangan (1), litter pada kandang (1), peralatan dan bahan yang digunaka pada kandang tertutup (1), peralatan kandang (1), sistem atap kandang ayam (1), setting blower close house farm (1), rincian pembuatan kandang tipe close house (1), perlengkapan kandang clouce house (1), perlengkapan alat close house untuk unggas (1), perkandangan sistem litter (1), sistem kandang tertutup (1), perkandangan ayam pembibit (1), perkandangan ayam berdasarkan atap kandang (1), perkandagan ayam (1), usaha peternakan ayam sistem closed house (1), peralatan kandang close house (1), peralatan kandang ayam otomatis (1), sistem litter (1), sistem perkandangan ayam as (1), sistem kandang close house (1), litter basah (1), cara membersihkan kandang ayam petelur (1), cooling pad kandang ayam (1), cooling pad otomatis (1), cooling pad pada kandang closed house (1), fumigasi kandang close house (1), fungsi atap tipe gable adalah (1), fungsi litter pada kandang ayam (1), harga alat bahan kandang close house (1), blower untuk kandang ayam (1), biaya pembuatan kandang ayam close house (1), apakah bahan yang dipakai untuk mencuci peralatan kandang (1), artikel bangunan peralatan kandang ternak unggas (1), artikel manfaat closed house ayam petelur (1), artikel sistem kandang tertutup (1), ayam blower (1), barat timur kandang (1), biaya kandang close house telor (1), biaya kandang closed house (1), jasa bikin kandang close house (1), jual alat kandang close house (1), kelebihan kandang sistem litter (1), kenyamanan kandang unggas (1), kepadatan ayam yang dibutuhkan dalam kandang (1), blower bentuk kandang (1), lantai kandang tertutup (1), latar belakang kandang (1), latar belakang kandang closed house (1), latar belakang sistem kandang ayam petelur (1), kegunaan cooling pad (closed house) (1), kandang twin (1), kandang ayam dengan blower (1), kandang ayam dengan sistim blouwer (1), kandang ayam litter (1), kandang close house (1), kandang closed house (1), Kandang litter adalah (1), kandang littre (1), kandang sistem litter (1), alat perkandangan ayam (1)